PENENTUAN WAKTU HENTI ANTIBIOTIK OKSITETRASIKLIN PADA PEMBESARAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch) UNTUK PENETAPAN WAKTU PANEN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN DAN KEAMANAN PANGAN

GARBONO, Andrian and Anggoro, Sutrisno and Sunoko, Henna Rya (2017) PENENTUAN WAKTU HENTI ANTIBIOTIK OKSITETRASIKLIN PADA PEMBESARAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch) UNTUK PENETAPAN WAKTU PANEN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN DAN KEAMANAN PANGAN. Masters thesis, School of Postgraduate.

[img]
Preview
PDF
840Kb
[img]
Preview
PDF
761Kb
[img]
Preview
PDF
863Kb
[img]
Preview
PDF
1072Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1070Kb
[img]
Preview
PDF
398Kb
[img]
Preview
PDF
454Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1831Kb

Abstract

Oksitetrasiklin banyak digunakan pembudidaya ikan karena berspektrum luas dan belum adanya larangan khusus tentang penggunaanya di budidaya ikan, namun penggunaan yang tidak terkontrol pemakaian Oksitetrasiklin pada budidaya ikan berpotensi mencemari lingkungan perairan dan berbahaya bagi kesehatan manusia terkait dengan keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menetukan waktu henti residu Oksitetrasiklin pada budidaya ikan Kakap Putih (L. calcarifer Bloch) sehingga dapat ditentukan waktu aman untuk dipanen yang berkaitan dengan keamanan pangan bagi konsumen. Selain itu dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar konsentrasi residu antibiotik Oksitetrasiklin yang terbuang ke lingkungan yang berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan. Menggunakan metode eksperimen dengan RAL (Rancangan Acak lengkap) 1 perlakuan 1 ulangan dan 1 kontrol, menggunakan 100 ekor ikan Kakap Putih (L. calcarifer Bloch) untuk tiap kelompok uji. Perlakuan berupa pemberian Oksitetrasiklin dengan dosis 75 mg/kg berat badan melalui pakan selama 7 hari. Sampel yang diambil berupa sampel daging ikan, feses dan air yang kemudian dianalisa konsentrasi residunya dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian diperoleh bahwa kandungan residu pada daging ikan uji pada kelompok perlakuan lebih besar hampir 20 kali lipat dari kandungan pada kelompok kontrol, dari sampel feses konsentrasi residu di kelompok perlakuan lebih besar 23 kali lipat dibanding kelompok kontrol, demikian juga di air media pemeliharaan nilai konsentrasi di kelompok perlakuan 63 kali lipat lebih besar dari kelompok kontrol. Nilai waktu henti yang didapat yaitu pada hari ke-2 setelah dihentikanya perlakuan dan ikan sudah aman untuk dikonsumsi jika dipanen setelah melewati waktu henti. Kandungan residu antibiotik yang terpapar di perairan berpotensi membunuh bakteri non-target dan resistensi bakteri di perairan sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan Kata kunci : Residu, Withdrawal Time, Resistensi Oxytetracycline is being used by many fish farmers because it’s broad spectrums and there is not yet any special prohibition of utilization on fish farming. Uncontrolled use of the Oxytetracycline in fish cultivation has the potential to pollute the aquatic environment and it is harmful to human health associated with food security. This study aims to determine the withdrawal time of Oxytetracycline residual on Barramundi (L. calcarifer Bloch) farm so can determine the safe time to harvest the fish which is associated with food safety for consumers. Furthermore, in this study also aims to find out how much the concentration of antibiotic residues of Oxytetracycline that wasted into the environment that has potential issue causing enviromental pollution. Using experimental method with RAL (Completely Randomized Plan) 1 Treatment, 1 replication, and 1 control, using 100 Barramundi fish for each test group subject. Treatment in the form of giving Oxytetracycline with dose 75 mg / kg body weight through feeding for 7 days. Samples which are taken in the form of fish meat, feces and water samples then analyzed by residual concentration using ELISA method. The result showed that the residual content of the test fish meat in the treatment group was greater nearly 20 times than control group, from the feses sample of residual concentration in the group was greater 23 times than the control group, as well as in aquatic cultivation media the concentration value at treatment group 63 times greater than control group. The value of withdrawel time is obtained on the second day after the treatment has stopped and the fish is safe for consumption if harvested after the withdrawal time. The content of antibiotic residues exposed in the waters potentially kill non-target bacteria and cause bacterial resistance in the waters thus disrupting the environmental balance. Keywords: Residue, Withdrawal Time, Resistance

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Science
ID Code:56112
Deposited By:Mrs Ekana Perpus Pasca
Deposited On:15 Sep 2017 10:04
Last Modified:15 Sep 2017 10:04

Repository Staff Only: item control page