PERSEPSI PIMPINAN BUMN TERHADAP ELIJIBILITAS BALANCED SCORECARD SEBAGAI SISTEM PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN

Hatmoko , Jati Utomo Dwi (2000) PERSEPSI PIMPINAN BUMN TERHADAP ELIJIBILITAS BALANCED SCORECARD SEBAGAI SISTEM PENILAIAN KINERJA PERUSAHAAN. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2891Kb

Abstract

ABSTRACT In this globalization era, the fast increasing industry bring the more tight competition among the players within, so best performance of each player is demanded that accurate performance measurement system which reflexes the truly companies' performance is needed. Balanced Scorecard, a relatively new performance measurement system introduced by Norton and Kaplan, has been successfully implemented and bring many big foreign companies toward success. It's not like a traditionally performance measurement system that pays attention on financial perspective only, Balanced Scorecard adds and integrates financial perspective with non financial perspectives, those are customer perspective, internal business process perspective and learning and growth perspective. Balanced Scorecard translates companies' mission and strategies into a comprehensive set of performance measures that provide framework for strategic measurement and management system. In Indonesia there hasn't been yet a record of the implementations of Balanced Scorecard, including in BUMN that has important economic role as one of some economic players besides private and cooperative enterprises. This research is trying to examine the perception of BUMN of the eligibility of Balanced Scorecard as performance measurement system and also the independence between BUMN's characteristics (age, business scope, ownership status, performance status, asset, sales and employee size) and their perception of the eligibility of Balanced Scorecard. This research was done by delivering questionnaires to all of 128 BUMN persero as listed on SK Meneg Pendayagunaan BUMN No.215/M- BUMN/1999 September 27th 1999 and the amount of questionnaires returned by respondents are 54 (42.19%). The analysis of the eligibility of Balanced Scorecard is done using score model and independence test between BUMN's characteristics and their perception of the eligibility of Balanced Scorecard using chi square (crosstab). The result of this research shows that the wholly perception of BUMN is eligible toward Balanced Scorecard and only business scope and performance status are significantly dependent with the perception. ABSTRAK Dalam era globalisasi seperti sekarang ini, dengan perkembangan dunia industri yang cepat, membawa pada semakin ketatnya kompetisi antar pelaku-pelaku di dalamnya yang menuntut keunggulan kinerja masing-masing, sehingga dibutuhkan suatu sistem penilaian kinerja yang akurat yang dapat mencerminkan kinerja perusahaan seseungguhnya. Balanced Scorecard, suatu sistem penilaian kinerja yang relatif baru diperkenalkan oleh Norton dan Kaplan, berhasil diterapkan dan membawa sukses di banyak perusahaan besar di luar negeri. Tidak seperti sistem penilaian kinerja tradisional yang hanya melihat kinerja dari perspektif finansial semata, Balanced Scorecard menambahkan dan mengintegrasikan perspektif finansial dengan perspektif non financial yang terdiri dari perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran. Balanced Scorecard menerjemahkan misi perusahaan dan strategi ke dalam pengukuran kinerja yang komprehensif yang menyediakan framework untuk pengukuran strategik dan sistem manajemen Di Indonesia sendiri belum terdapat catatan mengenai penerapan Balanced Scorecard di perusahaan, termasuk BUMN sebagai salah satu pelaku ekonomi di Indonesia selain swasta dan koperasi yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian negara. Penelitian ini mencoba menggali persepsi BUMN terhadap tingkat eligibilitas Balanced Scorecard sebagai sistem penilaian kinerja dan juga keterkaitan karakteristik BUMN yang meliputi umur perusahaan, bidang usaha, status kepemilikan, status kinerja, aset, sales dan jumlah tenaga kerja, dengan persepsi mereka terhadap eligibilitas Balanced Scorecard. Penelitian dilakukan dengan menyebar kuesioner ke seluruh BUMN persero sebagaimana tercantum dalam SK Meneg Pendayagunaan BUMN No.215/M-BUMN/1999 tanggal 27 September 1999 sebanyak 128 perusahaan. Kuesioner yang kembali adalah sebanyak 54 buah (42.19%). Analisis terhadap tingkat eligibilitas Balanced Scorecard dilakukan dengan skor model dan uji independensi antara karakteristik BUMN dengan dengan persepsi mereka terhadap eligibilitas Balanced Scorecard dilakukan dengan chi square (crosstab). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi BUMN adalah eligible terhadap Balanced Scorecard dan dari tujuh karakteristik BUMN di atas, hanya bidang usaha dan status kinerja yang mempunyai keterkaitan yang signifikan dengan persepsi BUMN tersebut.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9310
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Apr 2010 11:02
Last Modified:27 Apr 2010 11:02

Repository Staff Only: item control page