STUDI MOTIVASI DAN LATIHAN KERJA PADA PT. KUBOTA INDONESIA DI SEMARANG

HERMAN MP, AGUS PERMATA (1999) STUDI MOTIVASI DAN LATIHAN KERJA PADA PT. KUBOTA INDONESIA DI SEMARANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2100Kb

Abstract

ABSTRACT PT. KUBOTA INDONESIA, is one of assembler agricultural tools and machine. This enterprise is hampering and bitten by Indonesian economic turmoil. But this enterprise have bitter constrain on rice field tools and machinery, but on other side it reversible market booming in agro-industry tools and machinery. And then this enterprise turn his attention to produce horticulture and plantation tool and machinery. To face market opportunity and threat, PT.KOBOTA establish strategy to increase his worker productivity performance. To increase his worker performance productivity the management decide to give motivation, and training and development to their assembling division worker. The motivation is directed to drive or stimulate the incremental of work enthusiasm, more and better output. Training and development is directed to minimize time, to press down reject output, more clean and precise part. If there are an incremental of motivation, attitude, ability, skilled and knowledge, itu suggested an incremental of worker productivity performance. The main problem or this research is to identify which one of two independent variables (motivation and training) has greater effect to worker productivity performance (dependent variable). So the focus of this research is directed to conclude the independent variable which has greatest impact to the dependent variable, and then to design and formulate the strategy to improve the worker productivity performance. The result of this research can be used by the enterprise as input to set up the priority of action plan to improve worker productivity performance. The result of this research also can be used by PT.KUBOTA INDONESIA as input to formulate the strategy in improving worker productivity performance. The basic theory used in this thesis is motivation theory, training and development theory, and productivity theory. Motivation theory conclude that worker need motivation to drive their will to do the job better. Motivation can be derived from basic need aspects, internal and emotional aspect, empowerment and other externalaspect. Productivity is a condition when output bigger than input, and it is directed more better. If the worker is motivated and trained in the right way and right direction, it could cause improvement of worker productivity performance. The sampling method used in this research is purposive random sampling. The population is 50 assembling department worker, sample of this research are 30 among them. This sampling amount is bigger the stated by the static method. The hypothetical analysis use statistical methods: R2 , t-test, F-test, rank Spearman correlation. The result of the analysis are : R2 = 86,98 motivation t-student = 2,98 training and development t-student = 5,78 Rank Spearman Multiple correlation among motivation, training, worker productivity performance = 80 %, Rank Spearman correlation of Motivation to training = 89,47 Rank Spearman correlation motivation to worker productivity = 27,7 0/0, motivation, Rank Spearman correlation training to productivity = 74,1% Base on the result we can conclude that training has greatest effect to the worker productivity performance. To design and develop training and development strategy, management of PT. KUBOTA, have to take care and make great attention to establish the training and development as main target or action plan according to improve worker productivity performance. In training and development, we must have high pay attention to : time scheduling, training topic, trainee and trainer. According to achieve optimum strategy result, we have to pay attention on : relevant topic, environmental supporting during and after training, ability to learn and implement training subject. Motivation strategy is a supporting strategy to achieve optimal result in improving worker productivity performance. The motivation strategy must rely on : basic need of worker, job and task of worker, ability and capability of worker according to achieve its target. ABSTRAK PT.KUBOTA INDONESIA adalah produsen alat-alat dan mesin pertanian. Perusahaan ini seperti perusahaan lain di Indonesia juga terkena dampak krisis ekonomi. Di satu sisi perusahaan perusahaan menghadapi kenaikan harga suku cadang, di pihal lain perusahaan juga terkena ancaman penurunan permintaan pasar. Tetapi perusahaan ini hanya menghadapi penurunan pasar pada mesin dan jenis traktor sawah, perusahaan di sisi lain mengalami kenaikan permintaan yang pesat pada mesin dan traktor perkebunan. Untuk menghadapi kondisi ini perusahaan menetapkan strategi : efisiensi produksi melalui peningkatan