Analisis Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas PONED Kabupaten Kendal Tahun 2010

HANDAYANI, SRI (2011) Analisis Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas PONED Kabupaten Kendal Tahun 2010. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF (Word to PDF conversion (via antiword) conversion from application/msword to application/pdf)
12Kb
[img]PDF
19Kb
[img]PDF
19Kb
[img]PDF
20Kb
[img]PDF
19Kb
[img]PDF
20Kb
[img]PDF
20Kb
[img]PDF
24Kb
[img]
Preview
PDF
44Kb
[img]
Preview
PDF
31Kb
[img]
Preview
PDF
33Kb
[img]
Preview
PDF
28Kb
[img]
Preview
PDF
52Kb
[img]
Preview
PDF
48Kb
[img]
Preview
PDF
72Kb

Abstract

ABSTRAK Sri Handayani Analisis Pelaksanaan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas PONED Kabupaten Kendal Tahun 2010 xv + 144 halaman + 46 tabel + 7 gambar + 15 lampiran Program PONED di dua Puskesmas Kabupaten Kendal berjalan dengan baik, sedangkan dua Puskesmas lainnya belum. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan PONED di Puskesmas yang berjalan baik dan tidak dari segi komunikasi (sosialisasi pemasaran, struktur organisasi), ketersediaan sumber daya (SDM, sarana prasarana, keterjangkauan lokasi, dana), disposisi/sikap pelaksana program dan struktur birokrasi (pencatatan pelaporan, pembinaan) . Jenis penelitian adalah observasional kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh Puskesmas PONED di Kabupaten Kendal diteliti. Informan utama adalah tim PONED (dokter, bidan, perawat) di semua Puskesmas PONED. Informan triangulasi adalah penentu kebijakan (Kepala Puskesmas, Seksi Kesehatan Keluarga dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten) dan masyarakat pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Puskesmas PONED yang belum berjalan komunikasi belum optimal (sosialisasi pemasaran lintas sektor belum dilaksanakan, belum mempunyai struktur organisasi lengkap). Sumber daya belum memenuhi (SDM secara kuantitas belum memadai dan secara kualitas belum mendapat pelatihan PONED, sarana prasarana belum memenuhi standar minimal, jarak dari masyarakat ke Puskesmas dan Rumah Sakit sama dekat, tidak ada dana khusus untuk program PONED). Disposisi/sikap pelaksana program cukup mendukung. Struktur birokrasi belum optimal (tidak ada pelaporan kasus PONED ke DKK serta pembinaan dari DKK belum rutin dan tidak ada umpan balik). Puskesmas PONED yang berjalan telah melaksanakan sosialisasi lintas program dan sektoral, memiliki sumber daya yang memadai, disposisi/sikap pelaksana program mendukung. Saran yang direkomendasikan adalah mengoptimalkan peran lintas sektoral untuk sosialisasi dan pemasaran, optimalisasi SDM dan pelatihan PPGD, pengalokasian dana khusus oleh Pemda untuk pemenuhan sarana prasarana Puskesmas PONED, penertiban pelaporan dari Puskesmas ke DKK dan pembinaan yang intensif dengan pemberian umpan balik oleh DKK kepada Puskesmas PONED di Kabupaten Kendal. Kata Kunci : Analisis Pelaksanaan Program, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar Kepustakaan : 34, Tahun 1998-2010

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:Q Science > Q Science (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Public Health
ID Code:28539
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:05 Jul 2011 10:45
Last Modified:18 Aug 2011 11:40

Repository Staff Only: item control page