PENGARUH PEMAKAIAN SERAT KAWAT BERKAIT PADA KEKUATAN BETON MUTU TINGGI BERDASARKAN OPTIMASAI DIAMETER SERAT

Ariatama, Ananta (2007) PENGARUH PEMAKAIAN SERAT KAWAT BERKAIT PADA KEKUATAN BETON MUTU TINGGI BERDASARKAN OPTIMASAI DIAMETER SERAT. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2159Kb

Abstract

Concrete has weakness in the lower tensile strength and it is brittle so that concrete is given steel enforcement to overcome it. In the research, the concrete mix is given additional material of galvanic fiber wire. The addition is meant to increase the strength of the concrete. Wire fiber used is 0.6 mm in diameter and 36 mm, 45 mm and 54 mm in length. For the diameter of 0.9 mm, the lengths are 54 mm, 67.5 mm and 81 mm. For the diameter of 1.2 mm, the lengths are 72 mm, 90 mm and 108 mm so that it is gained the ratio aspect of every diameter as many as 60, 75 and 90. The test on the concrete includes compressive strength test, tensile strength test and flexural strength test. The compressive and tensile strength test were conducted on cylindrical testing materials with 300 mm in height and 150 mm in diameter. The test of flexural strength was conducted on a beam shaped material with size of 150 mm × 150 mm × 600 mm. Fiber used is hooked. The testing material consists of 54 cylinders and 27 fiber concrete cubes as well as 6 cylinders and 3 normal concrete cubes. The fiber concentration for each fiber concrete is 2 %. From the slump test, it can be concluded that the adding and increasing of the fiber diameter will reduce workability of the concrete mix. From the test, it is gained that the compressive strength test, tensile strength test and flexural strength test of the concrete are higher than they are in normal concrete. From the test on compressive strength and tensile strength, it is gained optimum value on the diameter of 0.9 mm and the fiber length of 67.5 mm. The compressive strength test rises as many as 14.67 % compared with it is at normal concrete. The tensile strength test rises as many as 33.46 % from it is of normal concrete. From flexural strength test of the concrete, it is gained the optimal value at the diameter of 0.9 mm with the length of 54 mm. In the flexural strength test, it is gained a rise of 48.06 % compared with it is at normal concrete. Beton mempunyai kelemahan yaitu mempunyai kuat tarik yang rendah dan bersifat getas (brittle) sehingga beton diberi tulangan baja untuk mengatasi tegangan tarik. Pada penelitian ini campuran beton diberi bahan tambah serat dari kawat galvanis. Dengan penambahan serat ini diharapkan diperoleh peningkatan kekuatan pada beton. Serat kawat yang digunakan mempunyai diameter 0,6 mm dengan panjang 36 mm, 45 mm dan 54 mm. Untuk diameter 0,9 mm dengan panjang 54 mm, 67,5 mm dan 81 mm. Untuk diameter 1,2 mm dengan panjang 72 mm, 90 mm dan 108 mm sehingga diperoleh aspek rasio untuk tiap-tiap diameter 60, 75 dan 90. Pengujian beton meliputi kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur. Untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan terhadap benda uji berbentuk silinder dengan tinggi 300 mm dan diameter 150 mm. Untuk pengujian kuat lentur dilakukan terhadap benda uji berbentuk balok dengan ukuran 150 mm × 150 mm × 600 mm. Serat yang digunakan dalam bentuk berkait. Benda uji terdiri dari 54 silinder dan 27 balok beton serat serta 6 silinder dan 3 balok beton normal. Konsentrasi serat untuk masing-masing beton serat adalah 2 %. Dari pengujian slump test dapat disimpulkan bahwa penambahan serta semakin besarnya diameter serat akan menurunkan workability dari campuran beton. Dan dari pengujian diperoleh kuat tekan, kuat tarik belah dan kuat lentur beton yang lebih tinggi dari beton normal. Sedangkan dari hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah didapatkan nilai yang optimal pada diameter 0,9 mm dengan panjang serat 67,5 mm. Untuk kuat tekan mengalami peningkatan 14,67 % dibandingkan beton normal. Untuk kuat tarik belah mengalami peningkatan 33,46 % dari beton normal. Dari pengujian kuat lentur beton didapatkan nilai yang optimal pada diameter 0,9 mm dengan panjang 54 mm. Pada pengujian kuat lentur diperoleh peningkatan 48,06 % dibandingkan beton normal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Civil Engineering
ID Code:16414
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:12 Jul 2010 09:08
Last Modified:12 Jul 2010 09:08

Repository Staff Only: item control page