ANALISIS HUBUNGAN STRUKTUR MODAL DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED ( EVA ) GUNA MENILAI ICINERJA PERUSAHAAN ( Studi Kasus Industri Kertas di BEJ tahun 1994 — 2000 )

Suwito, Suwito (2002) ANALISIS HUBUNGAN STRUKTUR MODAL DENGAN ECONOMIC VALUE ADDED ( EVA ) GUNA MENILAI ICINERJA PERUSAHAAN ( Studi Kasus Industri Kertas di BEJ tahun 1994 — 2000 ). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1475Kb

Abstract

ABSTRACT Economic Value Added (EVA) is a new approach to assess the performance of relatively new companies by focusing objectively on the shareholder's expectance. The implementation of the concept EVA in companies would assist them in evaluating their performance of whether the capital obtained from payables or stocks has their added value or not. Return on a new investment would be considered significant if the yield received overvalues the amount of the investment. EVA it self has strength in stressing the assessment of company performance on added value, which is by calculating the increase of capital cost as consequence of an investment. The study has several research cases are as follow. First, whether the capital structure change influence company's EVA. Decision makes in an Indonesia companies put less attention on the two problems mentioned above. By understanding this relation, decision makers can allocate their capital sources more wisely and rationally, so these sources can result in higher company EVA. The results of this research show that there is a correlation between the changes of firm's debt proportion to EVA's changes in which the correlation will be converse. It can be defined that the size of debt is rising; it will impact on the reduced EVA's firm values. Whereas, the correlation between the changes of firm's stock proportion to EVA's changes will be converse. It means that if the size of stock proportion is increasing, it will impact on the reduced EVA's firm values. It would be better for decision makers to consider EVA when allocating capital sources. EVA calculates capital cost of equity & thus, acknowledge that the higher the risk, the higher capital cost of equity compared to the capital cost of payables. Decision makers should be more cautious in considering an increase of capital so that the increase would not inflict higher capital cost and in the end, cause the decrease of EVA. It also takes company's decision makers within deciding on the currency of its payables, whether in Rupiahs or in U.S Dollars or even other currencies depending on company's need. A side from giving suggestion to companies, this research also serves investors and investment analysts. ABSTRAKSI Economic Value Added merupakan suatu pendekatan penilaian kinerja perusahaan yang relatif masih cukup barn dengan memperhatikan secara adil harapan para shareholder perusahaan. EVA dalam perusahaan dapat membantu perusahaan dalam menilai kinerjanya, apakah modal yang diterima perusahaan, baik itu modal hutang ataupun modal saham telah menciptakan nilai tambah bagi perusahaan atau tidak. Pengembalian dan suatu investasi barn akan berarti apabila besamya hasil yang didapat melebihi besarnya modal yang dikeluarkan. EVA sendiri memiliki keunggulan dalam hal menitik beratkan pada penilaian kinerja perusahaan pada nilai tambah dengan telah memperhitungkan tambahan biaya modal . Permasalahan penelitian ini adalah : pertama, apakah perubahan dalam struktur modal berpengaruh terhadap EVA perusahaan. Kedua, para pengambil keputusan manajemen di perusahaan-perusahaan Indonesia jarang yang memperhatikan kedua hal tersebut di atas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi antara perubahan proporsi huffing perusahaan dengan perubahan EVA dimana korelasinya bersifat berbanding terbalik. Ini dapat diartikan bahwa jika besarnya hutang mengalami kenaikan maka hal tersebut akan membawa akibat turunnya kepada nilai EVA perusahaan.Sedangkan korelasi antara perubahan proporsi saham perusahaan dengan perubahan EVA sifatnya berbanding terbalik dapat diartikan bahwa jika besamya proporsi saham mengalami kenaikan maka hal tersebut akan membawa akibat penurunan EVA perusahaan. Sebaiknya pengambil keputusan di perusahaan juga memperhitungkan nilai EVA untuk memperhatikan kebijaksanaan struktur modalnya. EVA secara eksplisit memperhitungkan biaya modal atas ekuitas dan mengakui bahwa, karena lebih tingginya resiko yang dihadapi pemilik modal, besamya tingkat biaya modal atas akuitas adalah lebih tinggi daripada tingkat biaya modal atas hutang. Para pimpinan perusahaan harus berhati-hati di dalam mempertimbangkan penambahan modal perusahaan, jangan sampai penambahan tersebut mengakibatkan timbulnya biaya modal yang lebih besar daripada hasil yang didapat sehingga akan mengakibatkan menurunnya EVA. Perlunya kejelian dari pimpinan perusahaan dalam memilih bentuk hutangnya, apakah dalam bentuk Rupiah ataukah US$ atau mata uang asing yang lain sesuai dengan kepentingan perusahaan.Selain sumbang saran bagi perusahaan, penelitian ini juga memberikan saran bagi investor atau analis investasi.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:9012
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:22 Apr 2010 10:05
Last Modified:22 Apr 2010 10:05

Repository Staff Only: item control page