ANALISIS PERSEPSI MANAJEMEN TERHADAP FUNGSI SERIKAT PEKERJA (Studi Kasus Pada PT. APAC INTI CORPORA)

Karim, Furgon (2001) ANALISIS PERSEPSI MANAJEMEN TERHADAP FUNGSI SERIKAT PEKERJA (Studi Kasus Pada PT. APAC INTI CORPORA). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF
3169Kb

Abstract

Abstract PT. Apac Inti Corpora is a large textile industry, which employs 13.994 employees. The employees possess a worker organization called Apac Inti Corpora Leather and Clothing Textile Labor Union (Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit/ SPTSK Apac Inti Corpora). The activities of the union are classified into three fields, protection, organization and education, and prosperity fields. The three fields imply the functions of labor union: aspirator, partnership, prosperity, protection and development. In the beginning research, there is a negative perception of management toward labor union's activities. This research is focused on management point of view toward Labor Union based on its functions: aspirator, partnership, prosperity, protection and development functions. In this research, it is also analyzed the difference point of view between manager and supervisor levels, and between non-production and production managers/supervisors toward Labor Union. Samples are taken from 150 managers/supervisors of 679 populations. Respondents are employees of Junior Supervisor to General Manager levels. There are three hypotheses in the research; (1) Negative perception of management toward Labor Union functions, (2) There is different perception between manager and supervisor levels toward Labor Union concerning management perception, (3) There is different perception between non-production and production managers/supervisors toward Labor Union concerning management perception. Using Chi-Square in testing the hypotheses, analysis result says : (1) there is negative perception toward Labor Union functions concerning management perception; (2) there is different perception between manager and supervisor toward Labor Union function in protection; (3) there is different perception between non-production and production managers/supervisors toward Labor Union function in aspirator. Based on the results, managerial implication to be done by PT. Apac Intl Corpora is giving strategic steps in applying industrial relationship, are; (1) To increase communication between management and employees and Labor Union; (2) To involve Labor Union in making decision concerning manpower field; (3) To improve technical knowledge of manpower regulation in manager/supervisor levels; (4) Personnel Department has to involve Labor Union in making decision of worker needs, assisting Labor Union board in training as well as arranging the Labor Union working program. Abstraksi PT. Apac Inti Corpora adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri tekstil memiki jumlah pekerja 13.994 orang. Dan jumlah tersebut pekerja mempunyai satu organisasi pekerja yang disebut dengan Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit Apac Inti Corpora ( SPTSK AIC ). Kegiatan dari SPTSK dibagi dalam 3 bidang yaitu bidang pembelaan, organisasi dan pendidikan serta bidang kesejahteraan. Dalam pelaksanaannya ketiga bidang tersebut mengimplementasikan dari fungsi Serikat Pekerja, yaitu fungsi aspirator, kemitraan, kesejahteraan, perlindungan dan pengembangan. Dan basil penelitian awal Serikat pekerja merasakan adanya persepsi yang negatif dari manajemen terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Serikat Pekerja. Penelitian ini hanya difokuskan pada pandangan manajemen terhadap Serikat Pekerja didasarkan atas fungsi-fungsi Serikat Pekerja, yaitu fungsi aspirator, kemitraan , kesejahteraan, perlindungan dan pengembangan. Dad penelitian ini juga dianalisis mengenai perbedaan pandangan terhadap Serikat Pekerja antara tingkat manajer dan tingkat supervisor, serta perbedaan pandangan antara manajer/supervisor non produksi dan manajer/supervisor produksi. Sampel yang diambil 150 pekerja dari 679 populasi. Responden adalah pekerja yang memegang jabatan mulai dari level Junior Supervisor sampai kepada level General Manager. Ada 3 hipotesis dalam penelitian ini, yaitu (1) Ada persepsi negatif dari manajemen terhadap fungsi Serikat Pekerja, (2) Ada perbedaan persepsi antara tingkat manajer dan supervisor mengenai persepsi manajemen terhadap Serikat Pekerja, dan (3) Ada perbedaan persepsi antara manajer/supervisor Non Produksi dan manager/supervisor produksi mengenai persepsi manajemen terhadap Serikat Pekerja. Dengan menggunakan Chi-Square untuk menguji hipotesis, maka hasil analisis dapat diketahui bahwa (1) terdapat persepsi negatif dari manajemen terhadap fungsi Serikat Pekerja (2) terdapat perbedaan persepsi antara manajer dan supervisor terhadap fungsi Serikat Pekerja pada fungsi perlindungan (3) terdapat perbedaan persepsi antara manajer/supervisor non produksi dan manajer/supervisor produksi terhadap fungsi Serikat Pekerja pada fungsi aspirator. Berdasarkan hasil temuan tersebut, implikasi manajerial yang dapat dilakukan oleh PT. AIC adalah memberikan langkah-langkah strategis dalam menerapkan hubungan industrial yaitu (1) Meningkatkan komunikasi antara manajemen dengan pekerja dan Serikat Pekerja (2) Didalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan hams melibatkan Serikat Pekerja (3) Meningkatkan penguasaan teknis mengenai peraturan ketenagakerjaan pada tingkat manajer maupun supervisor (4) Departemen Personalia harus ikut memberdayakan Serikat Pekerja dengan cara melibatkan Serikat Pekerja dalam pengambilan keputusan mengenai kebutuhan pekerja, juga membantu melakukan pelatihan-pelatihan kepada penguins Serikat Pekerja dan membantu menyusun program kerja Serikat Pekerja.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9054
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Apr 2010 12:40
Last Modified:22 Apr 2010 12:40

Repository Staff Only: item control page