ANALISIS PERKEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP TAHUN 1987 — TAHUN 2001 AKEBAT PERUBAHAN LUASAN LAGUNA SEGARA ANAKAN CILACAP (JAWA TENGAH)

Boesono S, Derry (2003) ANALISIS PERKEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP TAHUN 1987 — TAHUN 2001 AKEBAT PERUBAHAN LUASAN LAGUNA SEGARA ANAKAN CILACAP (JAWA TENGAH). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2060Kb

Abstract

Segara Anakan is waters which is had good strategic function is well as its environment and social-economic condition because of its characteristic and specification of rich of many water sources and also varies of flora and fauna. Mangrove forest functions in Segara Anakan is very important including the fishing activity because is many species like fish and prawn are live in this area. Besides, Segara Anakan as a reproduction place of varies marine organism has supporting the economic of people and government. This research is aimed to find the illustration of fishing operation in Segara Anakan, Cilacap District, Central Java, and to analyze the development of fishing in Segara Anakan during the period of the year 1987-2001 caused by changes of Lagoon Area of Segara Anakan, Cilacap Recency, Central Java.. The study was based on the descriptive correlation development. In order to observe the development of fishing research, correlation of fishing activities with the change of the lagoon water area was evaluated and the variable used are. production of fish, amount of fishing gear, varies of species, and boats. The replications of research are location of marine villages in Segara Anakan such as: Penikel, Ujung Gagak and Ujung Alang. These places were chosen based on the main existence of fisherman who utilizes Segara Anakan as their fishing ground. In order to observe the domination of kind of fishing gears, descriptive statistical analysis of content analysis was used, the effect of lagoon area changes to other research variable was also evaluated by statistical analysis. The hypothesis that has been calculated shows the correlation of changes in lagoon area to production of fish; the correlation of changes on lagoon area to the varies of kind of fishing gear, the correlation of changes in lagoon area to the amount of fishing gear. The research results can be describes as follow: the condition of fishing activities in Segara Anakan is decreasing, this is indicated by the decreasing of production and the amount of fishing gear that have been operated during the last 15 year. Reduction of area of lagoon was directly affected to the development of fishing activity in Segara Anakan. Increasing of the number of fishermen in Segara Anakan are mostly influenced by the existence of fishing gear being operated, especially "Apong" which is need more labour during its operation. Segara Anakan merupakan suatu perairan yang mempunyai fungsi strategis baik lingkungan maupun secara sosial-ekonomis, karena mempunyai karakteristik dan spesifikasi kekayaan berbagai sumberdaya perairan serta keaneka ragaman flora dan fauna. Hutan mangrove di Segara Anakan mempunyai fungsi yang sangat penting, termasuk untuk perikanan tangkap karena merupakan ternpat kelangsungan hidup berbagai jenis hewan-hewan tertentu seperti ikan dan udang. Disamping itu, Segara Anakan juga mempunyai fungsi sebagai tempat berkembang biaknya aneka jenis biota laut yang mendukung perekonomian masyarakat, dan daerah. Penelitian ini bertujuan tmtuk mendapatkan gambaran tentang kondisi perikanan tangkap Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Menganalisa perkembangan perikanan tangkap sejak tahun 1987 — tahun 2001 akibat perubahan luasan Laguna Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif pengembangan yang korelasional. Untuk mengetahui perkembangan penelitian tangkap dalam korelasinya dengan perubahan luas perairan laguna Segara Anakan, maka variabel yang disertakan untuk diselidiki dalam setiap replikasi adalah produksi perikanan,Jenis alat tangkap dan jumlah alat tangkap, keanekaragaman jenis ikan serta sarana apung (perahu). Replikasi dalam penelitian adalah lokasi, yaitu di desa-desa kampung laut Segara Anakan, yaitu Penikel, Ujung Gagak dan Ujung Alang. Pemilihan desa ini berdasarkan keberadaan utama dari nelayan yang menggunakan Segara Anakan sebagai fishing ground Untuk menentukan dominansi jenis alat tangkap digunakan analisis statistik deskriptif berupa analisis isi (content analysis), sedangkan untuk melihat pengaruh luas laguna terhadap variabel-variabel penelitian lainnya, data dianalisis dengan uji statistik. Untuk ini hipotesis yang diujikan adalah: ada korelasi perubahan luas laguna dengan produksi perikanan, jenis alat tangkap, jumlah alat tangkap. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Kondisi perikanan tangkap di Segara Anakan mengalami penurunan, hal ini ditandai dengan penurunan produksi perikanan dan jumlah alat tangkap yang beroperasi selama 15 tahun terakhir. Luasan laguna selama 15 tahun terakhir mengalami penyempitan, sehingga secara langsung berpengaruh terhadap perkembangan perikanan tangkap di Segara Anakan, peningkatan jumlah nelayan di Segara Anakan banyak dipengaruhi oleh keberadaan jenis alat tangkap yang beroperasi, khususnya alat tangkap Apong yang membutuhkan jumlah nelayan yang terlibat lebih banyak dalam operasi penangkapannya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Coastal Resource Management
ID Code:12648
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:01 Jun 2010 09:08
Last Modified:01 Jun 2010 09:08

Repository Staff Only: item control page