Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik secara In Vitro Kulit Polong Kacang Hijau yang Diamoniasi pada Aras Amonia dan Lama Peram Berbeda

SAKIRIN, Achmad and TAMPOEBOLON, Baginda Iskandar Moeda and WIDIYANTO, Widiyanto (2016) Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik secara In Vitro Kulit Polong Kacang Hijau yang Diamoniasi pada Aras Amonia dan Lama Peram Berbeda. Undergraduate thesis, Fakultas Peternakan & Pertanian Undip.

[img]
Preview
PDF
234Kb
[img]
Preview
PDF
106Kb
[img]
Preview
PDF
225Kb
[img]
Preview
PDF
228Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

131Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

650Kb
[img]PDF
Restricted to Registered users only

956Kb

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh kombinasi aras amonia dan lama peram kulit polong kacang hijau yang diamoniasi dengan suhu tinggi terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2016 di Laboratorium Teknologi Pakan serta Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu kulit polong kacang hijau yang diperoleh dari Grobogan, urea (sebagai penghasil amonia) dan air (sebagai pelarut). Materi untuk analisis yaitu aquades, cairan rumen, larutan McDougall, gas CO 2 dan pepsin HCl. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial (4 x 4) dengan tiga kali ulangan pada masing-masing perlakuan. Faktor pertama (R) aras amonia (0, 2, 4 dan 6% terhadap BK), faktor kedua (T) adalah lama peram (0, 1, 2 dan 3 hari). Parameter yang diamati yaitu kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Data penelitian diolah menggunakan analisis ragam, jika terdapat interaksi dan pengaruh pada masing-masing perlakuan perbedaan aras amonia dan lama peram yang berbeda dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian rata-rata kecernaan bahan kering 65,11 - 77,11%. Rata-rata kecernaan bahan organik 65,55 - 78,00%. Berdasarkan hasil uji wilayah ganda Duncan menunjukan bahwa kombinasi perlakuan perbedaan aras amonia dan lama peram tidak terjadi interaksi (P>0,05) terhadap KcBK, namun peningkatan aras amonia dan lama peram berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap KcBK, sedangkan kombinasi perlakuan perbedaan aras amonia dan lama peram terjadi interaksi (P<0,05) terhadap KcBO. Simpulan penelitian peningkatan aras amonia dan lama peram dapat meningkatkan KcBK. Kecernaan bahan kering tertinggi terjadi pada aras amonia 6% dan lama peram 3 hari. Kombinasi perlakuan perbedaan aras amonia dan lama peram dapat meningkatkan KcBO. Kecernaan bahan organik tertinggi terjadi pada aras amonia 4% dan lama peram 3 hari.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
S Agriculture > SB Plant culture
Divisions:Faculty of Animal and Agricultural Sciences > Department of Animal Agriculture
ID Code:51906
Deposited By:Mr. Perpus FP Admin
Deposited On:17 Feb 2017 11:37
Last Modified:17 Feb 2017 11:37

Repository Staff Only: item control page