PENGARUH PENATAAN BANTARAN SUNGAI BAU-BAU TERHADAP POLA HUNIAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TOMBA DAN BATARAGURU KOTA BAU-BAU

KARIM, TONY (2010) PENGARUH PENATAAN BANTARAN SUNGAI BAU-BAU TERHADAP POLA HUNIAN MASYARAKAT DI KELURAHAN TOMBA DAN BATARAGURU KOTA BAU-BAU. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2280Kb

Abstract

ABSTRACT Bau-Bau is a city of hilly topography where there is a river cross the downtown that is Bau-Bau River. As general condition in Indonesia, there is crowded residence in the surrounding of riverbanks of Bau-Bau River since long time ago. The residence poorly develops even it seems a slum. People places Bau- Bau River as the behind/side of their home, therefore the area of flood plain is not comfort by the garbage area. Hence the Local Government of Bau-Bau builds a settlement bank of the river to improve environmental quality and avoid the area around the banks of the river became a dump in 2006 to the present. Programs of structuring is dredging the river and improving the way of inspection area of the riverbanks in the area Tomba and Bataraguru Village. The problems of residence in the riverbanks of Bau-Bau is that the poorly settlement. River has not made as part of the house community and the public behavior of the garbage house on the banks of the river or on the body. According to the problems, the writer reveals the statement of problems that is ‘How is the impact of structuring the riverbanks of Bau-Bau to the people residence pattern in the village of Tomba dan Bataraguru in the South East Sulawesi Province. Purpose of the research is to observe the impact of structuring to the people residence pattern in the surrounding of riverbanks. The objectives of the research are to identify people characteristics that live in this area, to analyze people residence physics after structuring and to observe people activities after structuring. Method of the research is quantitative descriptive approach. Whereas the primary data collection is conducting by questionnaire spread with random sampling and observation in the research location. The writer visited some instances such as Tomba and Bataguru Village Office and, Public Works Official, Agency for Regional Development and Urban and Buildings Planning of Bau- Bau. The result of analysis is known that there is a change of people residence pattern in this area. 7.6% of people have changed the direction of their home facing front to the river after structuring. 18.5% of people who renovate their home regard to the structuring and 18.4% houses have addition function that is being a place to do business as well as a place to live. The behavior in throwing out the garbage is significantly changed. There is reduction of people behavior in throwing the garbage in the river of 38.4% before structuring of 44.6% and after structuring is 6.2%. The people have changed after the research was conducted regarding to the behavior of throwing the garbage in the river. However it is found that some people throw the garbage to the riverbanks. The conclusion of research is that the program of structuring riverbanks of Bau-Bau has an impact to the people residence pattern even it is still less percentage. The research recommends that it is necessary to conduct empowerment and renovation assist for the houses of people of less income who live in the area of riverbanks of Bau- Bau hence they are able to live in properly residence. Keywords : Impact, Structuring, Riverbanks, Residence Pattern ABSTRAK Kota Bau-Bau merupakan sebuah kota dengan topografi berbukit dimana terdapat sebuah sungai yang membelah pusat kota yaitu Sungai Bau-Bau. Seperti kondisi pada umumnya di Indonesia, di sekitar bantaran Sungai Bau-Bau telah lama tumbuh permukiman masyarakat yang cukup padat. Permukiman yang ada tumbuh tidak beraturan bahkan terkesan kumuh. Apalagi masyarakat disekitar bantaran sungai masih menempatkan Sungai Bau-Bau menjadi bahagian samping/belakang rumahnya, sehingga daerah bantaran menjadi tidak nyaman karena dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan menghindari agar kawasan sekitar bantaran sungai tersebut menjadi tidak kumuh, maka pada tahun 2006 hingga saat ini Pemerintah Kota Bau-Bau mengadakan penataan bantaran sungai Bau-Bau. Program penataan yang dilaksanakan adalah pengerukan Sungai Bau-Bau dan peningkatan jalan inspeksi dikawasan bantaran sungai dalam wilayah Kelurahan Tomba dan Bataraguru. Permasalahan perumahan di kawasan bantaran Sungai Bau-Bau adalah bahwa hunian masyarakat belum tertata dengan baik. Sungai belum dijadikan sebagai bagian depan rumah masyarakat dan perilaku masyarakat yang membuang sampah rumah di bantaran atau di badan sungai. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti mengambil sebuah pertanyaan penelitian yaitu “Bagaimana pengaruh penataan bantaran Sungai Bau-Bau terhadap pola hunian masyarakat di Kelurahan Tomba dan Bataraguru Kota Bau-Bau Propinsi Sulawesi Tenggara. Adapun tujuan penulisan tesis ini adalah untuk melihat pengaruh penataan ini terhadap pola hunian masyarakat disekitar kawasan bantaran sungai tersebut. Sedangkan sasaran dari penelitian ini adalah; mengidentifikasi karakteristik masyarakat yang tinggal dikawasan bantaran sungai, menganalisis fisik rumah masyarakat setelah adanya penataan dan melihat aktivitas masyarakat setelah adanya penataan ini. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data primer dilaksanakan dengan cara menyebarkan kuesioner secara random sampling dan observasi di lokasi penelitian. Untuk kebutuhan data lainnya dilakukan dengan cara mengunjungi instansi-instansi terkait seperti Kantor kelurahan Tomba dan Bataraguru, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda dan Dinas Tata Kota dan Bangunan Kota Bau-Bau. Hasil analisis diketahui bahwa telah ada perubahan pola hunian masyarakat yang tinggal dikawasan tersebut. Terdapat 7,6% masyarakat yang mengubah arah hadap rumahnya menjadi menghadap sungai setelah penataan. Sebanyak 18,5% masyarakat yang memperbaiki rumahnya dengan alasan adanya penataan serta 18,4% rumah yang mengalami penambahan fungsi, yaitu tidak saja sebagai tempat tinggal namun juga sebagai tempat usaha. Perilaku masyarakat dalam membuang sampah rumah tangganya mengalami perubahan yang cukup besar. Telah ada penurunan kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai sebesar 38,4%, dari sebelum penataan sebesar 44,6% dan setelah penataan menjadi 6,2%. Kebiasaan masyarakat yang membuang limbah rumah tangganya ke badan sungai dengan adanya penataan ini sudah jauh berkurang. Namun demikian masih ditemukan adanya masyarakat yang membuang sampah ke badan sungai. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa program penataan bantaran Sungai Bau-Bau mempunyai pengaruh terhadap pola hunian masyarakat walaupun prosentasenya kecil. Sedangkan rekomendasi yang diajukan dalam penelitian ini adalah perlunya pemberdayaan dan bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dikawasan bantaran sungai Bau-Bau sehingga dapat menempati rumah yang layak huni. Kata kunci : Pengaruh, Penataan, Bantaran Sungai, Pola Hunian

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:23687
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:03 Nov 2010 12:32
Last Modified:24 Nov 2011 11:26

Repository Staff Only: item control page