REDESAIN PASAR PURI BARU KABUPATEN PATI

WIDYASARI, ARLITA (2011) REDESAIN PASAR PURI BARU KABUPATEN PATI. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF - Published Version
39Kb
[img]
Preview
PDF
136Kb
[img]
Preview
PDF
9Kb
[img]
Preview
PDF
16Kb

Abstract

Kota Pati merupakan suatu kota sebagai ibukota kabupaten yang dilalui jalur Pantura, hal ini membuat jalan utama terutama yang juga berfungsi sebagai jalur pantura selalu ramai oleh kendaraan pribadi maupun umum. Pesatnya pertambahan penduduk juga memerlukan kebutuhan akan pangan, sandang dan kebutuhan harian lainnya. Oleh karena itu tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari menjadi sangat penting, dalam hal ini yaitu pasar yang dapat menyediakan kebutuhan dari semua golongan ekonomi. Pasar menjadi tempat yang tidak hanya dibutuhkan oleh konsumen saja tetapi oleh produsen dan distributor untuk melalukan kegiatan jual beli untuk memenuhi kebutuhan masing-masing. Pemikiran akan pasar tradisional yang tidak nyaman dan kurang layak karena bau, kotor dan berbagai alasan lain membuat orang-orang menjadi malas dan tidak betah berbelanja di pasar oleh karena itu diperlukan suatu pasar yang nyaman serta layak dari segi fisik dan non fisik pasar. Bila hal tersebut tercipta maka orang-orang tidak akan ragu untuk berbelanja di pasar tradisional lagi. Jumat pada tanggal 8 April 2011 malam terjadi kebakaran di Pasar Puri Baru Kab Pati yang mengakibatkan 8 kios habis terbakar. Kios yang terbakar merupakan deretan kios bagian depan pasar, setelah kejadian tersebut sampai saat ini kios belum dibangun kembali. Melihat banyaknya kios yang berkembang dengan bangunan terpisah dari bangunan pasar, hal ini terlihat bahwa kebutuhan penjual dan juga pembeli semakin meningkat dan membutuhkan ruang yang lebih banyak, alangkah lebih baik bila sebuah pasar menjadi sebuah satu kesatuan bangunan. Kios- kios d bagian depan pasar secara tidak langsung menutup fasade pasar itu sendiri. Perwakilan Pedagang Pasar Puri Baru Pati (P4B), berunjuk rasa ke DPRD Kab Pati. Mereka meminta agar Kepala Pasar Puri Baru bersikap tegas dan menata keberadaan sebagian kecil pedagang yang tidak memiliki ijin. Terutama pedagang yang berada ditaman / jalan dalam Pasar Puri. Hal ini juga kerena mereka menginginkan dibukanya kembali taman pasar. Dari uraian diatas, di Kabupaten Pati, dibutuhkan pasar tradisional yang representatif serta higienis, nyaman dan layak yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kabupaten Pati dan juga orang-orang dalam perjalanan melalui jalur Pantura yang ingin mampir untuk sekedar makan ataupun berbelanja. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perencanaan dan perancangan tentang Redesain Pasar Puri Baru Kabupaten Pati yang dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat Kabupaten pati dan pengunjung dari luar kota dengan menciptakan sebuah Pasar yang higienis, nyaman dan layak sehingga membuat pengunjung tidak ragu untuk berbelanja di pasar. 1.2 TUJUAN DAN SASARAN 1.2.1 Tujuan Merumuskan program dasar perencanaan dan perancangan yang berhubungan dengan aspek-aspek perancangan dan perencanaan Pasar Puri Baru Kabupaten Pati sebagai bangunan fasilitas umum yang dapat memenuhi semua kebutuhan masyarakat (baik pedagang maupun pembeli serta pihak pengelola) Kabupaten Pati terutama di lingkungan sekitarnya, sehingga tersusun langkah-langkah untuk dapat melanjutkan kedalam perancangan grafis. 1.2.2 Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses (dasar) perencanaan dan perancangan Redesain Pasar Puri Baru Kabupaten Pati melalui aspek-aspek panduan perancangan (design guide line aspect) dan alur pikir proses penyusunan LP3A dan Desain Grafis yang akan dikerjakan. 