KESESUAIAN PEMANFAATAN WADUK CACABAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ALAM DI KABUPATEN TEGAL

SUMARGO , AGUS (2006) KESESUAIAN PEMANFAATAN WADUK CACABAN DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ALAM DI KABUPATEN TEGAL. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1759Kb

Abstract

Rumen is the construction, which is developed across the river in order to elevate the water surface level or to maintain the falling level, so that the water could be absorbed and flowed into the consider necessary place, which has the function as irrigation facility. However, it could also be used for tourism or the water source electricity power system place. Cacaban rumen is one of the government of Tegal Regency assets built on the year 1952 as the irrigation facility, and since 1986, in order to optimize the common resource, has been functioned by the local government as the tourism facility. Along with the hydrological condition of the Cacaban rumen range area, it could be acknowledged that the water range volume that is decreasing caused by the environment degradation and sedimentation upon the upper course, which entered the rumen. Which raise a question of does not the use of Cacaban rumen as the nature tourism place disturb the principal function as the irrigation facility. With the research question of how is the way to preserve the major function constancy as irrigation facility and as the additional function of the nature tourism territory. The purpose of the research is to arrange the guideline of the Cacaban rumen exploitation upon the development of nature tourism territory in Tegal regency with the specification of identifying the physical condition and the management system as the irrigation facility, identifying the rumen area to be used to be the nature tourism territory, analyzing the match of the major and the additional function, analyzing the government policy upon the rumen, analyzing the surrounding community participation and giving the recommendation of the guideline of the Cacaban rumen exploitation upon the development of nature tourism territory in Tegal regency. To acknowledge the function match of the rumen, one of the methods, is by comprehending the balance between the activity pattern and and the determination of the territory zone. The research used analysis of descriptive qualitative with the overlay approach method to describe both relations, whereas there were several mismatches such as the existence of activity in the dangerous territory zone that should be closed for public, the existence of cultivation activity in the prohibited asylum and the damage of protected territory so to re-allocate the activity should be mach with the zone plan and the nature tourism territory development with ecologically sustainable development. Pursuant to study finding and analysis at this research can be taken by some conclusion that Exploiting accumulating basin by multi function do not oppose against concept awaking up of a rumen, Aktifitas tourist pattern in this time still concentration in especial building of a rumen which in fact represent danger area, Area Zonasi represent one of the effort take care of compatibility of rumen function as irrigation medium and wisata medium, therefore inappropriate area exploiting of zonasi require to be arranged in order with friction of aktifitas. Waduk adalah konstruiksi yang dibangun nelintang sungai yang sengaja dibuat untuk meninggikan taraf muka air atau untuk mendapatkan tinggi terjun, sehingga air dapat disadap dan dialirkan secara grafitasi ketempat yang membutuhkannya, fungsi utamanya sebagai sarana irigasi, tetapi tidak tertutup kemungkinan mempunyai fungsi lain misalkan sebagai sarana wisata atau sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air. Waduk cacaban sebagai salah satu Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dibangun pada tahun 1952 sebagai sarana irigasi, dan sejak tahun 1986 dalam rangka mengoptimalkan sumber daya yang ada, oleh pemerintah daerah juga difungsikan sebagai sarana wisata. Seiring kondisi hidrologis daerah tangkapan air waduk Cacaban yang semakin kritis, volume tangkapan air yang semakin menurun akibat degradasi lingkungan di daerah hulu dan sedimentasi yang masuk kedalam waduk semakin besar, yang menjadi permasalahan pokok apakah pemanfaatan waduk Cacaban sebagai kawasan wisata alam tidak mengganggu fungsi utama waduk sebagai sarana irigasi. Dengan pertanyaan penelitian bagaimanakah menjaga kesesuaian fungsi utama waduk sebagai sarana irigasi dan fungsi tambahan sebagai kawasan wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun kesesuaian pemanfaatan waduk Cacaban dalam pengembangan kawasan wisata alam di Kabupaten Tegal dengan sasaran Mengidentifikasi kondisi fisik dan sistem pengelolaannya sebagai sarana irigasi, Mengidentifikasi area waduk yang bisa digunakan sebagai kawasan wisata alam, Menganalisis kesesuaian fungsi utama waduk sebagai sarana irigasi dan fungsi tambahan sebagai sarana wisata, menganalisis kebijakan Pemerintah Daerah, Menganalisis partisipasi masyarakat sekitar waduk dan memberikan rekomendasi arahan pemanfaatan waduk Cacaban dalam pengembangan kawasan wisata alam di Kabupaten Tegal Untuk mengetahui kesesesuaian fungsi waduk, salah satunya dengan melihat keselarasan antara pola aktifitas dengan ketentuan zonasi kawasa dan dalam penelitian ini akan dilakukan analisis Diskriptif kualitatif dengan pendekatan metode overlay untuk menggambarkan hubungan keduanya, dimana ternyata terjadi beberapa ketidaksesuain antara lain adanya aktifitas di zona kawasan bahaya yang seharusnya tertutup dari kegiatan umum, terjadinya kegiatan budi daya pada kawasan suaka yang seharusnya terlarang untuk kegiatan budidaya dan rusaknya kawasan lindung oleh karena itu perlu dilakukan relokasiaktifitas disesuaikan dengan ketentuan zonasi dan pengembangan kawasan wisata alam dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Dengan mencermati analisis dan temuan studi pada penelitian ini dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa Pemanfaatan waduk secara multi fungsi tidak bertentangan dengan konse dibangunnya sebuah waduk, Pola aktifitas wisatawan saat ini masih terkonsentrasi di bangunan utama waduk yang sebenarnya merupakan kawasan bahaya, Zonasi kawasan merupakan salah satu upaya menjaga keserasian fungsi waduk sebagai sarana irigasi dan sarana wisata, oleh karena itu pemanfaatan kawasan yang tidak sesuai zonasi perlu ditertibkan dengan pergeseran aktifitas.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Urban and Regional Planning
ID Code:15264
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:28 Jun 2010 09:38
Last Modified:29 Jun 2010 14:07

Repository Staff Only: item control page