KAJIAN TERHADAP RESIKO SISTEMATIS SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DAN INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Kasus Terhadap Saham-Saham Yang Masuk Dalam Perhitungan Indeks LQ 45)

Putra , Bima (2001) KAJIAN TERHADAP RESIKO SISTEMATIS SAHAM DENGAN MENGGUNAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DAN INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK JAKARTA (Studi Kasus Terhadap Saham-Saham Yang Masuk Dalam Perhitungan Indeks LQ 45). Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1924Kb

Abstract

Selama ini banyak penelitian mengenai model indeks tunggal yang menggunakan return IHSG maupun return Indeks LQ 45 sebagai proksi dari return pasar. Hal itu dapat terjadi karena para peneliti masih memperdebatkan masalah proksi pasar saham Indonesia terutama di Bursa Efek Jakarta. Di satu pihak menganggap bahwa IHSG lebih tepat digunakan sebagai proksi pasar saham, namun di lain pihak ada anggapan bahwa Indeks LQ 45 dirasakan lebih mewakili pasar saaham. Penelitian ini berusaha untuk melakukan kajian mengenai resiko sistematis saham unggulan dengan menggunakan model indeks tunggal untuk memprediksi beta saham. Return pasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah return IHSG dan return LQ 45. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui lebih lanjut mengenai indeks harga saham mana yang lebih tepat digunakan sebagai wakil dari pasar saham. Sampel dalam penelitian ini adalah saham¬saham unggulan yang masuk dalam dua kali periode perhitungan Indeks LQ45. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan ditemukan bahwa semua saham yang menjadi sampel dalam penelitian ini dipengaruhi oleh pasar yang diwakili oleh baik IHSG maupun Indeks LQ 45. Meskipun demikian diperoleh kesimpulan bahwa ternyata Indeks LQ 45 memiliki tingkat kesalahan prediksi yang lebih kecil dibandingkan IHSG, oleh sebab itu Indeks LQ 45 dapat dikatakan lebih tepat digunakan untuk mewakili pasar saham.Recently, many research about single indeks model were conducted by using JCI (Jakarta Composite Index) return and LQ 45 Index return as market return proxy. This might be happened because researcher still debating about Indonesian stock market proxy problem especially on Jakarta Stock Exchange (JSX). They still assume that JCI more appropriate as stock market return, but on the other hand some of those researchers assume that LQ 45 Index more appropriate as stock market return. The objective of this research are to scrutinize the blue chip stocks systematic risk by using single index model to predict beta. JCI and LQ 45 index has been used in this research to conclude which index more appropriate to representing the stock market condition. 38 stocks had been obtained as a sample in this research by using purposive sampling method. Based on analysis result, it found that all stocks which became a sample in this research were influenced significantly by market return both represented by JCI or LQ 45 index. Hence this research found that LQ 45 index more appropriate to represent the market movement than JCI.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9123
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Apr 2010 21:35
Last Modified:22 Apr 2010 21:35

Repository Staff Only: item control page