• "EVALUASI STRATEGI PENGENDALIAN KUALITAS" (STUDI KASUS PADA PT RAJA BESI DI SEMARANG)

Dwiwinarno, Titop (2000) • "EVALUASI STRATEGI PENGENDALIAN KUALITAS" (STUDI KASUS PADA PT RAJA BESI DI SEMARANG). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2379Kb

Abstract

ABSTRACT The objective of this thesis is to evaluate the strategy of quality control! in P. Besi Semarang. Although the management of PT Raja Besi Semarang has determined the maximum defect for 2 percent, but the defect is more than that. The over defect made the production is less effective which loosing both the customer and the cooperation. Doing the research in over defect it is needed to search about the perception of production division workers about their quality, their commitment toward quality, and the quality control for pipes production. The number of sample for thie research is 90 people while the sample for examination of the product is 5000 pipe a day. Data are primary and secondary and the data measurement to discuss about the workers commitment toward quality and the perception of the workers toward quality uses basic score for each worker. The instrument for quality control for pipes production uses pareto diagram, bone-fish diagram, and P-chart. The finding of the study shows that 44 respondents (48,49 %) have the highest commitment level, while 45 respondents (50 %) and 1 respondent (1,1%) have medium and the lowest commitment respectively. The workers give positive perception for product primary indicator, the quality of product, financial and non financial perception, human resource rotation, training ang education, the ability of workers, comprehension ability and punctuality. There are two indicators that considered negative, the workers evaluation and promotion. On the study in quality control, it is found that the factors cause the defect are insufficient weld- roll design (61%), lack of cotrol and discipline (32 %), lack of water (7%). The defect of pipes production is overcame with P-chart, one or two sigma. Apparently, it cannot measure statiscally or the defect beyond toleration. The amount for profit increase through strict control and improvement in every occuring defect is Rp. 14.884.400,-. AB TRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi strategi pengendalian kualitas di perusahaan PT Raja Besi Semarang. Meskipun perusahaan tersebut telah menentukan kebijakan pengendalian kualitas produk dengan tingkat kerusakan maksimal dua persen , namun kenyataannya tingkat kerusakan produk pipa PT Raja Besi lebih dari dua persen. Kerusakan yang melebihi dari dua persen tersebut membawa dampak pada tingkat effisiensi yang rendah serta merugikan balk perusahaan maupun juga komsumen. Kerusakan produk pipa PT Raja Besi yang melebihi batas kerusakan maksimum tersebut perlu untuk diteliti mengenai persepsi karyawan departemen produksi terhadap kualitas, tingkat komitmen karyawan depertemen produksi terhadap kualitas serta pengendalian kualitas produk pipa. Jumlah sampel yang digunakan untuk penelitian ini sebanyak 90 responden sedangkan untuk pemeriksaan barang menggunakan sampel 5000 batang untuk setiap hari. Data yang digunakan 'dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Alat analisis data yang digunakan untuk membahas pengukuran tingkat komitmen karyawan terhadap kualitas menggunakan dasar skor dari setiap karyawan. Demikian juga untuk mengukur persepsi karyawan terhadap kualitas menggunakan skor tingkat persepsi karyawan. Sedangkan pengendalian kualitas produk pipa dengan menggunakan diagram pareto, diagram tulang ikan dan P-chart. Dad hasil penelitian tersebut diketahui yang mempunyai tingkat komitmen tinggi 44 responden (48,49%), yang mempunyai tingkat komitmen sedang sebanyak 45 responden (50%) dan tingkat komitmen rendah satu responden (1,11%). Sedangkan hasil persepsi karyawan terhadap kualitas diperoleh bahwa karyawan memberikan persepsi positip terhadap indikator keutamaan produk, kehandalan produk, penghargaan finansial maupun non finasial, perputaran tenaga kerja, pendidikan dan latihan, kemampuan karyawan, daya tanggap dan ketepatan waktu. Sedangkan indikator yang dipersepsikan negatip adalah indikator penilain kerja dan dipromosikan. Pada pengendalian kualitas produk pipa ditemukan penyebab kerusakan pipa adalah desain roll las yang tidak balk (61 %), kurang adanya kotrol/kurang disiplin (32 %) dan air yang tidak lancar (7 %). Kerusakan produk pipa tersebut dikendalikan dengan menggunakan P- Chart dua atau satu sigma ternyata kerusakan produk pipa tidak terkendali secara stastistik atau kerusakan produk pipa melebihi batas toleransi atas. Tambahan keuntungan dengan mengadakan pengendalian yang ketat dan usaha melakukan perbaikan setiap terjadi kerusakan sebesar Rp. 14.884.400,-.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9337
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Apr 2010 12:15
Last Modified:27 Apr 2010 12:15

Repository Staff Only: item control page