ANALISIS MOTIVASI DAN KONDISI KERJA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT MAJU JAYA SARANA GRAFIKA - SEMARANG

Gunawan , Indra (2000) ANALISIS MOTIVASI DAN KONDISI KERJA DALAM HUBUNGANNYA DENGAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT MAJU JAYA SARANA GRAFIKA - SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2649Kb

Abstract

ABSTRACT In today's economic crisis, only really strong companies will continue to exist and maintain their growth net only in capital or natural resources exploitation, but more importanly also in the role played by their human resources. The role played by human sources is very important as it constitutes a central agent in a company. Therefore, every company should pay close attention to its workers'morale. The morale of production departement workers at PT. Maju Jaya Sarana G-rafika Semarang, a printing fnan, is currently in a state of decline. Workers'morale should always be anticipated early in order to prevent it from declining. Analysing the morale of production workers can be done internally (by paying close attention to the aspects of the workers themselves) and externally (by paying attention to aspects outside the workers). Internal analysis can be done by interpreting the motivation for work (the satisfication of physiological, safety and social needs, while external analysis can be done by interpreting the working condition in which the workers do their jobs (temperatures and working space). In this study, we needed primary and secondary data. lie needed data was collected by questionnaire and documentation. The study population was all production workers (557 persons) at PT Maju Jaya Sarana Graftica Semarang. The sample size was 15 °A of the total population or 84 respondents (being rounded). This sample was taken by simple random sampling. This study used qualitative and quantitative analysis The quantitative analysis used was non-parametric statistics with the calculation of Spearman's Rank Correlations and the testing of managerial implications. - From the results, it can be concluded that there was a significant relationship between motivation by satisfication physiological need and morale (coeficient of correlation was r XlY = 0.62, calculated t >t from table : 7.16 > 1.76). There was significant relationship between motivation by satisfication of safety need and morale (coeficient of correlation was r X2Y = 0.59, calculated t > t from table : 6.54 > 1.76). There was significant relationship between motivation by satisfication of social need and morale (coeficient of correlation was r X3Y = 0.64, calculated t > t from table : 7.5 > 1.76). There was significant relationship between workcondition temperatures and morale (coeficient of correlation was rX4Y = 0.56, calculated t > t from table : 6.19 > 1.76). There was also significant relationship between workcondition space and morale (coeficient of correlation was rXsY = 0.57, calculated t > t from table : 629 > 1.76). Some suggestions that can be forward include : That the management should redesign its compensation system as to meet the equity element or fairness that it would not be felt as subjective or unfair, the management should improve its service concerning the jamsostek (security health, working accidents and death) program; management and all departements managers should be more cooperative with the employees by being more human in managing their employees who become their subordinates. While the working conditions that should be improved is that come additional ventilations or fans or exhaust openings should be added in order that the temperatures in the working rooms can be more comfortable, and that the existing equipment and printed materials should be redesigned in order that the workers can move more freely. ABSTRAK Pada kondisi perekonomian yang dilanda krisis saat ini, hanya perusahaan yang betul-betul kuat, akan tetap eksis umiak dapat tumbuh dan berkembang, tidak saja dalam hal perrnodalan atau penguasaan stunber daya dam, tetapi yang lebih penting adalah peranan sumber daya manusianya. Peranan sumber daya manusia sangat penting karena merupakan pelaku sentral dalam suatu perusahaan. Oleh sebab itu perusahaan peen memperhatikan semangat kerjanya. Semangat kerja karyawan bagian produksi pada perusahaan percetaka- n PT. Maju Jaya Sarana Grafika Semarang, pada saat ini mengalami penurunan semangat kerjanya Masalah penurunan semangat kerja tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar semangat kerja karyawan tirlak mengalami penurunan. Analisis semangat kerja karyawan bagian produksi dapat dilakukan melalui dua sisi, yaitu dari sisi karyavran itu sendiri (internal) maupun dari luar diri karyawan (eksternal). Secara internal dapat dianalisis rnelalui penelaahan motivasi kerja (pemenuhan kebutuhan fisiologis, rasa aman dan sosial), sedangkan secara eksternal dapat ditelaah dari kondisi kerja dimana karyawan bekerja (suhu dan ruang gerak) Pada penelitian mi, data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengurnpulan data yang digunalcan adalah daftar pertanyaan, dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adahh seluruh karyawan bagian produksi pada PT. Maju Jaya Sarana Grafika Semarang (557 karyaw-an) Besasnya sampel adahh 15% dari jurnlah popuhsi yaitu 84 responden (dibulatka.n), adapun teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampkng. Arialisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis kualitatif clan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatiryang digunakan adalah statistik non pararnetrik, yaitu dengan perhitungan Korelasi Rank Spearman dan pengujian hipotesis menggunakan uji t yang dilakukan dentan alit bantu software SPSS (Statistical Paekagefor Sotial Science) serta analisis implikasi manajerial. Kesimpulan dari basil penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pemenuhan kebutuhan fisiologia dengan semangat kerja (koefisien korelasi adalah rX1Y = 0,62 (kuat), t-hitung > t-tabel : 7,16 > 1,76). Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pemenuhan kebutuhan rasa aman dengan semangat kerja (koefisien korelasi adalah rX2Y = 0,59 (sedang atau cukup kuat), t¬hitung > t-tabel: 6,54 > 1,76). Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi pemenuhan kebutuhan sosial dengan semangat kerja (koefisien korelasi adalah rX3Y = 0,64 (kuat), t-hitung > t-tabel : 7,50 > 1,76). Terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi kerja berkenaan dengan suhu udara dengan semangat kerja (koefisien korelasi adalah rX4Y = 0,56 (sedang atau cukup kuat), t-hitung > t-tabel : 6,19 > 1,76). Terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi kerja berkenaan dengan ruang gerak dengan semangat kerja (koefisien korelasi adalah rXsY = 0,57 (sedang atau cukup kuat), t-hitung > t-tabel : 6,29 > 1,76). Saran-saran yang diajukan adalah Oink manajemen perlu men-design ulang sistem upahnya agar memenuhi unsur keadilan (equity) sehingga tidak berkesan subyektif dan tidak adil. Meningkatkan pelayanan program jamsostek (jaminan kesehatan, kecelakaan kerja dan kematian) Pimpinan pemsahaan maupun pan. pimpinan bagian pedu lebih menjalin kerja sama yang balk dengan karyawan, yaitu dengan lebih "manusiawi" dalam mengelola pan karyawan yang menjadi "anak buah"-nya. Kondisi kerja yang perlu dibenahi adalah menambah jumlah ventiLlsi pada ruang kerja, atau memasang kipas angin (ex house) agar suhu ruangan semakin nyaman sert men-design Wang penataan peralatan/ barang-barang cetak/ hasil cetak sehingga ruling gerak karyawan dapat lebih leluasa.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9320
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Apr 2010 11:18
Last Modified:27 Apr 2010 11:18

Repository Staff Only: item control page