PERAN MODAL SOSIAL DAN INOVASI DALAM KINERJA UKM (Studi Pada Sentra Industri Kecil Bandeng Presto Kelurahan Tambakrejo dan Krobokan)

Setiyaningsih, Mei Rina and Mangunwihardjo, Suyudi and Kusumawardhani, Amie (2015) PERAN MODAL SOSIAL DAN INOVASI DALAM KINERJA UKM (Studi Pada Sentra Industri Kecil Bandeng Presto Kelurahan Tambakrejo dan Krobokan). Masters thesis, Diponegoro University.

[img]Microsoft Word
52Kb

Abstract

Di era perdagangan bebas saat ini, ekonomi UKM di Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan dari kompetisi global dan pergerakan bebas tenaga kerja terampil. UKM merupakan salah satu bagian terpenting dari perekonomian suatu negara. Salah satu solusi penting adalah dengan mengembangkan modal sosial dan menerapkan inovasi. Modal sosial dan inovasi dipertimbangkan sebagai kekuatan pendorong dibalik pengembangan sosial dan ekonomi di banyak negara, dan semakin diakui sebagai sumber keunggulan kompetitif yang signifikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana peran modal sosial dan inovasi dalam meningkatkan kinerja UKM khususnya di sentra industri kecil bandeng presto Kelurahan Tambakrejo dan Krobokan, Semarang. Informan pada penelitian ini adalah pemilik UKM di sentra industri kecil bandeng presto Kelurahan Tambakrejo dan Krobokan, Semarang. Data diperoleh dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi, yang selanjutnya dianalisis berdasarkan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial dan inovasi cukup berkontribusi dalam meningkatkan kinerja UKM meskipun hanya sebatas mendapatkan untung, bisa berjualan setiap hari, dan produk yang dijual laku. Sesuai dengan budaya Jawa, para pemilik UKM ini istilahnya nrimo apa adanya dengan hasil kinerja mereka. Mereka tidak ngoyo dalam berbisnis karena bagi mereka rejeki itu sudah ada yang mengatur. Lebih jauh lagi, modal sosial seperti (a) jejaring (network) terbagi ke dalam dua hal yaitu jejaring internal dan jejaring eksternal. Jejaring dilakukan dengan berlandaskan kekerabatan, kekeluargaan dan localness (budaya lokal); (b) kepercayaan (trust) memiliki beberapa fungsi yaitu untuk menjaga hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis seperti keluarga, pegawai, pelanggan, pemasok, tetangga, serta untuk membantu memperlancar dalam transaksi bisnis; (c) modal sosial informal (informal social capital) dilakukan dengan cara berbagi ilmu atau pengalaman bisnis dalam membuat bandeng presto baik dengan anggota keluarga maupun dengan orang-orang sekitar. Sementara itu, inovasi yang dilakukan oleh para pemilik UKM di dalam sentra industri tersebut masih sangat sederhana. Baik inovasi produk maupun inovasi pemasaran yang dilakukan tergolong ke dalam inovasi yang bersifat incremental yang mana hanya memperbaiki sesuatu yang sudah ada. Inovasi yang terjadi karena dipicu oleh adanya trend pasar.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Management
ID Code:48354
Deposited By:Mr Endhar Priyo Utomo
Deposited On:29 Mar 2016 16:32
Last Modified:29 Mar 2016 16:32

Repository Staff Only: item control page