YAMAHA MUSIC CENTER DI SEMARANG

SUHARTRI WIYATA, ANDILA (2011) YAMAHA MUSIC CENTER DI SEMARANG. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF
80Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

4Mb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

398Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

28Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

5Mb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

215Kb
[img]
Preview
PDF
44Kb
[img]
Preview
PDF
19Kb
[img]
Preview
PDF
24Kb
[img]
Preview
PDF
23Kb
[img]
Preview
PDF
13Kb
[img]
Preview
PDF
6Kb
[img]
Preview
PDF
5Kb

Abstract

Keberadaan musik sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia seiring dengan perkembangan media audio (radio dan televisi) yang dapat diterima masyarakat. Banyaknya stasiun radio dan televisi menjadikan musik sebagai program mayoritas menyebabkan masyarakat selalu mengikuti perkembangan musik pada umumnya. Selain media radio tersebut, terdapat 15 saluran di Indonesia televisi yang sering menyiarkan program musik. Program musik di stasiun televisi yaitu Dahsyat (RCTI), Inbox dan Playlist (SCTV), Klik (antv), Derings (TransTV), MTV Ampuh (GlobalTV) dan lain sebagainya. Program-program musik di media tersebut dapat dipastikan akan membuat masyarakat menggemari musik. Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah tidak lepas dari perkembangan industri musik tanah air khususnya di bidang Instrumen musik yang berpotensi menjadi lading bisnis yang menjanjikan. Hal ini tentu didukung oleh potensi kota Semarang yang sebagian besar berupa kawasan perdagangan dan jasa serta merupakan kota penghubung arus perdagangan dan jasa antara kota – kota besar lainnya seperti Jakarta – Surabaya. Indikasi lain yang menunjukan minat yang besar masyarakat Semarang dalam bidang musik yaitu dengan perkembangan jumlah grup band yang ada di kota Semarang dan sekitarnya dan diadakannya acara musik hampir tiap minggu di Kota Semarang. Kondisi tersebut juga menunjukan masyarakat Semarang sangat antusias terhadap perkembangan musik. Semakin meningkatnya minat dan potensi musik di Semarang berbanding lurus dengan pemasaran kelengkapan alat-alat musik yang juga mengalami peningkatan terutama untuk alat-alat musik ringan, keyboard, gitar dan aksesoris. Beberapa kelompok yang potensial sebagai pasar alat-alat musik, seperti kelompok band, sekolah-sekolah, perkumpulan musik di masyarakat, instansi pemerintah / swasta, usaha hiburan dan masyarakat umum penggemar musik. Beberapa penggemar musik yang membeli alat musik mempunyai kecenderungan untuk menggantikan / mengembangkan alat musiknya sesuai dengan perkembangan produk dan aksesorisnya. Potensi tersebut dapat mendukung perkembangan penjualan alat musik untuk masa yang akan datang. Besarnya antusias dan minat musik di Kota Semarang tidak diimbangi dengan prestasi musisi asal Semarang di kancah nasional. Musisi asal Kota Semarang kurang mampu bersaing dengan musisi di kota besar lainnya seperti Bandung, Jakarta, dan Suarbaya. Untuk mengembangkan potensi musik warga Semarang dan sekitarnya perlu adanya sebuah lembaga pendidikan musik yang berkualitas internasional dengan fasilitas lengkap. Salah satu lembaga pendidikan musik yang cukup terkenal di dunia adalah Yamaha. Di Semarang sebenarnya hanya terdapat sedikit lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan musik. Misalnya lembaga pendidikan musik Standwoods dan sekolah musik Purnomo dengan lisensi lembaga pendidikan musik Yamaha. Namun lembaga – lembaga tersebut tidak mempunyai fasilitas yang lengkap untuk menunjang perkembangan musik di Semarang. Sistem pendidikannya adalah kursus (non formal) dengan teori dan praktek, untuk umum (remaja dan dewasa) dan anak-anak. Guru yang bertugas mengajar adalah guru yang telah menempuh pendidikan khusus dan memperoleh lisensi dari lembaga pendidikan musik Yamaha. Jakarta merupakan pusat dari lembaga pendidikan kursus musik, yaitu Yamaha Music Indonesia Distributor yang terletak di jalan Gatot Subroto Jakarta. Yamaha Music Indonesia Distributor telah memiliki cabang di kota-kota besar di sebagian wilayah Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan luar jawa .Untuk kursus musik Yamaha Distributor di Semarang, fasilitas yang terdapat di dalamnya terbilang belum memenuhi standar Internasional dari pusat Yamaha seperti Standwoods dan Sekolah Musik Purnomo, berbeda dengan tempat kursus Yamaha lain seperti di Jakarta dan sekitarnya yang sudah memenuhi standard Yamaha. Untuk itu perlu adanya suatu bangunan yang didalamnya mempunyai fasilitas yang lengkap sesuai dengan standar Yamaha pusat guna meningkatkan kreativitas orang-orang serta manaikkan image kota Semarang dikancah nasional dibidang musik. 