ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH DILAKSANAKANNYA STRATEGIC BUSINESS UNIT PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) KANTOR CABANG WONOSARI

Dwi Parwati , Eny (2002) ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH DILAKSANAKANNYA STRATEGIC BUSINESS UNIT PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) KANTOR CABANG WONOSARI. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1642Kb

Abstract

Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin tajam dan komplek, sejak April 1998 telah disusun organisasi baru PT BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) dalam bentuk Strategic Business Unit (SBU). Beberapa alasan mengapa SRI memandang perlu melakukan reorganisasi antara lain keharusan untuk lebih fokus dalam kegiatan bisnis, memisahkan antara pendapatan dan biaya secara lebih jelas, serta dalam rangka menghadapi tingkat persaingan bisnis yang semakin ketat. Perubahan struktur organisasi yang telah dilakukan oleh SRI membawa pengaruh pada sistem pengendalian manajemen, proses pengendalian manajemen dan cara kerja organisasi yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap kinerja keuangan PT Bank Rakyat Indonesia salah satunya adalah kinerja keuangan Kantor Cabang SRI Wonosari sebelum dan sesudah dilaksanakannya SBU. Metode pengumpulan data diperoleh dari laporan keuangan yang ada di Kantor Cabang SRI Wonosari selama 36 (tiga puluh enam) bulan yaitu periode bulan Januari 1997 s/d Desember 1999. 18 (delapan belas) bulan pada periode bulan Januari 1997 s/d Juni 1998 mewakili sebelum dilaksanakannya SBU dan 18 bulan periode Juli 1998 s/d Desember 1999 mewakili sesudah dilaksanakannya SBU. Untuk menganalisis data kinerja keuangan digunakan analisis dan uji beda Anova digunakan untuk mengetahui beda kinerja keuangan SBU Mikro, SBU Ritel dan Gabungan sebelum dan sesudah dilaksanakannya SBU. Dad hasil perhitungan dan analisa data menunjukkan suatu kesimpulan bahwa secara umum adanya pemisahan SBU mempunyai perbedaan yang signifikan menyangkut likuiditas, profitablitas dan resiko usaha, baik untuk SBU Mikro, SBU Ritel dan Gabungannya. Selain itu kinerja keuangan BRI Wonosari menurun setelah dilaksanakannya SBU, penurunan terjadi pada Cash Ratio, Loan to Deposit Ratio, Loan to Asset, Interest Margin, Return on Asset dan Credit Risk, namun untuk Asset Utilization sedikit meningkat dan Liquidity Risk menurun. Untuk memperbaiki kinerja yang menurun tersebut, Kantor Cabang BRI Wonosari agar ekspansi kredit yang sehat dan meningkatkan pengumpulan dana pihak ketiga serta perbaikan NPL. Due to the increasingly tight and complex competition' in Indonesia, since April 1988 PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) established a new organization structure called Strategic Business Unit (SBU). This reorganization was required since BRI should be focusing its activities on business, separating between its income and cost more clearly, and surviving facing an increasingly tight banking competition in Indonesia Indeed, it also affected on BRI's management control system, management control procedures, organization mechanisms; and finally financial performance. For that reason, a BRI's financial performance research should be carried out, especially before and after the SBU implemented. This research chose Kantor Cabang (Kanca) BM Wonosari as research location. The data was tapped by 36 Kanca BM Wonosari's monthly financial reports (January 1997 to Desember 1999). The first 18 monthly financial reports (January 1997 to June 1998) represented the data before the SBU implemented, while the rest represented the data after the SBU implemented. The ANOVA method was used for analyzing different financial performances of the Micro Banking SBU, the Retail Banking SBU and the Micro and Retail Banking combination. The research showed that there were significant differences on liquidity, profitability, and business risk aspects of all of three organizations at those times The financial performance tend to decline after the SBU implemented, especially on cash ratio, loan to deposit ratio, loan to asset, interest margin, return on asset, credit risk, and liquidity risk aspects; while there was a few increasing asset utilization aspect. After all, to improve its decline financial performance Kanca BM Wonosari must develop its loan portofolio prudently, enhance its fund collection, and restructur its non performing loan.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9761
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Apr 2010 21:25
Last Modified:29 Apr 2010 21:25

Repository Staff Only: item control page