PASAR BURUNG DI SEMARANG

RIZKI YANTI, NURUL (2011) PASAR BURUNG DI SEMARANG. Undergraduate thesis, Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.

[img]
Preview
PDF
114Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1569Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

948Kb
[img]
Preview
PDF
10Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

430Kb
[img]
Preview
PDF
81Kb
[img]
Preview
PDF
16Kb
[img]
Preview
PDF
35Kb
[img]
Preview
PDF
22Kb
[img]
Preview
PDF
5Kb
[img]
Preview
PDF
7Kb
[img]
Preview
PDF
5Kb

Abstract

Globalisasi telah membawa dunia menjadi sebuah area tanpa batas. Semua saling mempengaruhi sekaligus dipengaruhi dalam segala hal, termasuk perihal tingkat pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Begitu pula bangsa Indonesia sebagai salah satu masayarakat dunia, telah merasakan bagaimana tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh masyarakat dunia. Sektor perdagangan mempunyai konstribusi sangat dominant bila disbanding dengan sektor hotel dan restoran. Kota Semarang yang notabene merupakan ibukota provinsi, sekaligus salah satu kota besar di Indonesia, pasti sangat merasakan tuntutan masyarakatnya yang semaikn meningkat akibat naiknya tingkat perekonomian. Dalam hal ini kota Semarang harus terdapat fasilitas-fasilitas dan pelayanan ekonomi yang memadai dari segi kualitas dan kuantitas. Pasar merupakan fasilitas umum yang bersifat komersial yang memiliki peranan penting bagi pelayanan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Jenis pasar dapat dikategorikan dalam beberapa macam menurut kriteria – kriteria tertentu, salah satunya pasar burung yang merupakan bagian dari pasar yang memiliki fungsi khusus yaitu sebagai tempat jual beli hewan khususnya jenis burung. Perkembangan Pasar Burung di Semarang dinilai memiliki potensi dan prospek yang baik di masa depan sehingga patut untuk terus dikembangkan. Potensi Pasar Burung di Semarang selain menjadi tempat jual beli burung, juga sebagai tempat lomba kicau burung, juga sebagai wadah perkumpulan bagi pecinta burung. Hal ini didukung oleh semakin meningkatnya populasi masyarakat penggemar burung di Semarang yang tergabung dalam komunitas Paguyuban Pecinta Perkutut Tugu Muda Semarang (PPPTMS), Sendang Mulyo Bird Club (SDMBC) serta Paguyuban Pasar Burung Semarang (PPBS) yang aktif mengadakan latihan bersama (latber) seni suara burung. Selain itu di kota Semarang ini juga sering diadakan lomba kicau burung yang diikuti oleh rata-rata ratusan orang peserta dalam skala kota hingga nasional. Pasar Burung Karimata sebagai satu-satunya pasar burung resmi di Semarang selain memiliki potensi seperti yang dikemukakan di atas namun masih memiliki beberapa permasalahan, seperti masih adanya lorong yang kurang cahaya sehinggat terasa pengap, tidak berfungsinya sumur artetis yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh pengguna pasar. Jika ditinjau dari aspek tampilan bangunan serta arsitektur bangunan masih terdapat kelemahan dimana fasad dari pasar masih kurang menonjol serta pola dari bangunan masih monoton yang dapat menimbulkan kejenuhan. Permasalahan tersebut dianggap kurang mendukung bagi fungsi sebuah pasar burung. Pasar Burung Karimata yang berfungsi sebagai pasar yang dapat mewadahi kegiatan perdagangan bagi masyarakat penggemar burung, mampu menjadi pusat jual beli hewan jenis burung dan akomodatif bagi fasilitas umum masyarakat kota. Permasalahan lain yang timbul adalah banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berlokasi di Jalan Kartini sebagai salah satu akibat dari kurangnya tempat berjualan di dalam Pasar Burung Karimata. Perkembangan PKL muncul pada awalnya dikarenakan terdapat pasar burung Karimata yang memiliki skala pelayanan kota, sehingga berkembang PKL yang menjual dagangan sejenis. Gambar 1: PKL Burung di Jl. Kartini Hal ini terkait dengan yang dikemukakan oleh McGee (1977:20) bahwa PKL hadir di mana-mana dan bergerak sepanjang jalan-jalan menjual barangnya, mengerumuni sekitar pasar umum atau mereka berada di sepanjang tepi jalan di berbagai bagian kota. Selain itu dilihat dari jenis dagangan yang dijual dimana memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dengan lokasi PKL lain di Kota Semarang, yakni terdapat PKL burung dan PKL pakan burung. Pasar burung yang ada ada saat ini belum dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai wadah kegiatan perdagangan jual beli burung, penyaluran hobi para penggemar burung, serta sarana rekreasi bagi masyarakat luas. Dari sebab – sebab yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa diperlukan Perencanaan dan Perancangan suatu pasar khusus untuk perdagangan unggas khususnya burung di Semarang yang lebih efisien dan representative. Pasar Burung yang ada nantinya diharapkan dapat menjalankan fungsinya secara optimal sebagai wadah semua aktivitas di dalam Pasar Burung. 