Analiasis Spasial sebaran kasus tuberkulosis paru ditinjau dari faktor lingkungan fisik dalam dan luar rumah di Kabupaten Pekalongan

Bambang , Ruswanto (2010) Analiasis Spasial sebaran kasus tuberkulosis paru ditinjau dari faktor lingkungan fisik dalam dan luar rumah di Kabupaten Pekalongan. Masters thesis, Master in Environmental Health.

[img]
Preview
PDF - Published Version
31Kb

Abstract

Tuberkulosis paru disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, angka prevalensi penyakit tuberkulosis paru di Kabupaten Pekalongan sebesar 108/100.000. Sekitar 75% penderita tuberkulosis paru adalah kelompok usia produktif secara ekonomi (15-50 tahun). Selain merugikan secara ekonomi tuberkulosis juga memberikan dampak buruk lainnya secara sosial. Saat ini analisis sebaran kasus tuberkulosis paru di Kabupaten Pekalongan masih dalam bentuk agregasi bukan dalam bentuk pemetaan. Untuk itu diperlukan identifikasi dalam bentuk analisis spasial. Penelitian ini untuk menganalisis asosiasi antara faktor kependudukan dan faktor lingkungan fisik rumah serta menganalisis spasial pengaruh karakteristik wilayah dengan sebaran kasus tuberkulosis paru di Kabupaten Pekalongan. Jenis penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan menggunakan metode case control study. Subyek penelitian ini adalah 140, terdiri dari 70 kasus (penderita BTA (+)) dan 70 kontrol (penderita BTA (-)). Analisis data dilakukan dengan uji chi-square untuk mengetahui deskripsi dan hubungan faktor risiko dengan kejadian tuberkulosis paru (analisis univariat dan bivariat), selanjutnya dilakukan analisis multivariat dengan uji regresi logistik untuk mengetahui besarnya risiko terhadap kejadian tuberkulosis paru. Hasil analisis bivariat yang terbukti berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru adalah; Kepadatan penghuni (ρ=0,003), luas ventilasi (ρ=0,014), kelembaban dalam rumah (ρ=0,034), suhu udara dalam rumah (ρ=0,000), pencahayaan alami (ρ=0,003), jenis lantai (ρ=0,000), suhu udara luar rumah (ρ=0,000), pengetahuan (ρ=0,005), status gizi (ρ=0,005), dan kontak dengan penderita (ρ=0,001). Sedangkan hasil analisis multivariat yang terbukti sebagai faktor risiko terhadap kejadian tuberkulosis paru adalah; pengetahuan (OR = 2,622), kepadatan penghuni (OR = 2,989), suhu dalam rumah (OR = 3,471), pencahayaan alami (OR = 4,921) , jenis lantai (OR = 2,890), status gizi (OR = 5,738) , dan kontak dengan penderita (OR = 4,957). Dari penelitian ini terdapat 4 variabel yang paling signifikan yaitu suhu udara ruangan dalam dan luar rumah rumah, jenis lantai, dan kontak dengan penderita yang terbukti berhubungan dengan kejadian penyakit tuberkulosis paru. Rekomendasi : Perlu adanya perbaikan lingkungan fisik perumahan, peningkatan investigasi dan penyuluhan terhadap kontak serumah. Setiap akan merenovasi atau membangun rumah perlu memperhatikan aspek sanitasi rumah.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions:School of Postgraduate (mixed) > Master Program in Environmental Health
ID Code:8923
Deposited By:prodi magister kesehatan lingkungan
Deposited On:21 Apr 2010 15:18
Last Modified:21 Apr 2010 15:18

Repository Staff Only: item control page