PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SENTRA BATIK DAN TENUN DI PEKALONGAN

Fahmatina, Fathulia and Rukayah, R. Siti and Woro Murtini, Titien (2014) PENATAAN DAN PENGEMBANGAN SENTRA BATIK DAN TENUN DI PEKALONGAN. Undergraduate thesis, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
620Kb
[img]
Preview
PDF
343Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1033Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1181Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

900Kb
[img]
Preview
PDF
474Kb
[img]
Preview
PDF
299Kb

Abstract

Sebagai komoditas batik, Kota Pekalongan memiliki produk unggulan dan kebanggaan tersendiri yang pada dasarnya adalah salah satu warisan budaya dunia, ini terbukti dengan sebutan Kota Pekalongan sebagai Kota Batik serta dengan adanya sebutan baru saat – saat ini yaitu The World City Of Batik. Selain batik ada juga kerajinan khas Indonesia yang tidak kalah dengan corak dan motif Batik, kerajinan ini juga hampir dimiliki setiap daerah yang ada di Indonesia, yaitu Tenun Tradisional. Tenun tradisional ini dibuat dengan menggunakan tenaga manusia bukan tenaga mesin. Salah satu daerah penghasil tenun ATBM adalah Kota Pekalongan. Pemerintah Kota Pekalongan terus berusaha mengembangkan kerajinan tenun ATBM tersebut. Salah satu programnya dengan sentralisasi industri tenun ATBM. Sentra industri tenun ATBM yang dapat ditemukan di Kota Pekalongan berada di Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat. Puluhan tenaga kerja terserap dalam usaha tenun ini. Industri di sentra tenun ATBM Medono ini termasuk katagori industri kecil menengah. Para pengrajin yang rumahnya berada di jalan utama meciptakan sebuah showroom di rumah tinggalnya. Maka muncullah rumah - rumah produksi yang merupakan gabungan dari rumah tinggal, showroom, dan workshop (bengkel kerja). Perkembangan industri batik & tenun medono hanya memperhatikan aspek ekonomi dan kurang mempedulikan aspek lingkungan dan sosial. Ketidakseimbangan ini yang mengancam keberlanjutan kawasan sentra batik & tenun Pekalongan itu sendiri. Konsep window shopping ini diharapkan mampu mendorong sektor industri batik lebih maju dan semakin memperkenalkan proses produksi batik & tenun kepada masyarakat luas. Konsep desain di dalam penataan kawasan ini mengacu pada sustainable settlement yang diharapkan mampu menciptakan sebuah kawasan permukiman industri kecil yang secara berkelanjutan dapat memberdayakan masyarakat setempat sehingga dapat menunjang kehidupan masyarakatnya saat ini maupun di masa mendatang tanpa meninggalkan perhatian pada lingkungan. Konsep berkelanjutan merupakan salah satu konsep yang dapat menjadi pemecahan masalah antara industri, permukiman dan lingkungan yang menjadi perpaduan permasalahan yang ada di kawasan Karya Bakti.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:44046
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:20 Oct 2014 08:28
Last Modified:20 Oct 2014 08:28

Repository Staff Only: item control page