ANALISIS OPTIMASI PERALATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI UNIT TERMINAL PETI KEMAS TANJUNG EMAS SEMARANG

SAMEKTO, AGUS AJI (1996) ANALISIS OPTIMASI PERALATAN BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI UNIT TERMINAL PETI KEMAS TANJUNG EMAS SEMARANG. Masters thesis, program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2743Kb

Abstract

ABSTRACT The containers pass through Tanjung Emas port tends to increase newadays of course, it needs to be anticipated by PT. PELINDO III Semarang, expecially in cargo handling and its facilities. It is necessary to avoid the lost of costumer. Therefore, the main problem is how many facilities owned by Tanjung Emas port and what is the optimum number if an addition is necessary to face the increasing number of container, so the both side will not waste money. Then, if there is an addition, when will it be done. Analysis did used to solve the problem is Queueing Model. To predict the number of containers in the coming years, 1997-2001, used Regresion Analysis with estimation SPSS Program. Before using Queueing Model, there is a test for the distribution of service time of each facility. From the analysis, by evaluation of facilities availability owned, to get the optimum there must be two unit of container crane in 1997 and three unit of container crane in 1988 - 2001 ( because they used ship's crane for the time being ). Then, it is necessary to add one unit of trailler in 1997 - 2001. It isn't necessary to add other facilities until 2001 if they are in good maintenance. ABSTRAK Arus peti kemas yang melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang dari tahun ke tahun cenderung mengalami kenaikan. Hal ini tentu saja menuntut P.T. (Persero) Pelabuhan Indonesia III Semarang untuk mengantisipasinya terutama penanganan bongkar dan muatnya dengan segala peralatan dan fasilitasnya. Hal ini dirasakan perlu untuk menghindari resiko kehilangan konsumen. Jadi permasalahan utamanya adalah bagaimana fasilitas dan peralatan bongkar muat yang dimiliki oleh pelabuhan Tanjung Emas dan berapa jumlahnya yang optimal jika memang harus ditambah untuk mengatasi lonjakan arus perti kemas, sehingga kedua belah pihak tidak terlalu dirugikan dalam hal pemborosan biaya investasi dan biaya tunggu. Kemudian jika dilakukan penambahan kapan waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Alat analisa yang digunakan untuk memecahkan permasalahan diatas adalah Model Antrian. Untuk meramalkan arus peti kemas pada tahun-tahun rencan yaitu 1997 - 2001, digunakan analisa regrisi dengan menggunakan kurva estimasi program SPSS. Sebelum menggunakan Model Antrian , dilakukan pengujian terhadap distribusi waktu pelayanan masing-masing fasilitas dan peralatan. Dari hasil analisa, dengan mengevaluasi ketersediaan peralatan dan fasilitas yang dimiliki diperoleh bahwa untuk optimal, maka pada tahun 1997 harus disediakan 2 (dua ) unit Container Crane dan tahun 1988 - 2001 harus disediakan 3 (tiga) unit Container Crane (karena Crane yang digunakan selama ini milik kapal), sedangkan pada Trailler tahun 1997 - 2001 perlu ada tambahan 1 (satu) unit. Sementara fasilitas dan peralatan lain sampai tahun 2001 belum perlu ada penambahan selama dalam perawatan yang baik.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9014
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Apr 2010 10:17
Last Modified:22 Apr 2010 10:17

Repository Staff Only: item control page