FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME (SBS) DI PUSAT LABORATORIUM FORENSIK DAN UJI BALISTIK MABES POLRI

Slamet , Hartoyo (2010) FAKTOR LINGKUNGAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SICK BUILDING SYNDROME (SBS) DI PUSAT LABORATORIUM FORENSIK DAN UJI BALISTIK MABES POLRI. Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
14Kb

Abstract

Puslabfor dalam mendukung penyelidikan maupun penyidikan melaksanakan pemeriksaan TKP (tempat kejadian perkara) maupun barang bukti. Pelaksanaan pemeriksaan barang bukti tersebut dilaksanakan di laboratorium, misalnya untuk barang bukti bahan peledak atau bomb dilakukan di laboratorium bahan peledak/bomb. Hal ini sangat dimungkinkan terjadinya SBS (Sick Building Syndrome) dalam laboratorium tersebut maupun dalam ruang perkantoran yang tersedia, pada gilirannya jika SBS tersebut terjadi pada PuslabFor, paling tidak akan banyak berpengaruh terhadap kinerja PuslabFor sendiri. Pada observasi pendahuluan ditemukan adanya beberapa gejala seperti kelelahan kronis, perasaan mual, pusing, sakit kepala dan beberapa iritasi pada mata dan hidung pada 20% pekerja laboratorium dan gejala tersebut berkurang atau bahkan hilang pada saat keluar gedung. Dilakukanlah penelitian mengenai hubungan antara kondisi lingkungan dengan kejadian SBS pada pekerja di Laboratorium Forensik uji balistik Mabes Polri. Hasil penelitian tersebut antara lain, ada hubungan antara umur dengan kejadian SBS dengan p value 0,03, usia muda lebih besar risiko untuk terjadinya SBS. Kontrol suhu udara dalam ruangan (p value <0,001, RP=4,98), kontrol ventilasi (p value <0,001, RP=14,4), kontrol kelembaban (p value 0,004, RP=7,385), dan kontrol pencahayaan (p value 0,001, RP=9,33), yang tidak baik merupakan faktor risiko terjadinya SBS. Kontrol ventilasi yang baik dan pencahayaan yang baik dalam ruangan, serta kelembaban yang tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu kering merupakan salah satu faktor pencegahan untuk terjadinya SBS pada Laboratorium Forensik di lab uji balistik. Disisi lain, kontrol kebisingan, pemeliharaan kebersihan ruangan, perbaikan kondisi gedung, pemeliharaan filter AC dalam ruangan, penyimpanan reagen dan cara penyimpanan barang bukti (penutupan) tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian SBS. Demikian pula jumlah kuman dan jamur tidak ada perbedaan antara kasus SBS dan non-SBS. Dengan menggunakan analisis multivariat ternyata menunjukkan bahwa umur muda sebagai suatu variabel (OR 1,252) dan kontrol ventilasi yang tidak baik (OR 164,558) merupakan faktor risiko terjadinya SBS.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:8990
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:22 Apr 2010 09:09
Last Modified:22 Apr 2010 09:09

Repository Staff Only: item control page