PEMBANGUNAN WADUK KEDUNG OMBO DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI PADI SERTA ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN GROBOGAN (1981-2003)

silvia, sinta dewi (2010) PEMBANGUNAN WADUK KEDUNG OMBO DAN PENGARUHNYA TERHADAP PRODUKSI PADI SERTA ASPEK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN GROBOGAN (1981-2003). Undergraduate thesis, ilmu sejarah.

[img]Other (sejarah) - Published Version
443Kb

Abstract

INTISARI Penelitian ini mengkaji pembangunan Waduk Kedung Ombo dan pengaruhnya terhadap produksi padi serta aspek sosial ekonomi di Kabupaten Grobogan 1981-2003. Pokok permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah sejarah pembangunan Waduk Kedung Ombo dan pengaruh Waduk Kedung Ombo terhadap produksi padi serta aspek sosial ekonomi di Kabupaten Grobogan setelah dioperasikannya Waduk Kedung Ombo dan jaringan irigsinya dari tahun 1991 sampai tahun 2003. Penulisan penelitian ini menggunakan metode sejarah kritis, meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Heuristik adalah suatu kegiatan mencari dan mengumpulkan sumber, baik sumber primer maupun sumber sekunder. Kritik sumber yaitu penelitian terhadap sumber-sumber yang telah dikumpulkan dengan melakukan kritik ekstern dan intern untuk mengetahui otentisitas dan kredibilitas sumber. Interpretasi fakta dilakukan untuk mengumpulkan dan mengkaitkan fakta sejarah yang berhubungan dan sejenis. Interpretasi ini bertujuan untuk menafsirkan dan membandingkan fakta yang sudah terklarifikasi untuk diceritakan kembali. Historiografi bertujuan untuk memaparkan fakta dalam bentuk tulisan yang mudah dianalisis dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Pendekatan yang digunakan dalm penelitian ini adalah pendekatan sosiologi pertanian dan ekonomi. Pemakaian pendekatan sosiologi pertanian berguna untuk menganalisa fakta-fakta sosial berkaitan dengan golongan sosial, kemiskinan, serta konflik berdasarkan kepentingan di daerah irigasi Waduk Kedung Ombo, khususnya Kabupaten Grobogan. Sedangkan pendekatan ekonomi berguna untuk menganalisis berbagai persoalan ekonomi yang berkaitan dengan produksi pertanian dan investasi pertanian. Pembangunan Waduk Kedung Ombo dilatarbelakangi karena tidak berfungsinya pintu air Wilalung yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1918 sebagai penangkal bahaya banjir di Sungai Serang. Pembangunannnya mulai dilaksanakan dengan adanya survei, investasi, studi kelayakan oleh Proyek Perancangan Pengembangan Sumber-Sumber Air (P3SA) bersama dengan Nedeco, konsultan dari Belanda pada tahun 1969-1976. Pembangunan fisik Waduk Kedung Ombo mulai dilakukan pada tahun 1985 dan selesai pada tahun 1989. Dana yang digunakan untuk pembangunan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan bantuan luar negeri. Dengan kemampuan mengairi sawah seluas 59.400 ha yang disalurkan oleh jaringan irigasi, Waduk Kedung Ombo juga dibangun untuk tujuan pemenuhan irigasi sawah, pengendalian banjir, sarana pembangkit tenaga listrik, sarana penyedia air minum, sarana pariwisata, dan perikanan darat. Adanya pengairan yang cukup menyebabkan terjadinya perubahan pola tanam padi, yaitu 2-3 kali tanam. Hal ini berpengaruh pada peningkatan produksi padi dan tingkat pendapatan petani di Kabupaten Grobogan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:D History General and Old World > D History (General)
Divisions:Faculty of Humanities > Department of History
ID Code:3423
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:13 Jan 2010 11:12
Last Modified:13 Jan 2010 11:12

Repository Staff Only: item control page