BENTUK AWAL KOMPLEK HUMA GANTUNG BUNTOI KALIMANTAN TENGAH

SYAHROZI, SYAHROZI (2004) BENTUK AWAL KOMPLEK HUMA GANTUNG BUNTOI KALIMANTAN TENGAH. Masters thesis, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
8Mb

Abstract

Huma Gantung is one of type Dayak tradistional house, one of which is Huma Gantung in Buntoi, Kabupaten Pulang Pisau of Central Borneo. Huma Gantung Buntoi in the past was occoupied by custom chief titled Singa (Singa Jalla) that still obey of old customs and traditions. Buntoi environment conditions that still yet secure cause Huma Gantung Buntoi protected with high fence, called Bakota as aprotection effort from enemy outside. The changing of occupant requirements, custom and tradition and environment conditions that become safe cause significant changes in the shape of Huma Gantung Buntoi. Many of Huma Gantung building element that loss or the function is altered because the occupant requirements. Several supporting building that close linked with old customs and traditions were gone because it is no needed anymore, and environment conditions that gradually become safe has significant impact to physical shape of Huma Gantung Buntoi. Therefore, the meaning from custom chief house that still obey for old customs and traditions is no longer exist in current time, so that need to track initial shape of Huma Gantung Buntoi is essential in which social culture history meaning of Dayak Ngaju in Buntoi can be understood and the conservation effort can be done for preserve it. To get right picture about initial shape of Huma Gantung in Buntoi, the comperative object was needed namely Betang Toyoi in Tumbang Malahoi that believed still have kinship relationship. From interview with several key informants that understand about the history of Huma Gantung in Buntoi, it is known that there are some building elements that change and some supporting buildings that have lost. The comparative study then combined with key informant explanation and literature review, and ultimately the real initial shape of Huma Gantung Buntoi was found. From this study, it is revealed that the changes that happen in Huma Gantung Buntoi were influenced by three factors : the changes of occupant requirements, the changes of old customs and traditions, and the changes of safety environment conditions. Huma Gantung merupakan salah satu tipe rumah tradisional Dayak, salah satu contohnya adalah Huma Gantung di Desa Buntoi Kabupateu Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Huma Gantung di Buntoi ini pada masa lalu pemah dihuni oleh seorang kepala adat bergelar Singa (Singa Mita) yang masih taat pada adat dan tradisi lama. Kondisi lingkungan Buntoi yang belum aman menyebabkan lingkungan Huma Gantung di Buntoi tertutup pagar tinggi yang disebut Bakota sebagai usaha proteksi terhadap serangan musuh dari luar. Adanya perubahan pada tuntutan penghuni, adat dan tradisi serta kondisi lingkungan yang berangsur aman menyebabkan perubahan besar pada bentuk Huma Gantung di Buntoi. Banyak dari elemen bangunan Huma Gantung yang hilang atau berubah fungsi karena adanya tuntutan dari penghuni. Beberapa bangunan penunjang yang erat hubungannya dengan adat dan tradisi lama telah dinyatakan hilang karena tidak dibutuhkan iagi, dan kondisi lingkungan yang berangsur-angsur aman menyebabkan perubahan besar pada bentuk fisik Huma Gantung di Buntoi. Dengan demikian pemaknaan dari sebuah rumah pemimpin adat yang masih taat pada adat dan tradisi lama sudah tidak dapat dirasakan lagi pada masa sekarang sehingga perlu dilakukan usaha penelusuran bentuk awal Huma Gantung Buntoi agar makna sejarah sosial budaya masyarakat Dayak Ngaju di Buntoi dapat dimengerti dan dapat dilakukan usaha konservasi yang benar untuk pelestariannya. Untuk memperoleh gambaran yang benar mengenai bentuk awal Huma Gantung di Buntoi diperlukan obyek lain sebagai pembanding yaitu Betang Toyoi di Tumbang Malahoi yang dipercaya masih memiliki hubungan kekerabatan dekat. Dad wawancara dengan beberapa nara sumber yang mengetahui betul mengenai sejarah Huma Gantung di Buntoi diketahui adanya beberapa elemen bangunan yang berubah dan beberapa bangunan penunjang yang telah hilang. Perbandingan yang dilakukan dengan obyek pembanding kemudian dipadukan dengan keterangan dari nara sumber dan tinjauan literatur pada akhimya dapat diketahui bentuk awal yang sebenamya dari Huma Gantung di Buntoi. Dad penelitian ini terungkap bahwa perubahan yang terjadi pada Huma Gantung di Buntoi disebabkan oleh tiga faktor, meliputi : perubahan tuntutan penghuni, perubahan adat dan tradisi lama, dan adanya perubahan kondisi keamanan lingkungan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:N Fine Arts > NA Architecture
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Architecture
ID Code:12661
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:01 Jun 2010 09:29
Last Modified:01 Jun 2010 09:29

Repository Staff Only: item control page