KOMUNIKASI NEGOSIASI INDIVIDU SEMARANG GAY@ COMMUNITY DALAM MEMUTUSKAN TES, MELAKUKAN KONSELING DAN PENDAMPINGAN

SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA, GIZA (2017) KOMUNIKASI NEGOSIASI INDIVIDU SEMARANG GAY@ COMMUNITY DALAM MEMUTUSKAN TES, MELAKUKAN KONSELING DAN PENDAMPINGAN. Masters thesis, Master Program in Communication Science.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1113Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
790Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
1349Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
1026Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
442Kb
[img]
Preview
PDF - Published Version
245Kb
[img]
Preview
PDF
417Kb

Abstract

HIV/AIDS adalah penyakit mematikan yang semakin berkembang dan menjadi masalah global. Semarang merupakan salah satu kota dengan temuan kasus tertinggi di Jawa Tengah. Sejak 1995 sampai 2016, ditemukan 20.782 kasus HIV dan 3032 kasus AIDS dengan total 67 ODHA yang dilaporkan meninggal dunia dengan temuan terbanyak dialami oleh laki-laki. Permasalahan kemudian muncul ketika individu gay memperoleh stigma sebagai penyebab utama penyebaran serta penularan virus HIV/AIDS. Berbagai cara telah diupayakan, salah satunya dengan sosialisasi layanan Voluntary, Counseling, and Tasting (VCT) untuk mengurangi penularan HIV/AIDS melalui perantara komunitas gay aktif yang menyasar kalangan masyarakat kategori Lelaki Seks Lelaki (LSL), yaitu Semarang GAY@ Community. Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diketahui bahwa proses negosiasi merupakan tahapan terpenting bagi individu gay serta orang-orang disekitarnya untuk mengatasi hambatan yang ada dalam pengambilan keputusan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk memahami proses komunikasi negosiasi individu Semarang GAY@ Community dalam memutuskan tes, melakukan konseling dan pendampingan. Penelitian ini menggunakan fenomenologi sebagai metode penelitian dengan paradigma kontruktivis. Teori yang digunakan adalah teori negosiasi karena negosiasi merupakan proses utama dalam penelitian ini, serta teori persuasif dan pengaruh sosial sebagai elemen yang terkandung dalam upaya pengambilan keputusan. Informan penelitian terdiri dari tiga orang Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang negatif dan tiga orang Lelaki Seks Lelaki (LSL) yang positif HIV/AIDS. Hasil dari penelitian komunikasi negosiasi ini menunjukkan bahwa proses negosiasi terhadap pengambilan keputusan menggunakan dua model yaitu secara langsung maupun melalui perantara media dengan menggunakan sembilan prinsip persuasi. Komunikasi negosiasi pada penelitian ini dimulai dengan adanya posisi tawar (framing) untuk menciptakan perubahan sikap terhadap ajakan, dorongan dan motivasi sebelum melakukan Voluntary, Counseling, and Tasting (VCT) yang berasal dari keluarga, teman maupun pacar sesama Lelaki Seks Lelaki (LSL). Kedua, yaitu menyusun strategi melalui program konseling yang ditawarkan sebagai rencana dan taktik selama proses negosiasi, karena mengandung pesan persuasi yang membujuk individu gay mengikuti program pengendalian HIV/AIDS melalui Voluntary, Counseling, and Tasting (VCT) sebagai upaya mencegah dan mengurangi penularan virus dan mengikuti pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Ketiga, mengelola hubungan untuk menandai kesepakatan antara negosiator dan narasumber yang berarti bahwa pengambilan keputusan selama proses negosiasi telah berhasil seperti penandatangan form persetujuan saat akan diambil darahnya serta kesepakatakan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk melakukan terapi Anti Retro Viral (ARV), Kelompok Dampingan Sebaya (KDS) dan pendampingan. Proses komunikasi negosiasi baik narasumber kategori negatif maupun positif menghasilkan sikap sukarela dari Lelaki Seks Lelaki (LSL) karena terdorong oleh rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan menghasilkan gaya negosiasi yang berbeda-beda yaitu karena paksaan/jebakan, penasaran terhadap status kesehatan serta adanya imbalan. Secara esensi, penelitian ini menggunakan model muitilayer negotiation dan hanya mereka yang berada pada inner circle itulah yang memiliki hubungan dengan komunitas, karena dikelilingi oleh orang-orang yang tepat. Selain itu adanya terpaan yang bersifat subjektif dan individual merupakan kekuatan dan dapat mempengaruhi individu gay dalam pengambilan keputusan melakukan tes, konseling dan pendampingan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Communication Science
ID Code:61327
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:14 Mar 2018 15:00
Last Modified:14 Mar 2018 15:00

Repository Staff Only: item control page