kinerja karyawan dan mengalihkan karyawan produksinya untuk memproduksi traktor dan mesin perkebunan. Untuk mencapai kedua strategi itu dilakukan usaha meningkatkan kinerja produktivias karyawan melalui pemberian motivasi dan memberikan pelatihan pack pekerja bagian / divisi asembling. Motivasi diarahkan untuk meningkatkan semangat dan stusias kerja untuk mencapai basil yang lebih banyak dan • mutu yang lebih baik. Pelatihan karyawan dimaksudkan untuk mencapai hasil : mengurangi waktu kerja, menekan product yang ditolak atau cacat, meningkatkan hasil kerja yang lebih bersih dan lebih tepat presisinya. Apabila bisa dicapai peningkatan motivasi dan peningkatan perilaku kerja yang lebih baik, peningkatan ketrampilan dan pengetahuan, maka dapat diharapkan terjadi peningkatan kinerja produktivitas karyawan. Pokok permasalahan dalam penelitian tesis ini adalah mengidentifikasikan independent variabel yang manalcan (apakah training ataukah motivasi) yang memiliki pengaruh yang nyata dan lebih besar terhadap kinerja produktivitas karyawan. Polak penelitian ini diarahkan untuk menentukan variabel independent yang memberikan dampak terbesar terhadap variabelm tergantung, dari hasil identifikasi ini kemudian dirancang dan disusun strategi untuk meningkatkan kinerja produktivitas karyawan. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menentukan prioritas utama atas rencana kegiatan pembinaan karyawan dalam rangka meningkatkan kinerja produktivitas tenaga kerjanya. Selanjutnya haisl ini secara lebih jauh dapat dimanfaatkan oleh manajemen PT.KUBOTA Indonesia drbsgsi input dan variabel dalam menyusun strategi pembinaan untuk meningkatkan kinerja produktivitas karyawan. Basis teori yang digunakan dalam tesis ini adalah teori motivasi, teori tentang pelatihan dan pengembangan, serta teori produktivitas. Teori motivasi menyebutkan bahwa pekerja memerlukan motivasi untuk mengarahkan dan mendorong semangat dan kehendaknya untuk bekerja lebilt bait Motivasi dapat dilcembanglcan dari aspek-aspek : kebutuhan dasar, aspek-aspek emosional intrenal dan eksternal, dan pemberdayaan. Produktivitas adalah kondisi dimana hasil yang dicapai lebih besar dibanding pengorbanan atau inputnya, dan kondisi ini diharapkan selalu berkembang lebih baik. Apabila pekerja berhasil dimotivasi dan dilatih, maka diharapkan akan dicapai peningkatan kinerja produktivitas karyawan. Metode sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah pruprosive random sampling. Populasi dari pekerja sesuai tujuan penelitian ini adalah 50 karyawan bagian asembling. Jumlah sampling secara teori statistik adalah 23, jumlah sample diambil dalam penelitian sejumlah 30 responden, sehingga jtunlahnya sudah melebihi batas standar n statistik. Pengujian hipotetsi dilakukan dengan metode analisis statsitik R2 , t-test, F-test, rank Spearman correlation. Hasil pengujian hipotetis R2 = 86,98 untuk motivasion t-student = 2,98 pelatihan t-student = 5,78. Rank Spearman Multiple correlation untuk hubungan ketiga variabel motivasi, pelatihang, kinerja productivitas pekerja = 80 %, korelasi Rank Spearman untuk motivasi dan pelatihan = 89,47. Korelasi Rank Spearman variabel motivation terhadap produktivitas tenaga kerja = 27,7 %, Korelasi Rank Spearman pelatihan terhadap productivitas = 74,1% Berdasarkan basil perhitungan statistik ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan memberilcan dampak yang lebih baik dalam mencapai peningkatan kinerja produktivitas tenaga kerja dibandingkan dengan pemberian motivasi. Untuk merancang dan mengembangkan strategi pelatihan dan pengembangan, manajemen PT. KUBOTA Indonesia, sangat memperhatikan dan melakukan berbagai upaya untuk terlaksananya pelatihan dan pengembangan SDM sebagai suatu target utama rencana kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan produktivtas pabrik dan kinerja produktivitas SDM. Pada strategi pelatihan dan pengembangan perlu diperhatikan sekali masalah penyusunan jadwal pelatihan, penentuan pokok/ topik pelatihan, pelatih, peserta pelatihan dan tindakan setelah selesai pelatihan. Untuk dapat menghasilkan basil strategi yang optimal maka perlu diperhatikan dalam penyusunan topik strategi : visi — misi yang berupa topik relevant; dukungan lingkungan saat dan setelah pelatihan, kemapuan untuk menyerap dan mengimplementasikan materi training. Strategi motivasi adalah membantu untuk mencapai hasil optimum pengembangan kinerja produktivitas kerja SDM. Strategi motivasi hams disusun berbasis : kebutuhan dasar pekerja, tugas dan kewajiban yang dilaksanakan (penilaian dan perkembangannya), transparansi dan penilaian atas pencapaian target, keselamatan dan jatninan atas pencapaian prestasi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9282
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Apr 2010 10:15
Last Modified:27 Apr 2010 10:15

Repository Staff Only: item control page