EVALUASI KINERJA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT IV PADA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG

S U D J A R W O , S U D J A R W O (2008) EVALUASI KINERJA PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT IV PADA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SEMARANG. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1504Kb

Abstract

Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Semarang sebagai penyedia layanan (Provider) di bidang kediklatan di lingkungan Departemen Agama di Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta perlu mengambil langkah-langkah persiapan dan perencanaan yang matang dalam mewujudkan sasaran-sasaran program pendidikan dan pelatihan yaitu untuk mewujudkan sumber daya aparatur yang berkemampuan dalam melaksanakan tugas dan fungsi jabatannya. Untuk itu informasi berkenaan dengan kinerja lembaga menjadi penting, apakah kinerja kebijakan, kinerja program maupun kinerja kegiatan atau kinerja proses yang akurat dan meyakinkan berdasarkan hasil penelitian guna mendukung pengambilan keputusan bagi manajemen. Penelitian kali ini bertujuan untuk mendiskripsikan status kinerja pelayanan akademik, untuk mengetahui aspek-aspek pelayanan akademik yang perlu ditingkatkan, serta untuk mengetahui cara peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja pelayanan akademik. Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis kinerja. Pendekatan analisis kinerja yang digunakan adalah analisis input-proses-output. Evaluasi kinerja ini juga dapat dikatakan sebagai evaluasi diagnostik, karena dengan hasil temuan dalam penelitian ini dapat diketahui kendala utama dalam pelayanan akademik dan cara mengatasinya. Masalah yang dianalisis adalah tentang pelayanan akademik Diklatpim Tingkat IV dikaji dari indikator inputs pelayanan, indikator proses pelayanan, dan outputs pelayanan. Masing-masing diperbandingkan antara kinerja standarnya dengan kinerja realisasinya. Pertama, perbandingan antara kinerja standar inputs dengan standar realisasi inputs. Dari hasil perbandingan tersebut ditemukan beberapa informasi aspek-aspek yang berkinerja kurang atau rendah, yaitu: kinerja kelas 62,35 % dan kinerja seleksi peserta 10%. Kedua, perbandingan antara kinerja standar proses dengan kinerja realisasi proses. Dari hasil perbandingan tersebut ditemukan informasi aspek yang berkinerja terendah pada kinerja proses adalah pada unsur penyelenggaraan aspek persiapan dengan nilai rata-rata terendah 70 (Sedang). Ketiga, perbandingan antara kinerja outputs standar dengan kinerja outputs realisasi. Dari hasil perbandingan tersebut diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata terendah 72,52 (Sedang) pada item kepemimpinan pada aspek sikap & Perilaku. Dan pada aspek akademik/ penguasaan materi nilai rata-rata terendah adalah 75,28 (baik) pada item ujian akhir. Melalui penelitian ini pula kami mencoba mengevaluasi kinerja kebijakan sebagai pengembangan, dengan fokus sasaran pada kinerja outcomes. Dari analisis kinerja outcomes diperoleh informasi bahwa pada umumnya atasan langsung alumni menyatakan bahwa setelah mengikuti Diklatpim Pola pikir & Cara Kerja mereka Bagus. Adapun sebagian besar capaian kinerja Perilaku Kerja adalah Kurang Bagus. Secara garis besar laporan penelitian ini mengungkapkan makna dibalik status kinerja pelayanan akademik dan makna dibalik kinerja yang masih rendah, serta saran tindak lanjut dalam mengatasi berbagai kendala tersebut.Kinerja inputs yang masih rendah adalah kinerja peserta, kinerja kelas dan kinerja seleksi peserta. Hal ini terjadi karena beberapa kemungkinan sebab, yaitu: adanya gap persepsi pada level manajemen tentang resources yang harus disiapkan secara memadai untuk mendukung pelaksanaan program dan kebijakan yang telah ditentukan. Kemungkinan lain adalah sistem informasi yang masih buruk sehingga yang terjadi bahan pengambilan keputusan menjadi tidak memadai dan akhirnya keputusan-keputusan yang diambil khususnya berkenaan dengan penyediaan resourses menjadi tidak efektif bahkan keputusan yang diambil menimbulkan masalah - masalah baru. Dan bisa juga kinerja input kurang disebabkan oleh rendahnya komitmen pimpinan. Kinerja proses yang masih rendah kinerjanya adalah unsur penyelenggaraan aspek persiapan dengan nilai rata-rata terendah 70 (Sedang). Hal itu terjadi karena pada umumnya panitia penyelenggara berprinsip tanpa koordinasi persiapanpun program berjalan. Meskipun dalam kenyataan masih terdapat sering ditemui di lapangan. Selain itu adanya keengganan dikalangan pimpinan atau pejabat struktural untuk berkoordinasi. Peneliti menduga keras hal itu terjadi karena tidak difahaminya manfaat koordinasi dan akibat dari tidak adanya koordinasi seperti kesimpangsiuran, overlapping, penundaan, pengajuan dan sebagainya. Kinerja Outputs yang masih rendah adalah aspek kepuasan peserta ketika di permanent system lebih rendah dari pada penilaian kinerja panitia pada akhir program. Suatu hal yang sewajarnya karena mereka merasa bebas menyatakan pikiran dan perasaannya. Pada kinerja outcomes