PERUBAHAN STRATEGI DAN IMPLIKASINYA PADA PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN DI PT. BANK DAGANG NEGARA (PERSERO) CABANG LHOKSEUMAWE

Soehodo, Budiardjo (1999) PERUBAHAN STRATEGI DAN IMPLIKASINYA PADA PERUBAHAN BUDAYA PERUSAHAAN DI PT. BANK DAGANG NEGARA (PERSERO) CABANG LHOKSEUMAWE. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2052Kb

Abstract

ABSTRACT This research was carried out in response to problems that arose from Bath Dagang Negara's new strategy from corporate to ritail banking at Lhokseumawe branch. Realizing that human resource is the key success factor to implementation of the new strategy , considerations should have been given to the fact that a change in policy in Lhokseumawe branch was not implemented. This should be done in order to make sure that the company's culture and strategy are in its track. The aim of research was to identify the company's policy in Lhokseumawe branch which has not met the company's expectation owing to the strategy change and to find out ways of improvements in relation with the employees' performance. Analysis and employees' performance report were use to monitor the impact of those factors affecting the branch company's performance. Based on the company's analysis, I found that there were four skill categories the company's culture which needed improving namely : team work, open communication , independence and risk conciousness when compared with its previous performance it can be seen that there has been progress towards achieving company's policy, nevertheless team work an open communication where there only two categories which affected the employees' performance most whereas the level of independence worked only to some aspects of performance and the risk conciousness did not influence the performance at all.The company's policy mentioned above has completed the company's expectations. The performance of the, employees can steel be improved by enhancing the independence and risk skill areas, employees will not be independent nor motivated and without risk conciousness employees may not be able to anticipate the risks when they appear, if the skills are not learnt, sooner or later will endanger the on going strategy which the Lhokseumawe branch has been undertaking. ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh terdapatnya kendala pada PT. Bank Dagang Negara (Persero) Cabang Lhokseumawe yang hams merubah strategi dari Corporate ke Ritail Banking, karena sumber daya manusia merupakan Key Success Factor dalam pelaksanaan strategi , maka perubahan strategi tersebut hams disertai pula perubahan budaya perusahaan yang ada di cabang yang masih belum seperti yang diinginkan oleh organisasi, agar budaya perusahaan yang ada tersebut searah dengan strategi yamg dijalankan Cabang. Tujuan dari penelitian ini adalah "mengidentifikasikan" budaya perusahaan yang ada di Cabang yang belum memenuhi keinginan perusahaan karena adanya perubahan strategi, upaya-upaya peningkatannya dan kaitannya dengan kinerja karyawan di PT Bank Dagang Negara (Persero) Cabang Lhokseumawe.Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan analisis budaya perusahaan dan kinerja karyawan untuk mengetahui seberapa besar faktor — faktor budaya perusahaan tersebut berpengaruh dan terkait dengan kinerja karyawan yang nantinya baik secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap performance Cabang . Dari analisa budaya perusahaan yang ada di Cabang Lhokseumawe terdapat empat kategori budaya perusahaan yang memiliki total score terendah yaitu Team: Work, Open Communication, Independency dan Risk Conciousness. Secara umum telah terjadi perbaikan pada keempat kategori tersebut dibandingkan dengan kondisisebelumnya dan telah memenuhi keinginan sesuai dengan budaya perusahaan yang diinginkan perusahaan, namun demikian dari keempat kategori tersebut ternyata hanya kategori Team Work dan Open Communication saja yang mempunyai pengaruh dan keterkaitan erat dengan kinerja karyawan , sedangkan Independency hanya berpengaruh terhadap beberapa aspek kinerja karyawan dan Risk Conciousness sama sekali tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Dengan kondisi budaya perusahaan tersebut diatas kinerja karyawan telah dapat memenuhi keinginan perusahaan .Untuk itu kinerja karyawan masih dapat ditingkatkan lagi dengan meningkatkan kategori budaya perusahaan Independency dan Risk Conciousness karena tanpa Independency maka karyawan tidak akan memiliki sikap dan tidak mandiri, dan tanpa Risk Conciousness maka kemung¬kinan terjadinya setiap resiko tidak siap diantisipasi. Hal tersebut dalam jangka pendek maupun jangka panjang dapat membahayakan strategi yang sedang ditempuh oleh Cabang Lhokseumawe.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9279
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:27 Apr 2010 10:10
Last Modified:27 Apr 2010 10:10

Repository Staff Only: item control page