HUBUNGAN UMUR, STATUS DEHIDRASI, TEKANAN DARAH, DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN PINGSAN (HEAT SYNCOPE) PADA PEKERJA DI TAHAP PERANCAH (SCAFFOLDING) PT.PP (Proyek Pembangunan Condotel dan Apartemen Mataram City, Yogyakarta)

NINGRUM, KURNIA BUDI (2013) HUBUNGAN UMUR, STATUS DEHIDRASI, TEKANAN DARAH, DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN PINGSAN (HEAT SYNCOPE) PADA PEKERJA DI TAHAP PERANCAH (SCAFFOLDING) PT.PP (Proyek Pembangunan Condotel dan Apartemen Mataram City, Yogyakarta). Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
47Kb

Abstract

Heat syncope adalah suatu keadaan dimana kesadaran menurun secara mendadak akibat kehilangan cairan yang berlebihan oleh pengeluaran keringat dan terjadinya hipotensi serebri , yaitu insufisiensi aliran darah ke otak untuk sementara pada saat berdiri yang mengakibatkan vasodilatasi pembuluh darah secara serentak menumpuk di tungkai. Dalam penelitian ini, tahap perancah (scaffolding) sangat memiliki potensi bahaya terpapar panas matahari secara langsung yang dapat mengakibatkan heat syncope. Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan, didapatkan suhu lingkungan sebesar 31,30C. Waktu kerja pekerja di tahap perancah (scaffolding) adalah 87,5% bekerja dan 12,5% istirahat, sehingga hal tersebut berdampak heat syncope pada pekerja karena telah melampaui NAB. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis hubungan umur, status dehidrasi, tekanan darah, dan status gizi terhadap kejadian pingsan (heat syncope) pada pekerja yang terpapar panas di tahap perancah (scaffolding) PT.PP (proyek pembangunan condotel dan apartemen mataram city, yogyakarta). Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja pada tahap perancah (scaffolding), dan sampel dalam penelitian ini adalah pekerja pada tahap perancah (scaffolding) sebanyak 32 pekerja. Analisis data menggunakan uji Chi-Squre . Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan antara status dehidrasi p = 0.038, tekanan darah p = 0.049, dan tidak ada hubungan antara umur p = 0.383, status gizi p = 0.057 dengan kejadian pingsan (heat syncope) . Sehingga dalam penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tekanan darah dan status dehidrasi, serta tidak ada hubungan antara umur dan status gizi terhadap kejadian pingsan (heat syncope) pada pekerja di tahap perancah (scaffolding) Kata Kunci: Pingsan (Heat Syncope), Umur, Status Dehidrasi, Tekanan Darah, Status Gizi

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:53713
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:10 May 2017 11:51
Last Modified:10 May 2017 11:51

Repository Staff Only: item control page