ANALISIS STRATEGI PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK AICHTR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERSAING

Utami, Retna (2000) ANALISIS STRATEGI PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK AICHTR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERSAING. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2432Kb

Abstract

Customers are asking high quality of products at a price they are willing to pay for satisfy their needs. To maintain customers loyalty, producers therefore have to continuously increase their product quality through minimizing product defect. This study of improving competitiveness though product quality has been conducted in `KHN4' plant of roof tile at Kebumen. This firm studied has applied traditional technology in product quality control. It means that they have not practiced good analysis system in setting the strategy to improve quality of product. In 'ICBM plant of roof tile, the product that was not satisfy the requirement to be the product intended (first quality) can be classified into three categories, namely product defect, 2nd quality and 3th quality of products. The study found that during production period from January until November 1999 (26 cycles of production) for three kinds of roof tile (plentong, kodok and morando), it was identified using Pareto diagram that product defect was the most frequently found followed by 2nd quality of product and 3th quality of product. The deffect product from several production cycle of roof tile namely plentong, kodok and morando was higher than 20%. The percentage data of deffect product, 2nd quality product and 3"1 quality product for all of the kinds of roof tile controlled by p chart with 15, 28 and 38. From all of p charts, showed several percentages above their UCL. A fish—bone diagram used for represent a meaningful relationship between an effect and cause of deffect product, 2nd quality and 3th quality. The major causes for them were people, tobong, environment and work methods. Each major cause was further subdiveded into numerous minor causes. Analysis to this firm's finance found that the average cost of roof tile production Rp 3.252.802,00/cycle and average profit Rp 3.601.138,00/cycle. Firm's strategies of quality improvement were not good enough for maximize their profit and for improve their competitive capability, so they have to repair them. Konsumen selalu mengharapkan produk yang berkualitas tinggi dengan harga tertentu untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk menjaga kesetiaan konsumen, produsen hams selalu berusaha meningkatkan kualitas produknya dan menurunkan tingkat produk rusak yang dihasilkannya Penelitian mengenai usaha peningkatan kemampuan bersaing melalui peningkatan kualitas produk ini dilakukan pada perusahaan genteng Sokka `K.HM' di Kebumen. Perusahaan ini masih menggunakan teknologi tradisional dalam mengontrol kualitas produknya. Artinya mereka tidak menggunakan sistem analisis yang baik untuk menentukan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas produknya. Perusahaan genteng Sokka menggolongkan produk yang tidak sesuai dengan yang diinginkan menjadi tiga golongan, yaitu produk rusak produk kualitas 2 dan produk kualitas 3. Penelitian ini menemukan bahwa selama masa produksi bulan Januari sampai dengan November 1999 (26 siklus), setelah diidentifikasi menggunakan diagram Pareto hasilnya menunjukkan bahwa pada ketiga jenis genteng (plentong,kodok dan morando) produk rusak merupakan masalah yang paling sering ditemui diikuti produk kualitas 2 dan 3. Produk rusak yang jumlahnya melebihi jumlah yang ditetapkan perusahaan yaitu sebanyak 20%, sering ditemui pada beberapa siklus produksi. Kontrol terhadap data persentase produk rusak, produk kualitas 2 dan produk kualitas 3 baik untuk jenis genteng plentong, kodok maupun morando dilakukan menggunakan bagan pengendalian p dengan 15, 25 dan 35. Dan bagan pengendalian p tersebut, terdapat beberapa siklus yang persentasenya melebihi UCL. Diagram tulang ikan digunakan untuk menunjukkan hubungan antara penyebab dan akibat dari masalah produk rusak dan produk yang tidak sesuai dengan standar. . Penyebab mayor untuk keduanya adalah manusia, tobong, lingkungan dan metode kerja. Masing-masing penyebab mayor terbagi menjadi beberapa penyebab minor. Analisa terhadap keuangan perusahaan menunjukkan bahwa biaya produksi genteng rata-rata sebesar Rp 3.252.802,00/siklus dan keuntungan rata-rata sebesar Rp 3.601.138,00. Strategi yang digunakan sampai saat ini oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas produknya ternyata belum cukup baik untuk memalcsimalkan keuntungannya dan meningkatkan kemampuan bersaingnya, sehingga perlu dilakukan perbaikan strategi¬strategi tersebut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9779
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:30 Apr 2010 09:21
Last Modified:30 Apr 2010 09:21

Repository Staff Only: item control page