HUBUNGAN PERTUMBUHAN FOLIKEL, KADAR ESTRADIOL DAN KETEBALAN ENDOMETRIUM HASIL INDUKSI OVULASI DALAM PROSES FERTILISASI IN VITRO

Erwinanto, Erwinanto (2004) HUBUNGAN PERTUMBUHAN FOLIKEL, KADAR ESTRADIOL DAN KETEBALAN ENDOMETRIUM HASIL INDUKSI OVULASI DALAM PROSES FERTILISASI IN VITRO. Masters thesis, Program Pendidikan Pasca sarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1846Kb

Abstract

Latar belakang : Pada dasamya bayi yang dihasilkan melalui serangkaian upaya kehamilan dengan teknik bayi tabung tidak berbeda dengan bayi yang lahir secara alamiah. Hanya saja pembentukan ernbrio dilakukan dengan teknik rekayasa yang disebut fertilisasi in vitro / FIV (in vitro fertilization / IVF). Penyebab pasti kegagalan terjadinya kehamilan pada telaiik FIV masih banyak diperdebatkan. Meskipun kejadian tersebut bersifat individual, bagaimanakah hubungan kadar estradiol sebagai basil suatu induksi ovulasi dengan ketebalan endometrium sebagai unsur yang berperan dalam proses nidasi? Tujuan: mengetahui hubungan pertutnhuhan folikel, kadar estradiol, dan tebal endometrium hasil induksi ovulasi pada teknik FIV. Bahan dan cara kerja : penclitian dilakukan sccara obscrvasionaI dengan analitik tcrhadap 34 pasien yang menjalani program FIV pada Klinik Bersama Fertilisasi, Endokrinologi, dan Reproduksi RS dr Kariadi - RS Telogorejo Semarang tahun 2002-2004. Basil: diteliti 30 pasien dengan usia maksimal 40 tahun. Pengamatan dilakukan dengan pemeriksaan kadar estradiol, diameter folikel terbesar, jumlah folikel, dan tebal endometrium pada hari ke-1, 8, 10 dan 12. Didapatkan pola perbedaan rerata diameter folikel terbesar berdasar waktu pemeriksaan, bermakna secara statistik (p=0,00). Rerata jumlah folikel tidak menunjukkan pola perbedaan berdasar waktu pemeriksaan, baik rerata jumlah folikel ovarium kanan (p=0,45) maupun rerata jumlah folikel ovarium kiri (r0,68). Rerata kadar estradiol pada masing-masing saat pengukuran menunjukkan pola perbedaan yang bermakna secara statistik Terdapat pula pola perbedaan rerata tebal endometrium berdasar waktu pemeriksaan, bermakna secara statistik (p=0,00). Pola perbedaan rerata jumlah folikel, diameter folikel terbesar, tebal endometrium, dan kadar estradiol pada pemisahan 9 pasien yang menggunakan kombinasi Klomifen Sitrat + 1rIvIG dan 21 pasien yang menggunakan kombinasi GnRH + FSH adalah sama. Pembentukan estradiol berkorelasi positif derajat sedang dengan jumlah folikel pada hari ke-10 (r=0,579, p=0,00) dan hari ke-12 (3,561, p=0,001). Di samping itu terdapat korelasi positif derajat ringan antara kadar estradiol dan tebal endometrium pada hari ke-12 (r=0,407, p=0,019). Kesimpulan: semakin banyak jumlah folikel, semakin tinggi kadar estradiol. Semakin tinggi kadar estradiol, endometrium semakin tebal.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > R Medicine (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Biomedical Science
ID Code:12363
Deposited By:Mr UPT Perpus 1
Deposited On:30 May 2010 15:45
Last Modified:30 May 2010 15:45

Repository Staff Only: item control page