PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN PRASARANA PASCA PELAKSANAAN PROGRAM P2D DI KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS

EVRIZAL, WAN (2004) PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMELIHARAAN PRASARANA PASCA PELAKSANAAN PROGRAM P2D DI KECAMATAN BANTAN KABUPATEN BENGKALIS. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
24Kb

Official URL: http://mpwk.undip.ac.id

Abstract

Pemerintah dalam rangka mempercepat program penanggulangan kemiskinan, melaksanakan kegiatan pembangunan yang akan memperkuat proses pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan sosial ekonomi melalui penguatan kelembagaan daerah dan penyediaan prasarana pembangunan sosial ekonomi, yang dikenal dengan nama Pengembangan Prasarana Perdesaan (P2D). Di Kecamatan Bantan mulai dilaksanakan pembangunan fisik prasarana sejak tahun 2001 sampai dengan 2003, dimana tahap perencanaan dan pelaksanaan sudah selesai dikerjakan oleh masyarakat melalui Organisasi Masyarakat Setempat (OMS). Tujuan dari pada penelitian ini untuk mengetahui bentuk dan tingkat partisipasi serta usaha-usaha masyarakat dalam pemeliharaan prasarana Pengembangan Prasarana Perdesaan (P2D) di Kecamatan Bantan. Dalam studi ini, pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan partisipatif dan pendekatan deskriptif analitik, dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil studi, diketahui bahwa responden adalah berusia Dewasa, bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, tingkat pendidikan yang rendah, serta tingkat pendapatan rendah. Bentuk partisipasi dalam pemeliharaan prasarana P2D di Kecamatan Bantan adalah memberikan saran dan kritik dalam pertemuan, dan aktif dalam pemeliharaan prasarana P2D dengan memberikan bantuan berupa tenaga, serta intensitas kegiatan diatas 6 bulan. Keikutsertaan masyarakat dalam pemeliharaan prasarana P2D, adalah tidak terpaksa, karena mereka menganggap kegiatan pemeliharaan prasarana P2D adalah untuk kepentingan bersama. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan prasarana P2D adalah sering hadir dan aktif dalam pertemuan, aktif dalam kegiatan fisik serta sumber dana yang dipergunakan dalam pemeliharaan prasarana P2D, berupa sisa dana program P2D dan sumbangan masyarakat. Dari hasil perhitungan Chi Square diketahui bahwa ada perbedaan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan prasarana P2D. Masyarakat yang belum memperleh pekerjaan tetap, petani dan wiraswasta mempunyai tingkat partisipasi yang tinggi, sedangkan buruh, nelayan mempunyai tingkat partisipasi yang agak tinggi. Masyarakat dengan tingkat pendapatan rendah dan sedang, tingkat partisipasi masyarakat adalah rendah, sedangkan tingkat pendapatan tinggi, tingkat partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan prasarana P2D adalah tinggi. Juga hasil perhitungan Chi Square diketahui bahwa Konsultan dan Tokoh masyarakat mempunyai hubungan dengan tingkat partisipasi masyarakat. Usulan bagi upaya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan prasarana P2D adalah : Bagi Pemerintah Pusat, karena tidak adanya Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP), kalau ada tapi tidak aktif, sebaiknya ditetapkan RW atau RT setempat sebagai penanggungjawab pemeliharaan prasarana P2D, dan prasarana yang akan dibangun harus memperhatikan kebutuhan bagi semua golongan masyarakat setempat. Bagi masyarakat, sebaiknya kenali jenis prasarana dan tentukan jadwal pemeliharaan prasarana sesuai jenis prasarana P2D. Rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dalam pemeliharaan prasarana P2D, diharapkan bagi Pemda Kabupaten Bengkalis dapat menyediakan dana pembangunan desa di Kecamatan Bantan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:5814
Deposited By:Mr mpwk undip
Deposited On:27 Jan 2010 11:13
Last Modified:10 Feb 2010 15:19

Repository Staff Only: item control page