ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PRODUK AKHIR PADA PT. MENTARI MASSEN TOYS DI JOMBANG

UTOMO, Tri Arso Budi (2000) ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PRODUK AKHIR PADA PT. MENTARI MASSEN TOYS DI JOMBANG. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1730Kb

Abstract

ABSTRACT PT. Mentari Massen Toys is a company which runs business in making wooden toys. Along with development and competition, the company always best attempts to meet consumers satisfaction. The company management has set the standard that percentage limit for allowing product defect is 2 %. Based on data observation, it has been found that the product defect in 1999 was still far above the standard. Unfortunately, those figures seem to be disregarded by the company for still relies on the profit obtained from mark-up export sales. If this situation still continues then it will cause the company suffer from significant losses now and in the future. This will make the company difficult in obtaining ISO 9000.This study only focuses on 11 Cricket 11 product type which consists of two components namely Hammer and Stick, from 300 kinds of item produced by the company. The objectives of this thesis are (1) to detect the product defect by using Statistical Quality Control as an alternative tool which has never been employed by the company, (2) to identify the causes of product defect, (3) to determine the remedial strategy to reduce the number of defective product. Control P-Chart is used to detect whether the product defect is still in tolerable range or not. Fish- Bone Diagram is employed to identify causes of product defect. Finding resulting from Fish- Bone Diagram are used for basic direction to improve the existed strategy. It should be noted that the strategy applied by the company so far is limited only on the raw material control. The findings of this study suggest that (1) the rate of defective product in study period was still far above the standard of 2 %, (2) two main factors of product defect are undisciplined workers and no penalty for them, and old and frequently disfunctioned machines. Based on these findings it is suggested that (1) a monthly routine control machines sceme by the technicians is needed, (2) training for handling machines and making cricket product for beginner employees in production division should be frequently conducted, (3) penalty as sanction should be applied to undisciplined workers, especially those in the production division, (4) Statistical Quality Control needs to be continually applied as an alternative tool for detecting product defect. ABSTRAK PT. Mentari Massen Toys adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan mainan anak-anak yang terbuat dari kayu. Seiring dengan perkembangan dan persaingannya, perusahaan berusaha untuk selalu memenuhi permintaan konsumen sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pihak manajemen perusahaan telah menetapkan bahwa baths toleransi prosentase produk rusak adalah sebesar 2%. Berdasarkan observasi data tahun 1999 diketahui bahwa besarnya prosentase produk rusak masih banyak yang melebihi standar yang ditetapkan. Namun tampaknya besarnya tingkat kerusakan ini belum mendapatkan perhatian yang cukup serius dari pihak perusahaan, karena pihak perusahaan masih mengandalkan porelahan keuntungan dari hasil mark-up penjualan ekspor. Jika hal tersebut berlangsung terus, maka akan menyebabkan kerugian perusahaan yang tidak kecil untuk saat sekarang maupun dalam jangka panjang. Apalagi pihak perusahaan berusaha memperoleh sertifikasi ISO 9000. Studi ini hanya difokuskan pada jenis "Cricket" yang terdiri dari dua komponen yaitu Palu dan Stik, dari 300 jenis item yang di produksi oleh perusahaan. Tujuan dari tesis ini adalah (1) Mendeteksi tingkat kerusakan produk dengan menggunakan Statistical Quality Control sebagai alat alternatif yang belum pernah digunakan oleh perusahaan, (2) Mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya kerusakan, (3) Menentukan strategi perbaikan guna menekan jumlah kerusakan produk. Studi ini menggunakan Control P-Chart untuk mendeteksi apakah tingkat kerusakan produk masih dalam baths toleransi atau tidak. Selanjutnya Diagram Fish-Bone digunakan untuk mengidentifikasi faktor penyebab terjadinya kerusakan produk. Hasil analisis ini digunakan sebagai dasar penentuan strategi perbaikan. Strategi yang selama ini dilakukan oleh pihak perusahaan masih terbatas pada pengendalian bahan baku. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa (1) Prosentase produk rusak periode studi ini masih banyak yang melebihi standar yang ditetapkan perusahaan yaitu 2%, (2) Dua penyebab utama terjadinya kerusakan produk adalah faktor tenaga kerja yang kurang disiplin dalann bekerja dan faktor kondisi mesin sering macet. Berdasarkan temuan tersebut, maka disarankan (1) Perlunya strategi perawatan rutin terhadap kondisi mesin yaitu satu bulan sekali, (2) Perlu dilakukan pelatihan seperti cara penggunaan mesin-mesin serta teknik pembuatan produk kricket bagi tenaga kerja pemula di bagian produksi, (3) Perlu diberlakukannya sangsi berupa teguran tertulis bagi karyawan yang !alai dalam bekerja, (4) Perlunya untuk menerapkan Statistical Quality Control secara terus nnenerus sebagai alat alternatif dalam mendeteksi tingkat kerusakan produk.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9028
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Apr 2010 11:01
Last Modified:22 Apr 2010 11:01

Repository Staff Only: item control page