Pengaruh Penambahan Kombinasi Kunyit dan Jahe Dalam Ransum terhadap Sifat Fisik Daging Puyuh Jantan

TORUAN, Irma Agustina Permata Sari Lumban and MURYANI, Rina and SARENGAT, Warsono (2017) Pengaruh Penambahan Kombinasi Kunyit dan Jahe Dalam Ransum terhadap Sifat Fisik Daging Puyuh Jantan. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan & Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
125Kb
[img]
Preview
PDF
85Kb
[img]
Preview
PDF
215Kb
[img]
Preview
PDF
160Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

156Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

303Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

608Kb

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan kombinasi kunyit dan jahe terhadap sifat fisik daging berupa pH, susut masak dan daya ikat air daging puyuh jantan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus di kandang produksi ternak unggas Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Ternak yang digunakan adalah 100 ekor puyuh jantan umur 2 minggu dengan bobot badan rata-rata yaitu 27,90 g±0,39 (CV= 9,39%). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu T0= tanpa kunyit dan jahe ; T1= 0,5 % kunyit dan 0,25 % jahe; T2= 1,00 % kunyit dan 0,50 % jahe; T3=1,50 % kunyit dan 0,75 % jahe. Bahan penyusun ransum yaitu jagung kuning, bekatul, tepung ikan, bungkil kedelai dan premix dengan kandungan protein sebesar 22% dan energi metabolis 2.800 kkal/kg. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kunyit dan jahe tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH dan susut masak namun pada daya ikat air yang memberikan pengaruh nyata (P<0,05). pH daging yang diperoleh yaitu T0: 6,20 T1: 6,39 T2: 6,09, T3: 6,34, hasil ini menunjukkan pada perlakuan T2 merupak pH terendah dan pada perlakuan T3 merupakan pH tertinggi. Nilai susut masak daging nilai yang diperoleh yaitu T0: 14,90%, T1: 15,10%, T2: 15,60%, T3: 16,00%, hasil ini menunjukkan pada perlakuan T0 merupakan nilai susut masak terendah dan T3 merupakan nilai susut masak tertinggi. Sedangkan untuk daya ikat air daging, nilai daya ikat air terendah dihasilkan perlakuan T2 dan tertinggi pada T3, nilai daya ikat air yang diperoleh yaitu T0: 44,93%, T1: 43,36%, T2: 40,68%, T3: 45,36% . Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan kunyit dan jahe dalam ransum sampai taraf 1,5% kunyit dan 0,75% jahe mampu meningkatkan daya ikat air daging puyuh jantan tetapi tidak dapat menghasilkan pH dan susut masak daging yang sama.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > SF Animal culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:52223
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:06 Mar 2017 10:57
Last Modified:06 Mar 2017 10:57

Repository Staff Only: item control page