ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN KONDISI MAKRO EKONOMI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM SEKTOR MANUFAKTUR (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BEJ)

WIWOHO, ZAINUL (2005) ANALISIS PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL DAN KONDISI MAKRO EKONOMI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM SEKTOR MANUFAKTUR (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG LISTING DI BEJ). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Updated Version
2467Kb

Abstract

Economic crisis in Indonesia occurred since the middle of July 1997 has decreased performance of manufacture company measured by fundamental factor. The crisis was started by the decreasing exchange rate rupiah to American dollar followed by the increasing interest rate and inflation. The indicator affected manufacturer's performance and stock price index. This research examines the effect of fundamental factor and economic macro condition toward stock price index of manufacture sector. This research is carried out by developing 8 hypothesis to find out the effect of ROA, NPM, DER, and PBV as indicator of company's fundamental factor and the effect of interest rate, inflation and exchange rate level as indicator of economic macro condition toward stock price index of manufacture sector. Methodology research as the sample used purposive sampling with criteria as (1) the stock of manufacture industry was listed over period 1997 — 2002; and (2) the stock was traded in JSX and liquid during 3 month about 75x was traded. Total sample was acquired 30 of 157 industries. Data Analysis with multiple regression of ordinary least square and hypothesis test used t-statistic and F- statistic at level of significance 5%. Empirical evidence show as ROA and NPM variable is not significant toward stock price index of manufacture sector. The result shows that PBV has positive effect and significant toward stock price index at level of significance less than 1% (as 0.000). Meanwhile DER, interest rate level, inflation and exchange rate has negative effect and significant toward stock price index of manufacturer sector at level of significance less than 5% (as 0.001, 0.03;, 0.028, and 0.001 respectively). The result of regression analysis also shows that both Fundamental Factor and economic macro condition affect stock price index of manufacture sector at level of significance less than 1% (as 0.000) with predicted power as 94,6% and other (5,4%) to have influence by other factor was not to be enter research model. The future research suggested to expand other fundamental factor (i.e. liquidity ratio, and firm activity ratio) and macro-economics (i.e. balance of payment, export-import activity and other economic conditions). Keywords: index of manufacture sector, return on asset, net profit margin, debt to equity ratios, price to book value, interest rate level, inflation and exchange rate. Krisis ekonomi di Indonesia yang terjadi sejak pertengahan Juli 1997 menyebabkan menurunnya kinerja perusahaan manufaktur yang diukur dengan faktor fundamental perusahaan. Krisis ekonomi diawali melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika, dan diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga dan inflasi. Indikator tersebut mempengaruhi kinerja perusahaan manufaktur dan akhirnya mempengaruhi indeks harga saham sektor manufaktur. Penelitian ini menguji pengaruh faktor fundamental dan kondisi makro ekonomi terhadap indeks harga saham sektor manufaktur. Penelitian dilakukan dengan mengernbangkan delapan hipotesis untuk mengetahui pengaruh ROA, NPM, DER dan PBV sebagai indikator faktor fundamental perusahaan dan pengaruh tingkat suku bunga, inflasi dan kurs sebagai indikator kondisi makro ekonomi terhadap indeks harga saham sektor manufaktur. Metodologi penelitian menggunakan purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut (1) perusahaan manufaktur yang terdaflar di BEJ selama 1997 — 2002; (2) saham diperdagangkan di BEJ dan likuid yang diperdagangkan 75x selama 3 bulan. Total sampel 30 perusahaan dari 157 perusahaan manufaktur yang terdaflar. Analisis data menggunakan multiple regression dengan OLS dan pengujian hipotesis menggunakan uji t — statistik dan F — statistik pada level of significance sebesar 5%. Bukti empiris menunjukkan bahwa variabel ROA dan NPM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks harga saham sektor manufaktur. PBV mempunyai pengaruh positif yang signifikan dengan level of significance kurang dari 1% (yaitu 0,000). Sementara DER, suku bunga, inflasi dan kurs mempunyai pengaruh negatif yang signifikan terhadap indeks harga saham manufaktur dengan level of significance dibawah 5% ( berurutan sebesar 0,001, 0,037, 0,028, dan 0,001). Hasil dari analisis regresi menyatakan bahwa keempat faktor fundamental (ROA, NPM, DER dan PBV) dan ketiga variabel ekonomi makro (suku bunga, inflasi dan kurs) secara bersama-sama signifikan berpengaruh terhadap indeks harga saham manufaktur pada level of significance dibawah 1% dengan kemampuan prediksi dari ke tujuh faktor tersebut sebesar 94,6% sebagaimana yang ditunjukkan oleh besarnya adjusted R-square sebesar 0,946; sedangkan sisanya (5,4%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Disarankan agar penelitian mendatang diperluas dengan melibatkan faktor fundamental perusahaan yang lain seperti rasio likuiditas dan rasio aktivitas serta faktor makro ekonomi seperti neraca pembayaran, ekspor¬impor dan kondisi ekonomi lainnya. Keywords: index of manufacture sector, return on asset, net profit margin, debt to equity ratios, price to book value, interest rate level, inflation and exchange rate.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9696
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Apr 2010 13:11
Last Modified:29 Apr 2010 13:11

Repository Staff Only: item control page