HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN TIDUR DENGAN PERTUMBUHAN PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN DI KOTA SEMARANG

Zahara, Dini Safitri and Hartanto, Fitri and Adyaksa, Gana (2013) HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN TIDUR DENGAN PERTUMBUHAN PADA ANAK USIA 3-6 TAHUN DI KOTA SEMARANG. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF
375Kb
[img]
Preview
PDF
192Kb
[img]
Preview
PDF
312Kb
[img]
Preview
PDF
93Kb
[img]
Preview
PDF
406Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

198Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

140Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

87Kb
[img]
Preview
PDF
1017Kb

Abstract

Latar Belakang : Gangguan pertumbuhan pada anak memiliki angka prevalensi yang cukup besar. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan adalah faktor kelainan hormonal. Kelainan hormonal bisa dikarenakan oleh gangguan tidur. Sekitar 75% hormon pertumbuhan disintesis pada saat anak tidur, sehingga apabila terdapat gangguan tidur pada anak maka proses sintesis dan fungsi hormon pertumbuhan akan berkurang. Hal ini menyebabkan kualitas pertumbuhan pada anak menurun. Tujuan : Menguji hubungan antara gangguan tidur dengan pertumbuhan pada anak usia 3-6 tahun di kota Semarang. Metode : Penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dilakukan pada periode Maret – Juni 2013. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Subjek penelitian adalah orangtua anak yang memiliki anak berusia 3-6 tahun di beberapa TK/TPA dan PAUD di kota Semarang pada periode penelitian. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan metode wawancara dengan menggunakan kuesioner SDSC serta pengukuran antropometri meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala pada anak. Uji statistik menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : Jumlah responden sebanyak 183 anak, terdiri atas 146 anak mengalami gangguan tidur dan 37 anak tidak mengalami gangguan tidur. Dengan uji hipotesis Mann-Whitney, didapatkan perbedaan bermakna pada rerata skor HAZ antara kelompok gangguan tidur dan tidak gangguan tidur dengan p=0,036 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan bermakna antara kedua kelompok pada rerata skor WAZ (p=0,244), rerata Z-score IMT terhadap umur (p=0,855), dan Z-score lingkar kepala terhadap umur (p=0,389). Karakteristik data antara kedua kelompok menunjukkan perbedaan yang bermakna pada variabel usia, pendidikan terakhir ayah, dan status sosial ekonomi. Kesimpulan : Gangguan tidur pada anak berhubungan secara signifikan terhadap tinggi badan pada anak, namun tidak berhubungan secara signifikan pada berat badan, IMT, dan lingkar kepala pada anak. Kata Kunci : gangguan tidur, SDSC, pertumbuhan, antropometri, Z-score

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RJ Pediatrics > RJ101 Child Health. Child health services
Divisions:Faculty of Medicine > Department of Medicine
Faculty of Medicine > Department of Medicine
ID Code:43763
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:01 Oct 2014 09:20
Last Modified:01 Oct 2014 09:20

Repository Staff Only: item control page