FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI RAKYAT DI KABUPATEN TEMANGGUNG (Studi Kasus di Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung)

Sudaryati , Endang (2004) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI KOPI RAKYAT DI KABUPATEN TEMANGGUNG (Studi Kasus di Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
3045Kb

Abstract

ABSTRACT Kabupaten Temanggung has long been known as the best producer of robusta coffee in Central Java province. Although the areas for coffee cultivation have increased from year to year, but the productivity values have still been low. This research is aimed at identifying factors contributing to the production of smallholder coffees' and analyzing technical efficiency of cultivation of Robusta coffee in Kabupaten Temanggung in 2002. Stocastic production function Frontier was used to model the technical efficiency of coffee production. The estimate results indicated that the significant influenced toward factors coffee production were land area, the number of plant and the use of fertilizer. On the other hand, labour was failed to determine the production obtained. The majority of coffee cultivation in Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung has revealed that technical efficiency reached was less than maximum with means of inefficiency of 26.73%. While, average of Technical Efficiency (TE) of 73.27%, the Allocative Efficiency (AE) was 2,7016 and the Economic Efficiency (EE) of 1,9794. The returns to scale, of coffee production in study area has been decreasing with small relative approaching constant. As a result of production inputs perhaps have not been allocated optimally, that lead to contra productive condition. With respect to R/C ratio, it may be concluded that the benefit of the coffee crops estate in the research area has not yet reached the optimum. Therefore, in order to increase the production, there is a need of more involvements among related institutions in term of the use of more appropriate approach, particularly by arranging plantation pattern through the application of the best type of plant, the number of plant and the distance of the plant, so it will an improvement in the technical efficiency and an increase of productivity. Key Words : coffee, estate, technical-allocative-economics efficieny, production, production factor, cost-and-return. ABSTRAKSI Kabupaten Temanggung merupakan daerah sentra pertama penghasil kopi robusta di Jawa Tengah. Dilihat dari luas arealnya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, tetapi produktivitasnya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kopi rakyat clan menganalisis tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga dan efisiensi ekonomis usaha perkebunan kopi rakyat jenis robusta di Kabupaten Temanggung pada tahun 2002. Metode fungsi produksi stokastik frontier digunakan untuk menghitung efisiensi teknis produksi kopi. Hasil estimasi menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi kopi secara signifikan adalah luas lahan, jumlah tanaman, dan penggunaan pupuk, sedangkan tenaga kerja tidak signifikan, dalam arti bahwa pemakaian tenaga kerja pada usaha perkebunan kopi terlalu banyak dibandingkan dengan hasil produksi yang diperoleh. Secara mayoritas usaha perkebunan kopi di Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung efisiensi teknisnya belum mencapai tingkat efisiensi yang maksimal dengan ketidak efisienan diperkirakan sekitar 26,73 %, dimana capaian rata-rata Efisiensi Teknisnya (TE) sebesar 73,27 %, Efisiensi Alokatif/harga (EA) sebesar 2,7016 dan Efisiensi Ekonomis (EE) sebesar 1,9794. Ditinjau dad return to scale, produksi kopi di daerah penelitian berada pada kondisi return to scale cenderung menurun (decreasing returns) tetapi relatif kecil (mendekati konstan). Hal ini karena input produksi mungkin belum dialokasikan secara optimal sehingga menimbulkan kondisi kontra produktif. Ditinjau dari R/C ratio usaha perkebunan kopi di daerah penelitian cukup menguntungkan, oleh karena itu untuk meningkatkan produksi perlu terus diupayakan adanya pembinaan dari instansi terkait yaitu anjuran untuk penggunaan input produksi yang lebih sesuai, dengan menekan biaya operasional khususnya untuk Tenaga Kerja, mengatur pola tanam yaitu dengan menggunakan jenis tanaman yang unggul, mengatur jumlah tanaman dan jarak tanamnya, sehingga diharapkan dapat memperbaiki efisiensi teknis dan meningkatkan produktivitasnya. Kata kunci : kopi, usahalani, efisiensi ieknik-harga-ekonomis, produksi, labor produksi, penerimaan dan biaya.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:9680
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Apr 2010 12:07
Last Modified:29 Apr 2010 12:07

Repository Staff Only: item control page