LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

Lutfi Eky Sudarso, Alfian and Ramandhika, Mirza and Indriastjario, Indriastjario (2016) LANDASAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR. Undergraduate thesis, universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
801Kb
[img]
Preview
PDF
665Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2146Kb
[img]
Preview
PDF
928Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1345Kb
[img]
Preview
PDF
631Kb
[img]
Preview
PDF
411Kb
[img]
Preview
PDF
576Kb

Abstract

Pertambahan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi industri dan perdagangan merupakan unsur utama perkembangan kota. Pertambahan jumlah penduduk yang tinggi di satu sisi menuntut jasa angkutan kota atupun antarkota yang memadai. Hal ini tentunya menambah beban pada sistem transportasi kota maupun antarkota yang tersedia. Kebutuhan transportasi massal yang dapat mengangkut banyak penumpang merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengurangi kemacetan di kota Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semakin serius menangani masalah sarana transportasi massal di DKI Jakarta dengan pembangunan beberapa proyek sarana transportasi massal seperti yang sudah ada saat ini, yaitu KRL Commuterline Jabodetabek dan bus Transjakarta. Maupun yang sedang dalam tahap pembangunan seperti Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), dan kereta Bandara Soekarno-Hatta. Dengan beberapa moda transortasi massal yang akan hadir di DKI Jakarta, moda transportasi massal tersebut akan bertemu di beberapa titik dan akan mempertemukan ratusan ribu penumpang setiap harinya. Oleh karena itu pengembangan kawasan transit atau Transit Oriented Development (TOD) perlu di persiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dukuh Atas merupakan salah satu kawasan transit terbesar akibat pertemuan beberapa moda transportasi sekaligus, yaitu Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), kereta Bandara Soekarno-Hatta, bus Transjakarta, dan Commuterline Jabodetabek. Dengan banyaknya moda transportasi massal yang akan ada di kawasan Dukuh Atas, diperlukan keintegrasian antar moda sehingga penumpang mendapatkan kemudahan untuk memilih moda transportasi yang diinginkan. Pembangunan stasiun terintegrasi antar moda merupakan solusi yang ideal karena stasiun terintegrasi nantinya memungkinkan masyarakat dapat berpindah dari moda transportasi yang satu ke moda yang lain, tanpa harus keluar dari stasiun tersebut.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:49746
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:15 Aug 2016 09:48
Last Modified:15 Aug 2016 09:48

Repository Staff Only: item control page