1.3. MANFAAT PEMBAHASAN 1.3.1 Secara Subyektif Sebagai pemenuhan syarat tugas akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang nantinya digunakan sebagai pegangan dan pedoman dalam perancangan Redesain Pasar Puri Baru Kabupaten Pati. 1.3.2 Secara Obyektif Perencanaan dan perancangan Redesain Pasar Puri Baru Kabupaten Pati ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penataan dan pembangunan fasilitas umum tentang bidang pasar di Kabupaten Pati. 1.4. LINGKUP PEMBAHASAN 1.4.1 Ruang Lingkup Substansial Merencanakan dan merancang Pasar Puri Baru Kabupaten Pati kembali dan termasuk dalam kategori bangunan tunggal & bermassa banyak berserta perancangan tapak lingkungan sekitar. Lingkup pembahasan dibatasi pada permasalahan yang berkaitan dengan disiplin ilmu arsitektur. 1.4.2 Ruang Lingkup Spasial Meliputi aspek kontekstual tapak dengan memperhatikan potensi, kendala dan prospek Pasar Puri Baru Kabupaten Pati. Secara administratif, rencana tapak yang akan dipakai adalah lahan Pasar Puri Baru Kabupaten Pati yang berada di Desa Puri jalan Kol. Sunandar dengan memperhatikan fungsi bangunan sebagai bangunan umum, tempat terjadinya jual beli. 1.5. METODE PEMBAHASAN Metode pembahasan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, kompilasi dan menganalisa data sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Adapun langkah-lanhkah pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1.5.1 Data Primer a. Wawancara Mencari informasi dari nara sumber dan pihak-pihak yang terkait mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan perancangan. Wawancara dilakukan dalam bentuk dialog dengan pelaku aktifitas di dalam Pasar Puri Baru Kabupaten Pati terkait kebutuhan terhadap fasilitas umum dan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi. b. Observasi Lapangan Observasi lapangan dilakukan melalui observasi langsung di lapangan sehingga diperoleh potensi perancangan Redesain Pasar Puri Baru Kabupaten Pati. Kegiatan studi banding dilakukan dengan mencari data dan informasi mengenai jumlah pedagang, sarana dan prasarana, fasilitas pendukung, massa bangunan/site existing, kegiatan, struktur kelembagaan personil, peralatan dan dimensi, bahan bangunan, sistem utilitas, struktur dan bentuk bangunan serta tata ruang dalam dan ruang luar bangunan. 1.5.2 Data Sekunder Data sekunder didapatkan melalui studi literatur dan referensi yang berkaitan dengan perancangan bangunan hunian sementara bagi tamu Universitas Diponegoro. a. Studi Literatur Studi literatur dilakukan untuk memperoleh landasan teori, standart perancangan dan kebijaksanaan perencanaan dan perancangan melalui buku, katalog dan bahan-bahan tertulis lain yang bisa dipertanggungjawabkan. Literatur yang digunakan dalam proses ini berasal dari buku-buku pedoman serta browsing materi-materi dari internet yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan desain Pasar Puri Baru Kabupaten Pati. b. Referensi Referensi didapat dari pengumpulan data, peta dan peraturan dari instansi terkait. Data primer dari hasil wawancara dan observasi lapangan serta data sekunder dari studi literatur yang telah diperoleh kemudian dianalisa secara kualitatif yaitu menganalisa terhadap aspek pelaku kegiatan, kebutuhan ruang, penataan ruang dan sirkulasi dan dianalisa secara kuantitatif yaitu menganalisa terhadap kapasitas ruang dan besaran ruang serta pendekatan mengenai lokasi dan tapak. Setelah dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif kemudian ditarik kesimpulan sebagai dasar perencanaan dan perancangan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:32399
Deposited By:Admin Agus P arsitek
Deposited On:12 Jan 2012 08:59
Last Modified:12 Jan 2012 08:59

Repository Staff Only: item control page