PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMUIHAN (PMT-P) DAN TINGKAT KECUKUPAN GIZI HARIAN TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI BALITA KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) UMUR 12-24 BULAN STUDI DI WILAYAH PUSKESMAS JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2005

WIJAYANTI, INDAH (2005) PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMUIHAN (PMT-P) DAN TINGKAT KECUKUPAN GIZI HARIAN TERHADAP PERUBAHAN STATUS GIZI BALITA KURANG ENERGI PROTEIN (KEP) UMUR 12-24 BULAN STUDI DI WILAYAH PUSKESMAS JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2005. Undergraduate thesis, Diponegoro University.

[img]
Preview
PDF - Published Version
19Kb

Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract

Balita khususnya umur 12-24 bulan, lebih beresiko (rawan) terhadap masalah kurang energi protein (KEP) karena pada usia ini pertumbuhan anak sering memburuk , bahkan tidak jarang berat badannya relatif tetap atau justru menurun. Kuarang energi protein pada balita banyak terjadi pada keluarga miskin. Salah satu cara (program intervensi) mengatasi maslah kurang energi protein adalah dengan pemberian makanan tambahan pemulihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PMT-P dan tingkat kecukupan gizi harian terhadap perubahan status gizi balita KEP umur 12-24 bulan di wilayah puskesmas Jatilawang Kabupaten Banyumas tahun 2005. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu ( quasi experimental research ) yang menggunakan rancangan pre-test dan post-test dengan kelompok pembanding (kontrol). Populasi adalah balita umur 12-24 bulan dari keluarga miskin yang ditimbang pada bulan Desember 2004 sebanyak 129 balita. Sampel terbagi dua (kelompok intervensi dan kontrol). Masing-masing kelompok terdapat 30 sampel. Analisa yang digunakan yaitu statistik paired t-test, independent t-test dan regresi linier berganda. Hasil uji statistik paired t-test munujukan bahwa ada perbedaan status gizi balita KEP umur 12-24 bulan sebekum dan sesudah diberi PMT-P pada kelompok intervensi dengan p value 0,001 (p<0,05). Pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan status gizinya dengan p value 0,517 (p>0,05). Hasil uji statistik independent t-test menunjukan tidak ada perubahan status gizi balita KEP umur 12-24 bulan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan p value 0,054 (p>0,05). Hasil uji statistik regresi linier berganda mununjukan tidak ada pengaruh PMT-P dan tingkat kecukupan gizi harian terhadap perubahan status gizi balita KEP umur 12-24 bulan dengan p value untuk tingkat kecukupan energi 0,980, p value untuk kecukupan protein 0,831 dan p value untuk perlakuan PMT-P 0,255 (p>0,05). Berdasarkan hasil penelitian maka dihimbau kepada Dinas Kesehatan setempat agar melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan gizi yang komunikatif dan efektif sehingga masyarakat mampu mengatasi masalah gizi keluarga sendiri. Kata Kunci: PMT-P, Perubahan status gizi, balita KEP THE EFFECT OF GIVING THE SUPLEMENT FEEDING AND THE RATE OF SUFFICIENT DAILY NUTRITIONS TO THE BABY'S NUTRITION STATUS CHANGING WHICH HAVE LESS PROTEIN ENERGY (PEM) IN THE AGE 12-24 MONTHS, STUDY IN JATILAWANG PUBLUC HEALTH CENTER IN BANYUMAS IN 2005 The babies especially in the age 12-24 months, have more risk to less protein energy (PEM) problem because in this age, the child growth often ugly, even it make the weigth of their body constant or may be it will be decrease. Usually it happen in poor family. One of the way (intervention program) to overcome the less protein energy's problem is giving the supplement feeding. The purpose of this research is to know the effect of giving the supplement feeding and the rate of sufficient daily nutrition with the baby's nutrition status changging which PEM in the age 12-24 month in Jatilawang public health center in Banyumas in 2005. This research is the quasi experiment al research using pre-test and post-test planning with comparing group (control). The population is babies in the age 12-24 months from poor family in December about 129 babies. The sample is divided in two groups (intervention group and group). There are 30 samples in each of the groups. It used the statistic of paired test, independent test and double linier regresion. The statistic of paired test shows the differences of the baby's nutrition status changing which PEM in the age 12-24 month before and after gave the supplement feeding in intervention groups with p value 0,001 (P<0,05). There isn't difference nutrition status in control groupwith p value 0,517(p.0,05). The result of statistic independent test shows there isn't a differences of the baby's nutrition status changging which PEM in the age 12-24 months before and after gave the supplement feeding in intervention and control groups with p value 0,054(p>0,05). The result of statistic double liniear regresion ahows there isn't an effect to giving the suplement feeding and the rate of sufficient day nutritions with the baby's nutrition status changging which PEM in the age 12-24 months with p value 0,980 to the rate of sufficient energy, p value to the rate of sufficient protein 0,831 and p value to the supplement feeding 0,255(p>0,05). From the research, the healthy departement should effort the public by communicative and effective nutrition conselling, so the public can prevent the nutrition problem in their family. Keyword: giving the supplement feeding, nutrition status changging, baby which have less protein energy (PEM)

Item Type:Thesis (Undergraduate)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:Faculty of Public Health > Department of Public Health
ID Code:9929
Deposited By:admin FKM undip
Deposited On:03 May 2010 14:42
Last Modified:03 May 2010 14:42

Repository Staff Only: item control page