Redesain Pasar Kliwon Sebagai Pasar Modern Di Temanggung

WIDYASTUTI, HESTI and Bagus Pribadi, Septana and Sudarwanto, Budi (2013) Redesain Pasar Kliwon Sebagai Pasar Modern Di Temanggung. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro FT. Jurusan Arsitektur.

[img]
Preview
PDF
31Kb
[img]
Preview
PDF
70Kb
[img]
Preview
PDF
133Kb
[img]
Preview
PDF
202Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

2028Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

3307Kb
[img]
Preview
PDF
114Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

719Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

875Kb
[img]
Preview
PDF
163Kb

Abstract

Menurut Mari Elka Pangestu,Menteri Perdagangan, Potensi pasar tradisional di Indonesia sangat besar sebab retribusi dari pasar tradisional cukup besar kontribusinya bagi Pendapatan Asli Daerah. Tercatat 12,6 juta tenaga kerja terserap di sektor ini atau sekitar 10 persen dari jumlah tenaga kerja nasional."Pasar tradisional bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menjadi pasar wisata. (www.Kompas.com) Namun dewasa ini, kondisi pasar tradisional di tanah air saat ini semakin lama semakin menyusut tergerus dengan kokohnya pasar-pasar modern. Secara nasional jumlah pasar tradisional saat ini mencapai 13.450 pasar dengan jumlah pedagang di dalamnya sekitar 12,6 juta pedagang. Sedangkan pasar modern mengalami peningkatan pertumbuhan secara positif sekitar 31,4 persen. Bahkan dalam satu tahun terakhir sedikitnya 400 kios/pedagang di pasar tradisional tutup akibat dari kian pesatnya pertumbuhan pasar modern. Jika hal ini di biarkan maka posisi pasar tradisional kian terhimpit dari pesatnya pertumbuhan pasar modern. (Bussines News, 25 November 2010). Pertumbuhan Pasar modern seperti supermarket dan swalayan secara tidak langsung memberi dampak berkurangnya pengunjung Pasar Tradisional, ditambah lagi kurang terawatnya fasilitas Pasar Tradisional yang ada menyebabkan banyak orang lebih memilih Pasar modern yang jauh lebih nyaman dan lebih efektif. Permasalahan yang terdapat pada setiap Pasar Tradisional umumnya hampir sama, yaitu belum ada arahan penataan yang jelas mengenai pasar yang seharusnya. Dalam majalah Tempo edisi 11-17 Juni 2007 menjelaskan bahwa kesan yang dapat ditangkap dari kondisi pasar tradisional yaitu: kumuh, kusam, penuh dengan pedagang kaki lima, jorok, bau, tidak nyaman, semrawut, tidak tertata, sampah yang menumpuk dan tidak terangkut, produk yang kotor akibat sanitasi kotor, produk yang tidak variatif dan sebagainya. Hal ini seharusnya mulai dibenahi oleh pemerintah daerah yaitu dengan cara mengadopsi konsep pasar modern yang bersih, manajemen pasar yang baik, produk yang beragam dan keamanan yang terjamin. (www.wordpress.com).

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:42639
Deposited By:arsitek Agus Pramono arsitek
Deposited On:12 Mar 2014 08:54
Last Modified:12 Mar 2014 08:54

Repository Staff Only: item control page