ANALISIS ANALISIS PENGARUH PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN PERSEORANGAN TERHADAP PENAWARAN TENAGA KERJA DI INDONESIA (Studi Data Sakernas 2001)

Purwanti, Evi Yulia (2003) ANALISIS ANALISIS PENGARUH PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN PERSEORANGAN TERHADAP PENAWARAN TENAGA KERJA DI INDONESIA (Studi Data Sakernas 2001). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

ABSTRACT The purpose of the study was to investigate the response of labor supply to change in the disposable wage rate after controlling for demographic differences. The response of workers to an increase in taxation can be decomposed in two opposing effect, on income effect and substitution effect. The substitution effect is countered by an income effect that favors work if leisure is normal good. By reducing the reward of work, an income tax induces worker to work less and consume more leisure. The study made possible by availability of an outstanding source of data Indonesia's National Man Power Survey for the 2001-interviewing year. The survey was conducted by Central Bureau of Statistic and contains about 120.000 individual cases covering all regions of Indonesia. The data set contains information on earning, hours of work, type of occupation, education, age, sex and another socioeconomic variables for large sample of Indonesia worker. A sub sample of 3781 households from the data set was used as the basis for the study. Since income tax liabilities were not available in the data, they had to be estimated base on 2000 Indonesian Income Tax Law. The bracket rates range from 5% to 35%. The model of the study assumes that individuals determine their hours of work by weighing the benefits of consumption against those of leisure. In making their decisions, individuals are constrained by the amount of time available and by the limitation that income is to equal the sum of earned income and non-work income. The standard technique for dealing with this problem is to treat the budget constrain as piecewise —linear and initial attempts to apply the technique to Indonesian data yielded labor supply elastic ties of similar magnitude to the obtained using the simpler OLS technique. The model was first estimated on entire sub sample of worker and then separately on income groups and the male and female worker. The result of the OLS estimations is the coefficients of the demographic variables were of expected sign. Older workers, male workers, high education workers and manager or professional workers consume less leisure (work more) than other workers. In most case, the family variables were not significantly different from zero, although it appears that family tend to influence male workers to work more. As expected, the sign of the coefficient of In wage is negative and significantly different from zero in all estimations. This coefficient provides an estimate of s, am measure of the substitutability between income leisure. For all workers, the estimate of s is 0,0222, indicating that income and leisure are neither perfect complements nor perfect substitutes. Furthermore, high-income workers tend to consume more leisure (work less) than other worker, indicating that high-income worker more responsive to change of after tax wage than other worker, as disincentive to work. ABSTRAKSI Studi ini bermaksud untuk meneliti respon penawaran tenaga kerja terhadap perubahan tingkat upah disposibel yang dikontrol oleh variable demografi. Respon pekerja terhadap kenaikan pajak dapat dibagi dalam dua efek yaitu efek pendapatan dan efek subtitusi. Efek subtitusi akan berlawanan dengan efek pendapatan, jilca waktu luang dianggap sebagai barang normal. Pengurangan penghargaan untuk bekerja akibat adanya pajak penghasilan akan membuat pekerja bekerja lebih sedikit dan mengkonsumsi waktu luang lebih banyalc Studi ini menggunakan data yang bersumber dan data primer Survey Tenaga Kerja Nasional tahun 2001, yang dikumpulkan oleh BPS dan berisi 120.000 responden diambil di seluruh propinsi di Indonesia. Data ini berisi informasi tentang pendapatan, jam kerja, jenis-jenis jabatan, pendidikan, jenis kelamin dan variable social ekonomi yang lain. Sebagai basis data penelitian ini dipilih sub sample sebanyak 3781 rumah tangga. Beban pajak penghasilan tidak tersedia datanya dalam Sakernas 2001 maka diestimasi berdasarkan Undang-undang Pajak Penghasilan tahun 2000, dimana tariff pajaknya digolongan dari 5% sampai 35%. Studi ini mengasumsikan bahwa individu menentukan jam kerjanya dengan mempertimbangkan keuntungan dan konsumsi atau waktu Wang. Dalam mengambil keputusan individu dibatasi oleh jumlah waktu yang tersedia dan dibatasi oleh penghasilan yang merupakan penjumlahan dari pendapatan dan penghasilan diluar bekerja. Tehnik standar yang digunakan untuk mengatasi masalah ini dengan memperlakukan budget konstrain sebagai piecewise linear dan sebagai awalan dalam menerapkan tehnik ini untuk mengetahui elastisitas penawaran tenaga kerja digunakan tehnik OLS. Estimasi awal dilakukan dengan membuat model untuk seluruh pekerja dan kemudiann membagi berdasarkan golongan pendapatan dan jenis kelamin. Hasil dari estimasi OLS adalah koefisien untuk variable demografi sesuai dengan harapan. Pekerja tua, pekerja laki-laki, pekerja pendidikan tinggi, pekerja professional atau manager mengkonsumsi leisure lebih sedikit (lebih banyak bekerja) Dalam banyak kasus jumlah anggota keluarga tidak signifikan pada level sekitar 0, meskipun jumlah anggota keluarga cenderung berpengaruh pada pekerja laki-laki untuk bekerja lebih lama. Seperti yang diharapkan , tanda dari koefisien upah adalah negatif dan signifikan pada level sekitar 0. Koefisien ini menunjukkan ukuran elastisitas anntara leisure incceme. Untuk semua pekerja estimasi s adalah 0,0222 mengindikasikan bahwa income dan leisure bukan komplemen sempurna atau bukan subtitusi sempurna. Lebih lanjut ditemukan pekerja berpenghasilan tinggi cendenni g mengkonsumsi leisure lebih banyak daripada golongan penghasilan lain, mengidikasikan penghasilan tinggi lebih responsive terhadap perubahan upah sesudah pajak daripada kelompok lain, sehingga menimbulkan disinsentif untuk bekerja

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HJ Public Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Economics and Development Studies
ID Code:9594
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:29 Apr 2010 10:06
Last Modified:29 Apr 2010 10:06

Repository Staff Only: item control page