HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN HEPATITIS A PADA TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN SEMARANG TAHUN 2008

Setijani, Dwiastuti (2010) HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU DENGAN KEJADIAN HEPATITIS A PADA TARUNA AKADEMI KEPOLISIAN SEMARANG TAHUN 2008. Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
13Kb

Abstract

Heptitis A merupakan salah satu penyakit endemis di beberapa daerah di dunia saat ini. Kejadian hepatitis A di Akpol merupakan bukti bahwa penyakit tersebut mudah menular dari orang ke orang lain. Jumlah kasus hepatitis A di Akpol (37 kasus) patut mendapatkan perhatian semua pihak khususnya pimpinan. Penularan hepatitis A di Akpol diduga terkait dengan kondisi lingkungan (air bersih, praktik pengelolaan makanan, personal hygiene Taruna). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji factor-faktor yang berkaitan dengan kejadian hepatitis A di Akpol Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan case control. Subyek penelitian ini terdiri dari kelompok kasus (37 responden) dan kelompok kontrol (37 responden). Variabel bebas yang diteliti meliputi kondisi air bersih, sanitasi MCK, praktik personal hygiene Taruna, pengetahuan dan praktik penjamah makanan, kondisi populasi lalat. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan uji Chi-quare dengan alpha 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi air bersih dan sanitasi MCK di Akpol dalam keadaan baik dengan tersedianya kamar mandi dan WC pada setiap kamar Taruna/Taruni. Masih ditemukan lalat di tempat pengolahan makanan (dapur) walupun kepadtannta relative rendah.Titik kritis pengelolaan makanan terletak pada penampungan makanan masak sebelum diangkut ke ruang makan serta tempat simpan peralatan makan, serta kondisi dapur agak licin. Keberadaan vektor yang ditemukan adalah lalat dengan populasi di dapur dan tempat distribusi air minum perlu mendapat perhatian. Penjamah makanan sering menggaruk-garuk kepala saat memasak makanan dan tidak memakai tutup kepala. Personal hygiene Taruna/Taruni relatif baik, namun kebiasaan cuci tangan sebelum makan belum menjadi tradisi Taruna/Taruni sebagai bentuk perilkau hidup bersih dan sehat. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa belum cukup bukti untuk mengatakan kondisi air bersih, sanitasi MCK dan personal hygiene Taruna sebagai faktor risiko kejadian hepatitis A (p-value > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dimungkinkan kasus Hepatitis A terjadi di luar Akpol namum penyebaran dari Taruna satu ke yang lainnya terjadi di dalam Akpol. Para Taruna/Taruni perlu meningkatkan personal higienenya dengan membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan. Pengedalian lalat di dapur tetap perlu dilakukan untuk mencegah paparan makanan dan lalat yang ada.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:8985
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:22 Apr 2010 09:06
Last Modified:22 Apr 2010 09:06

Repository Staff Only: item control page