ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN WISATA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DI KERATON SURAKARTA HADININGRAT

SUPRAPTO, ARIS (2005) ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN WISATA DALAM PENGEMBANGAN POTENSI PARIWISATA DI KERATON SURAKARTA HADININGRAT. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1824Kb

Abstract

Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu obyek wisata budaya andalan dan ciri khas bagi Kota Surakarta dan sebagai cagar budaya. Obyek wisata ini sangat berpotensi untuk digali dan dikembangkan sebagai kawasan wisata seni dan budaya. Namun keadaannya sekarang, Keraton Surakarta Hadiningrat seperti jalan ditempat, pengelolaan yang belum optimal mengakibatkan banyak bangunan yang tidak terawat maupun berpindah tangan dan jumlah kunjungan wisatawan yang cenderung menurun dari tahun ke tahun. Pertumbuhan kawasan sekitarnya yang tidak terkendali semakin mengancam eksistensi keraton sebagai cagar budaya. Permasalahan menjadi semakin komplek dengan adanya konflik intern keraton masalah suksesi yang sampai sekarang belum selesai. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas diperlukan suatu kajian mengenai aspek penawaran dan permintaan wisata serta pengelolaannya dan strategi pengembangannya sehingga potensi yang dimiliki oleh Keraton Surakarta Hadiningrat sebagai aset budaya bangsa tetap eksis, dapat tumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis komponen penawaran dan permintaan wisata dan menganalisis manajemen pengelolaannya dalam pengembangan potensi pariwisata di Keraton Surakarta Hadiningrat. Analisis yang dilakukan dalam studi ini adalah analisis BCG sebagai analisis awal yang digunakan untuk mengetahui kesesuaian antara aspek penawaran dan permintaan sehingga akan diketahui arahan pengembangannya. Kemudian akan dilakukan analisis pengelolaan Keraton Surakarta Hadiningrat untuk mengetahui manajemen dan permasalahan yang ada. Dan berdasarkan analisis-analisis diatas kemudian akan dilakukan analisis SWOT untuk mengetahui strategi dan arahan dalam pengembangan kawasan wisata Keraton Surakarta Hadiningrat. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung ke keraton dan pengelola dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dan Accidental Sampling. Dari analisis BCG posisi penawaran dan permintaan wisata berada pada posisi kuadran ketiga atau Problem Children, berarti posisi penawaran tinggi tetapi permintaan rendah. Dalam pengelolaannya banyak permasalahan yang dihadapi yaitu lembaga yang dibentuk belum bekerja secara optimal dan lebih cenderung bercorak tradisional, sehingga sistem manajemen yang diterapkan juga belum mapan dan belum optimal,keterbatasan dana sehingga banyak bangunan keraton sebagai cagar budaya yang kurang terawat dan beralih fungsi atau dijual ke swasta,benda bersejarah koleksi museum banyak yang hilang, hal ini ditambah dengan pertumbuhan kawasan sekitarnya yang tidak terkendali dengan baik dan juga konflik suksesi yang berkepanjangan.Untuk pengembangan kawasan wisata Keraton Surakarta Hadiningrat ke depan perlu langkah dan strategi sebagai berikut : mengoptimalkan semua kekuatan yang dimiliki, pengelolaan yang profesional dan bertanggungjawab dalam menjaga keraton sebagai cagar budaya,meningkatkan promosi dan informasi seluas-luasnya, membuka pasar baru dengan mengoptimalkan Bandara Internasional Adi Sumarno dan menjalin kerjasama satu kawasan Subosukowonosraten dengan konsep region state, meningkatkan pelayanan dan kenyamanan bagi wisatawan serta penyelesaian konflik intern keraton secara damai. Surakarta Hadiningrat Palace is one of the main tourism objects, the landmark of Surakarta City and the cultural preservation. It has potencies to be developed and promoted as an art and cultural tourism area. However, Surakarta Hadiningrat Palace is stagnant now. The management is not optimum and so many buildings are not well treated or the ownership is transferred to others and the number of visitors is decreasing continously. The surrounding growth is out of control and threats palace existence as cultural preservation. The problems are getting more complicated by the presence of palace internal conflict on succession matters and it has not resolved yet. On the basis of the matters above, it is necessary to study the aspects of tourism supply and demand, the management, and the development strategy so that the potencies owned by Surakarta Hadiningrat Palace, as the cultural assets, remain exist and can be developed. The purpose of this research was to analyze the components of tourism supply and demand, and the management system to develop tourism potencies in Surakarta Hadiningrat Palace. The analysis conducted in this study was BCG analysis as the initial analysis applied to recognize the agreement between supply and demand aspects so that the development objectives could be identified. Then, the management analysis on Surakarta Hadiningrat Palace would be conducted to recognize the existing management problems. In addition, on the basis of analysis above, SWOT analysis would be conducted to recognize the strategies and directions to develop the tourism area of Surakarta Hadiningrat Palace. The samples used in this research were the tourists visiting the palace and the managers by Purposive Sampling and Accidental Sampling. On the basis of BCG analysis, the position of tourism supply and demand was on the third quadrant or Problem Children. It means the supply position is high but the demand is low. In the management system, there were so many problems faced by the established institution; it did not work optimally and tend to have traditional character so that the management system applied was not stable and optimum. The lack of financial support caused so many palace buildings were untreated properly and transferred or sold to privates. In addition, many historical treasures of palace were gone, the surrounding growth was out of control and the continuous succession fell into conflict. For the development of Surakarta Hadiningrat Palace as the tourism area in the future, it is necessary to apply the steps and strategies as follows: optimizing all resources, developing a professional and responsible management to maintain the palace as a cultural preservation, enhancing promotions and information widely, opening new markets by optimizing Adi Sumarmo International Airport and having one area cooperation of Subosukowonosraten by region state concept, enhancing services and comforts for tourists and settling the palace internal conflict in peace ways.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:16524
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:13 Jul 2010 09:15
Last Modified:13 Jul 2010 09:15

Repository Staff Only: item control page