1.2 Tujuan dan Sasaran a. Tujuan Mendapatkan landasan konseptual perencanaan dan perancangan sebuah Gedung Yamaha Musik Center sebagai kegiatan pendidikan dan pelatihan musik, ruang pertunjukan, dan showroom penjualan alat musik Yamaha, produk musik serta studio rekaman di Semarang sebagai media Penyampaian dan apresiasi hasil karya seni musik yang mempunyai teknis perancangan yang baik. b. Sasaran Terwujudnya suatu langkah dalam pembuatan sebuah gedung Yamaha Musik Indonesia Center di Semarang berdasarkan atas aspek-aspek panduan perancangan. 1.3 Manfaat 1.3.1 Secara Subjektif Untuk memenuhi salah satu persyaratan mengikuti Tugas Akhir di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang dan sebagai acuan untuk melanjutkan ke dalam proses Studio Grafis Tugas Akhir yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembuatan Tugas Akhir. 1.3.2 Secara Objektif Untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai perencanaan dan perancangan fasilitas musik khususnya Gedung Yamaha Musik Center di Semarang. 1.4 Ruang lingkup Lingkup pembahasan menitikberatkan pada berbagai hal yang berkaitan denganperencanaan dan perancangan bangunan gedung Yamaha Musik Center di Semarang ditinjau dari disiplin ilmu arsitektur. Hal-hal di luar ilmu arsitektur akan dibahas seperlunya sepanjang masih berkaitan dan mendukung masalah utama. 1.5 Metode Pembahasan Pembahasan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, kompilasi dan menganalisa data sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Adapun Metode yang dipakai dalam penyusunan penulisan ini antara lain : 1.5.1 Metode deskriptif, yaitu dengan melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan dengan cara : studi pustaka/ studi literatur, data dari instansi terkait, wawancara dengan narasumber, observasi lapangan serta browsing internet. 1.5.2. Metode dokumentatif, yaitu mendokumentasikan data yang menjadi bahan penyusunan penulisan ini. Cara pendokumentasian data adalah dengan memperoleh gambar visual dari foto-foto yang di hasilkan. 1.5.3. Metode komparatif, yaitu dengan mengadakan studi banding terhadap Yamaha Musik Indonesia di kota besar lain yang sudah ada. Dari data - data yang telah terkumpul, dilakukan identifikasi dan analisa untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai karakteristik dan kondisi yang ada, sehingga dapat tersusun suatu Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur Yamaha Music Centrer di Semarang. 1.6 Sistematika Pembahasan Kerangka bahasan laporan perencanaan dan perancangan Tugas Akhir dengan judul Yamaha Musik Center di Semarang adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN Berisikan latar belakang, tujuan dan sasaran, manfaat, metode penulisan dan kerangka bahasan yang mengungkapkan permasalahan secara garis besar serta alur pikir dalam menyusun Landasan Program Perencanaan dan Perancangan (LP3A). BAB II TINJAUAN UMUM DAN STUDI BANDING Membahas mengenai literatur tentang pengertian Yamaha Musik Center dan tinjauan musik secara umum, menguraikan tentang Latar belakang Yamaha Musik Center. Selain itu menguraikan Yamaha Musik Center itu sendiri yang meliputi pengertian, fungsi, dan tujuan, aktivitas, fasilitas dan lingkup pelayanan serta menguraikan dan meninjau mengenai Yamaha Musik Center di Semarang, persyaratan pembangunan, faktor-faktor pendukung, ketersediaan fasilitas serta hasil-hasil studi banding yang sudah dilakukan. BAB III TINJAUAN YAMAHA MUSIC CENTER TERHADAP KOTA SEMARANG Membahas tentang tinjauan kota semarang berupa data – data fisik dan nonfisik berupa, seperti letak geografi, luas wilayah, kondisi topografi, iklim, demografi, serta visi dan misi Kota Semarang. Selain itu terdapat juga pembahasan mengenai potensi musik di semarang dan factor – factor yang mendukung pembangunan Yamaha Music Center di Semarang. BAB IV KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN Membahas tentang rangkuman pembahasan bab sebelumnya serta batasan dan anggapan dalam perencanaan bangunan Yamaha Music Center di Semarang BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Berisi tentang kajian/ analisa perencanaan yang pada dasarnya berkaitan dengan pendekatan aspek fungsional, aspek teknis, aspek kontekstual, aspek visual arsitektural, dan aspek kinerja. BAB VIPROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN Membahas konsep, program, dan persyaratan perencanaan dan perancangan arsitektur untuk Yamaha Musik Center di Semarang dengan penekanan desain Arsitektur Modern.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:33353
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:10 Feb 2012 13:19
Last Modified:10 Feb 2012 13:19

Repository Staff Only: item control page