1.1 Tujuan dan Sasaran a. Tujuan Memperoleh suatu judul Tugas Akhir yang jelas dan layak, untuk menggali, memahami serta mengungkapkan seberapa jauh pemanfaatan existing Pasar Burung Karimata yang ada sekarang yang nantinya akan digunakan sebagai pendukung perencanaan dan perancangan dalam Pasar Burung di Semarang. b. Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses (dasar) perencanaan dan perancangan Pasar Burung Semarang berdasarkan aspek-aspek panduan perancangan (design guide lines aspect) dan alur pikir proses penyusunan LP3A dan Desain Grafis yang akan dikerjakan. 1.2 Manfaat a. Secara Subjektif • Untuk memenuhi persyaratan dalam menempuh Tugas Akhir sebagai penentu kelulusan Sarjana Strata 1 (S1) pada Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP Semarang tahun 2011. • Sebagai pedoman dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A). b. Secara Obyektif Bermanfaat untuk memperoleh wawasan dan pemahaman tentang Pasar Burung untuk Proposal Tugas Akhir yang diajukan, sebagai langkah awal dalam proses Tugas Akhir sebelum tahap penyusunan LP3A dan Studio Grafis. 1.3 Ruang Lingkup a. Ruang Lingkup Substansial Merencanakan dan merancang Pasar Burung di Semarang dan termasuk dalam kategori bangunan massa banyak yang memiliki fasilitas berskala regional. b. Ruang Lingkup Spasial Secara administratif, rencana tapak yang akan dipakai adalah tapak yang terletak di Kecamatan Gyamsari yang menempati BWK V, dengan memperhatikan fungsi tapak sebagai tapak untuk bangunan pasar. 1.4 Alur Bahasan & Alur Pikir Pembahasan dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan, memaparkan, kompilasi dan menganalisa data sehingga diperoleh suatu pendekatan program perencanaan dan perancangan untuk selanjutnya digunakan dalam penyusunan program dan konsep dasar perencanaan dan perancangan. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. Studi Literatur Studi kepustakaan dilakukan untuk memperoleh landasan teori, standart perancangan dan kebijaksanaan perencanaan dan perancangan melalui buku, katalog dan bahan-bahan tertulis lain yang bisa dipertanggungjawabkan. b. Studi Lapangan Studi lapangan dilakukan melalui observasi langsung di lapangan sehingga dan pendataan langsung di lokasi. c. Studi Banding Studi banding dilakukan untuk membuka wawasan mengenai fungsi dan standar fasilitas yang ada pada sebuah Pasar Burung sebagai wacana dalam perencanaan dan perancangan Pasar Burung di Semarang. 1.5 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur ini meliputi BAB 1 Pendahuluan Menguraikan mengenai latar belakang pentingnya Pasar Burung di Semarang, tujuan dan sasaran, manfaat, ruang lingkup, metode pembahasan dan sistematika pembahasan. BAB II Tinjauan Pustaka dan Studi Banding Menguraikan tentang pengertian pasar, macam pasar, fungsi pasar, persyaratan pasar dan fasilitas-fasilitas pendukung pasar, serta penekanan desain yang digunakan. Studi banding Pasar Karimata dan Pasar Aneka Satwa Yogyakarta yang meliputi kondisi fisik dan non-fisik serta analisanya. BAB III Tinjauan Kota Semarang Menguraikan tentang tinjauan umum, arah perkembangan dan fungsi utama Kota Semarang BAB IV Kesimpulan, Batasan dan Anggapan Mengungkapkan kesimpulan, batasan dan anggapan dari uraian pada bab sebelumnya. BAB V Pendekatan Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Menguraikan analisa fisik bangunan baik secara kualitatif maupun kuantitatif dimulai dari dasar pendekatan yang menjadi acuan bagi perencanaan dan perancangan sebuah pasar. BAB VI Program Dasar Perencanaan dan Perancangan Membahas mengenai konsep perancangan bangunan Pasar Burung yang meliputi konsep bentuk, penekanan desain yang digunakan,dan mengenai program perencanaan yang meliputi lokasi dan tapak terpilih, program ruang serta struktur dan utilitas bangunan.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code:33303
Deposited By:INVALID USER
Deposited On:09 Feb 2012 11:22
Last Modified:15 Jan 2016 10:56

Repository Staff Only: item control page