Gelanggang Olahraga Basket di Kota Yogyakarta

Abdul Haq, Ahmad and Suprapti, Atik and E. Pandelaki, Edward (2015) Gelanggang Olahraga Basket di Kota Yogyakarta. Undergraduate thesis, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
410Kb
[img]
Preview
PDF
303Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1128Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

436Kb
[img]
Preview
PDF
257Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1525Kb
[img]
Preview
PDF
576Kb
[img]
Preview
PDF
265Kb
[img]
Preview
PDF
232Kb

Abstract

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, hal ini dikarenakan kualitas persaingan pelajar dan jumlah universitas yang ada. Setiap tahunnya banyak event olahraga yang digelar dan ditujukan untuk pelajar itu sendiri. Kompetisi basket saja setiap tahunnya rutin diadakan di DIY. Simpati Loop 3x3 Competition, LA streetball, hingga kompetisi paling bergengsi untuk siswa SMA Honda DBL. Hal ini membuktikan kota Yogyakarta sebagai salah satu Kota dengan Event basket yang sangat banyak melebihi event sepak bola atau bulutangkis itu sendiri. Kompetisi ini pun disambut baik oleh warga jogja. Ketua Umum PP Perbasi Anggito Abimanyu mengatakan, mendukung kompetisi basket antar pelajar ini. Dia menilai kompetisi ini merupakan ajang untuk membangun jiwa-jiwa penuh sportivitas dan persaudaraan. Kaum difabel mempunyai hak yang sama dalam hal berolahraga atau menjaga kebugaran tubuh. Meski secara fisik atau mental mereka mempunya keterbatasan tertentu, namun hak untuk mempertahankan dan menjaga kelangsungan hidup dengan berolahraga pun sama dengan orang normal lainnya. Oleh karena itu ajang paraolimpik diadakan dan di sana juga terdapat basket kursi roda sebagai salah satu cabang utamanya. Di Yogyakarta sebenarnya pernah dilakukan pelatihan terhadap guru sekolah luar biasa untuk mempelajari olahraga basket kursi roda ini. Pada tahun 2011 tepatnya di GOR UNY diadakan pelatihan bagi beberapa guru olahraga SLB mengenai olahraga ini. Namun perkembangan basket dan antusias atlet dari kota Jogja ini tidak disertai dengan dukungan infrastruktur yang ada. Setiap kompetisi yang digelar rutin ini diselenggarakan di gedung olah raga salah satu universitas negri atau swasta di Jogja. Dengan standar yang sebenarnya masih belum terpenuhi. GOR kridosono yang menjadi sport center jogja selama ini pun memiliki standar lapangan basket dan tribun yang sangat jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sebenarnya pada waktu lalu sempat terbuka kesempatan untuk memperbaiki keadaan ini pada tahun 2013. DI Yogyakarta memiliki keinginan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari penyelenggaraan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XIII/2013 menjadi ajang pembuktian kesiapan segala fasilitas maupun infrastruktur olahraga Yogyakarta sebelum ditunjuk menjadi tuan rumah PON. Untuk mendukung pemerintah dan mengakomodasi atlet muda hingga profesional dalam kompetisi lokal hingga internasional dalam olahraga basket maka perlu dibangun sebuah gedung olahraga basket dengan standar internasional dengan kapasitas tribun yang mencukupi yang mengakomodasi kaum difabel.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:45148
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:18 Feb 2015 11:44
Last Modified:18 Feb 2015 11:44

Repository Staff Only: item control page