diperoleh informasi nilai dasar budaya kerja dalam pola pikir & cara kerja bagus, sedang nilai budaya kerja dalam perilaku kerja kurang bagus. Penomena ini mengindikasikan bahwa pemahaman kerja lebih bagus dari pada perilaku kerja. Artinya ranah kognitif tidak selalu sejalan linier dengan ranah afektip dan psikomotorik. Dapat pula diartikan penomena tersebut sebagai pada umumnya pejabat setingkat eselon IV di lingkungan Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta berkecenderungan kurang konsisten dalam menerapkan ilmu yang dikuasainya. Atau dengan kata lain penerapan ilmu yang dimiliki masih rendah. Hal itu terjadi kemungkinan karena sistem pengawasan internal juga lemah dan koordinasi secara vertikal kurang. Langkah-langkah yang disarankan untuk meningkatkan kinerja pelayanan akademik Diklatpim Tingkat IV Angkatan II, meliputi: sumber daya manusia khususnya peserta, unsur hardware yang perlu ditingkatkan adalah kelas dan sarananya, laboratorium peralatan dan manajemennya. Untuk mengatasi kinerja inputs yang rendah disarankan agar dilakukan peningkatan komitmen bagi para manajemen.Untuk mengatasi kinerja proses perlu ditumbuhkan semangat berkoordinasi sebagai bagian tanggung jawab dalam mengemban amanat. Pada kinerja outputs yang masih rendah, solusinya perlu dibuatkan protap penyelenggaraan pelayanan akademik Diklatpim Tingkat IV dan dipedomani oleh seluruh unsur. Rekomendasi yang diajukan kepada pejabat terkait diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi kinerja pelayanan akademik Diklatpim Tingkat IV Angkatan II bertujuan untuk mendiskripsikan status kinerja pelayanan akademik, untuk mengetahui aspek-aspek pelayanan akademik yang perlu ditingkatkan, serta untuk mengetahui cara peningkatan efisiensi dan efektivitas kinerja pelayanan akademik. Selanjutnya penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis kinerja. Metode penelitian yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi dokumentasi, observasi dan wawancara, serta angket. Untuk pengolahan data menggunakan pendekatan triangulasi. Adapun pendekatan analisisnya menggunakan analisis input-proses-output. Berdasarkan hasil analisis penelitian ditemukan beberapa temuan penelitian, yaitu: Status kinerja inputs kurang. Status kinerja proses baik. Sedang status kinerja outputs sedang. Kurang kinerja inputs disebabkan oleh rendahnya komitmen terhadap penyediaan faktor sumber pelayanan. Aspek pelayanan akademik yang masih berkinerja rendah semua berada pada indikator inputs tersebar pada unsur-unsur: hardware, dan software khususnya pada aspek kualifikasi peserta, penyediaan kelas, dan seleksi peserta. Akhirnya dapat dikemukakan bahwa faktor pendukung layanan akademik baik hardware maupun software masih perlu pembenahan yang memadai. Perubahan pola pikir dan pola kerja sumber daya aparatur tidak selalu berjalan sejajar dengan sikap dan perilaku kerja. Untuk mengoptimalkan peningkatan kompetensi alumni diklat, agaknya pembinaan langsung oleh atasan secara berkelanjutan menjadi sangat penting. The performance evaluation research in academic services at Education And Training For The Fourth Level Of The Leadership Second Group intended to descript the performance status in academic services, to know which are the aspects of academic services should be upgraded, and to know how to leverage the efficiency and the effectivity in academic services performance. In this project of research adopt the qualitative descriptive with performance analysis techniqe. In the methode do applying for collecting data by: documentation study, observation and an interview, and then the angket. For processing data using the triangulasi approach. Furthermore in its data analysis using input-process-outputs analysis. Based on the result of those analysis getting few points of the research. Those are: Inputs performance status are in low-level. Process performance denothing in good performance. And the outputs performance in midle level. The lack of inputs performance, it caused by lack of commitment in providing resources for service. Especially spread over the inputs performance aspects such as; hardware and software factors particularly in attendants qulifications aspects, preparing the class, and in recruitment process. Finally it could be explained that facilitating in performance whatever in hardware and software must be prepared properly. The change on frame of thinking and in frame of attitude & behaviour in working, both are not always run similarly. In optimizing the result of education and training for the Alumni’s competance, it should be followed by the routine guidance and built in controll. This effort continualy is quite effective in developing the employee’s act and conduct.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:J Political Science > JF Political institutions (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Public Administration
ID Code:18467
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:02 Aug 2010 10:01
Last Modified:02 Aug 2010 10:01

Repository Staff Only: item control page