-
   
  Nomor 2  
Januari - Juni 2006
 
 
Home
Latar Belakang
Redaksi
Pedoman Penulisan
Puisi Media Medika Muda
Selamat Dies Natalis FK Undip ke-44
 
Kalender Kegiatan
Seminar Anakku Tidak Bisa Mendengar
Seminar Malpraktik IDI Jateng
Pengelolaan Gangguan Neurologis
ARTIKEL TERKINI
 
-
  PENGARUH PEMBERIAN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP PEMBENTUKAN PLAK GIGI  
-
 

PENDAHULUAN

Plak gigi adalah lapisan lembut yang terbentuk dari campuran antara makrofag, leukosit, enzim, komponen anorganik, matriks ekstraseluler, epitel rongga mulut yang mengalami deskuamasi, sisa-sisa makanan serta bakteri yang melekat di permukaan gigi.1,2
Bakteri yang berperan penting dalam pembentukan plak gigi adalah bakteri dari genus Streptococcus, yaitu bakteri Streptococcus mutans yang ditemukan dalam jumlah besar pada penderita karies. Bakteri Streptococcus mutans memiliki enzim glikosiltransferase yang dapat mengubah sakarosa saliva menjadi polisakarida ekstraseluler (PSE) melalui proses glikosilasi. Polisakarida ekstraseluler ini akan membentuk suatu matriks di dalam plak dimana bakteri dapat melekat.3,4
Di Indonesia, tanaman obat telah banyak digunakan untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan, dan diperkirakan terdapat ribuan jenis tanaman yang bermanfaat untuk pengobatan termasuk pengobatan gigi dan mulut, satu diantaranya adalah teh hijau, yang banyak mengandung katekin. Katekin yang terkandung di dalam teh hijau (terutama epi-katekin, epi-katekin galat, epigallo-katekin, epigallo-katekin galat dan gallo-katekin), dipercaya mampu mengurangi pembentukan plak gigi dengan dua mekanisme, yaitu; a) membunuh bakteri penyebab, seperti Streptococcus mutans, dan b) menghambat aktivitas enzim glikosiltransferase dari bakteri.5-8
Penelitian ini diharapkan dapat membuktikan bahwa indeks plak gigi pada kelompok perlakuan yang diberi teh hijau lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol, sehingga menjadi dasar informasi bahwa konsumsi teh hijau dapat digunakan sebagai salah satu upaya mengurangi pembentukan plak gigi.

 

METODE

Jenis penelitian ini adalah eksperimental semu dengan menggunakan “pre-post test with control group design” yang dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2005. Populasi penelitian ini adalah para santri Pondok Pesanten Al-Amin Mranggen, Demak dengan jumlah sampel 60 orang yang dibagi secara simple random menjadi 2 kelompok, yaitu; 30 orang sebagai kelompok kontrol (tanpa perlakuan) dan 30 orang sebagai kelompok perlakuan (diberi 200 ml seduhan teh hijau). Bahan yang digunakan adalah 3 gram teh hijau cap Kepala Djenggot yang diseduh dengan 200 ml air mendidih kemudian ditutup dan dibiarkan selama 2 jam. Penilaian yang digunakan yaitu penilaian indeks plak menurut Loe and Sillnes, gigi yang diperiksa adalah 1.2, 1.6, 2.4, 3.2, 3.6 dan 4.4, sedangkan permukaan gigi yang diperiksa adalah bukal, lingual, mesial dan distal. Kriteria penilaian indeks plak gigi adalah sebagai berikut; a) nilai 0 (tidak ada plak), b) nilai 1 (selapis plak pada daerah ginggiva yang dapat diketahui dengan cara menggoreskannya dengan sonde atau disclosing sollution), c) nilai 2 (penimbunan deposit dalam jumlah sedang yang dapat dilihat dengan jelas), d) nilai 3 (penimbunan yang besar dari deposit yang mengisi daerah antara permukaan gigi dan tepi ginggiva). Penilaian dilakukan segera setelah seluruh sampel menyikat gigi secara baik dan benar dengan menggunakan teknik kombinasi (Scrub dan Stillman) selama 2 menit. Seluruh sampel diberi disclosing sollution kemudian dioleskan secara merata ke seluruh permukaan gigi. Penilaian indeks plak dilakukan pada gigi yang sesuai dengan kriteria Loe and Sillnes. Selanjutnya sampel pada kelompok perlakuan diminta berkumur dengan seduhan teh hijau dan membiarkannya berada dalam rongga mulut selama 10 detik kemudian dibuang. Perlakuan ini dilakukan sampai takaran habis sedangkan sampel pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan apapun, kemudian seluruh sampel menunggu selama 2 jam. Selama menunggu 2 jam, seluruh sampel diperbolehkan untuk makan dan beraktivitas seperti biasa tetapi dilarang berkumur dan menggosok gigi. Setelah itu dilakukan penilaian akhir indeks plak gigi. Normalitas data diuji distribusi dengan Kolmogorov-Smirnov. Data dilakukan uiji beda dengan uji Mann Whitney menggunakan program komputer SPSS 10.5 for Windows.9

HASIL

Selama penelitian, didapat 60 sampel dari populasi para santri Pondok Pesanten Al-Amin Mranggen, Demak dan tidak ada sampel yang diekslusi ataupun drop out. Penilaian indeks plak gigi pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan termuat dalam Tabel 1.

Next Page >>

<<Previous Page

 
www.m3.undip.org

Berdiri tahun 2005, dipublikasi oleh: Tim Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang