Optimasi rasio berat sodium hidroksida terhadap berat lemak pada transesterifikasi lemak biji rambutan (Nephelium lappaceum)

Rahmawati , Diana (2004) Optimasi rasio berat sodium hidroksida terhadap berat lemak pada transesterifikasi lemak biji rambutan (Nephelium lappaceum). Undergraduate thesis, FMIPA UNDIP.

[img]PDF
Restricted to Repository staff only

1589Kb
[img]
Preview
PDF
17Kb
[img]
Preview
PDF
365Kb
[img]
Preview
PDF
463Kb
[img]
Preview
PDF
395Kb
[img]
Preview
PDF
489Kb
[img]
Preview
PDF
446Kb
[img]PDF
Restricted to Repository staff only

600Kb
[img]
Preview
PDF
324Kb
[img]
Preview
PDF
359Kb
[img]
Preview
PDF
509Kb

Abstract

Biji rambutan merupakan sampah yang belum banyak diolah agar menjadi lebih bermanfaat. Pemanfaatan biji rambutan sangat mungkin dilakukan mengingat kandungan senyawa organiknya yang sangat beragam, misalnya lemak dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi lemak dan mengolahnya dengan metanol dan sodium hidroksida untuk menghasilkan metil ester asm lemak. Metil ester merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai biodiesel. Unutk memperleh produk metil ester secara optimum diperlukan optimasi rasio sodium hidroksida terhadap lemak. Reaksi dilakkukan dengan mencampurkan sodium hidroksida dan lemak dengan konsentrasi sodium hidrokdisa terhadap lemak sebesar 0, 05 %, 0,075 %, 0,1 %, 0,3 %, dan 0,5 % (b/b), kemudian masing — masing campuran secara terpisah direaksikan dengan metanol berlebih dengan perbandingan mol lemak terhadap metanol 6 : 1 selama 45 menit pada suhu refluks. Setelah reaksi selesai, lapisan atas yang mengandung metil ester asam lemak dipisahkan dan ditimbang. Diketahui bahwa rendemen metil ester sebesar 18,5 % merupkan basil optimum yang diperoleh dan campuran sodium hidroksida — lemak pada 0,1 % (b/b). Dapat disimpulkan bahwa rasio optimum sodium hidroksida — lemak untuk direaksikan dengan metanol berlebih adalah sebesar 0,1 %. Rendemen metil ester yang rendah disebabkan terjadi reaksi penyabunan yang terjadi saat pembentukan metil ester. Rambutan seed is a vegetable waste that its advantegeous has not been explored yet. It is very possible to do so since their various organic compounds for example lipid could be used as raw material of biodiesel. The research was done to isolate the lipid and to treat it with methanol using sodium hidroxide to produce fatty acid methyl ester. The methyl ester is one of many compounds existing in biodiesel. To get the methyl ester optimally it was necessary to do experiment of optimum ratio of sodium hidroxide to the lipid in the reactions. The research was carried out by mixing sodium hidroxide and the lipid with concentrations of sodium were 0.05 %, 0.075 %, 0.01 %, 0.03 %, 0.5 % (w/w), then each mixture was independently reacted with methanol excess for 45 minutes on reflux temperature. After the reaction was over, the upper layer containing fatty acid methyl ester then was separated and weighed. It was known that the methyl ester of 18.5 % as optimum product of the reaction and those was produced by employing sodium hidroxide and the lipid mixture of 0.1 % (w/w). It could be concluded that the optimum ratio of sodium hidroxide and the lipid treated in presence excessive methanol was 0.1 % w/w. The lower product of the methyl ester migh be caused by undesired saponification reaction occuring along the methyl ester formation.

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:Q Science > QD Chemistry
Divisions:Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry
ID Code:31015
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:11 Nov 2011 09:41
Last Modified:11 Nov 2011 09:41

Repository Staff Only: item control page