PENATAAN KAWASAN INDUSTRI BATIK DI TRUSMI, CIREBON

LISTIYANI, LIA and Hermanto, Eddy and Riskiyanto, Resza (2015) PENATAAN KAWASAN INDUSTRI BATIK DI TRUSMI, CIREBON. Undergraduate thesis, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
853Kb
[img]
Preview
PDF
403Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1784Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3699Kb
[img]
Preview
PDF
279Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1124Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

831Kb
[img]
Preview
PDF
218Kb
[img]
Preview
PDF
177Kb

Abstract

Kerajinan Batik merupakan produk unggulan khas kebanggaan Indonesia yang telah diakui oleh dunia, dan secara resmi diakui UNESCO sebagai daftar representatif budaya tak-benda warisan manusia dan dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Dunia atau “World Heritage” oleh UNESCO tahun 2009. Salah satunya adalah motif “Mega Mendung” yang berasal dari Cirebon. Pada tahun 2012, Kabupaten Cirebon memiliki usaha batik sebanyak 404 unit dan tahun 2013 menjadi 521 unit. Salah satu kampung penghasil batik terbesar di Cirebon yaitu daerah Trusmi, Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon.Trusmi menjadi tempat berkunjung wisatawan untuk berbelanja batik yang banyak dijual di showroom-showroom batik.Meskipun begitu, Trusmi kurang mampu memaksimalkan potensi lingkungan yang dimilikinya dikarenakan lingkungan yang kurang terjaga kebersihannya dan aksesibilitas yang rendah.Perlu adanya suatu penataan bagi industri batik di Trusmi sehingga mampu mendorong peningkatan nilai fungsi dan menghidupkan kawasan industri yang juga sebagai kawasan wisata belanja batik di Cirebon dan sekitarnya. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai perancangan, estetika, dan citra kota. Hal ini berpengaruh pada bentuk dan sirkulasi kawasan nantinya.Dilakukan juga tinjauan mengenai industri batik dan prosesnya, terutama batik Cirebon. Selain itu, analisis instalasi pengolahan air limbah (IPAL) juga penting mengingat industri batik ini menghasilkan limbah batik yang akan sangat berbahaya jika langsung dialirkan kesungai. Sehingga kawasan Trusmi ini tidak hanya sekedar manjadi pusat industri batik namun juga mampu menjadi destinasi wisata budaya Batik yang terintegrasi di Cirebon dan sekitarnya. Konsep perancangan yang ditekankan adalah desain arsitekur tropis dengan memadukan ciri khas arsitektur tradisional kesultanan Cirebon dan arsitektur modern.Dengan ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi lingkungan dengan tetap menjaga kelestarian budaya dan arsitektur setempat sehingga mampu memiliki ciri khas daerah.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:46052
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:05 Aug 2015 10:34
Last Modified:05 Aug 2015 10:34

Repository Staff Only: item control page