FORMULA PAKAN ITIK MENGGUNAKAN PENGKAYA CANGKANG KERANG SIMPING (Amosium pleuronectes)

Pancasakti Kusumaningrum, Hermin FORMULA PAKAN ITIK MENGGUNAKAN PENGKAYA CANGKANG KERANG SIMPING (Amosium pleuronectes). Formula Pakan Itik .

[img]Microsoft Word
19Kb

Abstract

Akhir-akhir ini produksi dan kualitas telur itik Tegal cenderung menunjukkan penurunan sehingga ketersediaannya tidak sebanding dengan kebutuhan yang ada. Permasalahan tersebut dapat diatasi salah satunya dengan menggunakan pakan yang tinggi kandungan nutrisinya. Disisi lain, Tegal merupakan daerah penghasil kerang simping (Amosium pleuronectes) dengan produksinya mencapai 6 ton per hari sehingga cangkangnya menjadi limbah. Limbah tersebut kaya akan vitamin, lemak dan mineral dan belum pernah digunakan sebagai pakan tambahan itik. Pemanfaatan limbah cangkang kerang simping diharapkan menjadi salah satu cara pemberdayaan potensi pakan alami sebagai sumber pakan alternatif dan diversifikasi pakan. Hal tersebut juga dapat membantu memecahkan masalah lingkungan akibat dampak limbah melalui revitalisasi daya dukung lingkungan sumber pakan. Penelitian terkait penggunaan pengkaya pakan pada hewan telah dilakukan oleh beberapa ahli. Paten tentang aplikasi pakan untuk meningkatkan produksi telur dilakukan oleh Hamada et al. dalam Paten US3439095. Sedangkan Cook et al. mengkaya telur dengan asam linoleat terkonjugasi (paten no US6113973) diikuti Stewart dengan paten nomor US20090047378 telah menggunakan sumber dari bahan non produk laut dan non alga untuk kandungan asam lemak Omega-3 pada telur. Invensi dan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan belum memperlihatkan adanya upaya untuk memanfaatkan limbah produk laut untuk meningkatkan produksi, berat dan kandungan Omega-3 pada telur khususnya telur itik. Padahal Indonesia menempati urutan ketiga dalam hal produksi telur itik setelah China dan Vietnam. Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki populasi itik sangat tinggi di Jawa Tengah adalah Tegal dengan jumlah populasi itik sebanyak 257.490 ekor pada tahun 2008 (Jawa Tengah Dalam Angka 2009). Telur itik Tegal selain merupakan penghasil protein hewani utama juga merupakan pensuplai bahan baku pembuatan makanan populer di Indonesia yaitu telur asin. Produksi telur itik memperlihatkan kecenderungan semakin menurun yaitu berkisar 10-41% atau rata-rata 2,5% (lebih kurang 80 butir telur setahun). Salah satu penyebab utama masalah tersebut adalah keterbatasan ketersediaan pakan secara kontinyu khususnya pada musim barat yaitu kesulitan mendapatkan ikan untuk campuran pakan. Sumber dan komposisi pakan sangat berpengaruh terhadap produksi telur itik. Ikan merupakan sumber protein bagi itik. Kandungan protein dengan selisih 2% saja akan menimbulkan penurunan produksi telur antara 10 sampai 15%. Invensi yang diajukan ini adalah formula pakan itik petelur dewasa menggunakan pengkaya cangkang kerang simping.

Item Type:Article
Subjects:L Education > L Education (General)
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
ID Code:51039
Deposited By:Mr Indra Gunawan
Deposited On:23 Dec 2016 10:42
Last Modified:23 Dec 2016 10:46

Repository Staff Only: item control page