ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA SEBELUM DAN SELAMA KRISIS MONETER (Studi Kasus : Industri Tekstil dan Garment)

Setyaningsih , Carolyne Clara Endang (2001) ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN YANG GO PUBLIC DI BURSA EFEK JAKARTA SEBELUM DAN SELAMA KRISIS MONETER (Studi Kasus : Industri Tekstil dan Garment). Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
2112Kb

Abstract

Monetary shock in Indonesia had been became a shock wave through business sectors in Jakarta Stock Exchange. Almost all companies which listed in Jakarta Stock Exchange due to severe losses. Consequently, performance of those companies become worse rapidly. So do the textille and garment sector. In this study, the differences between financial performance of companies in textille and garment sector pre and during crisis being analysed. This research assign to identify and analyse the impact of monetary crisis toward financial performance of the textille and garment companies in liquidity, solvability, profitability and activity contexts. By using data from Indonesian Capital Market Directory, there were obtained 11 out of 18 textille and garment companies as a sample. 3 companies were excluded of sample because there were insufficient datas, meanwhile the others has FDI status. Parametric and non parametric statistics method such paired sample t test and wilcoxon signed ranks test being assigned to conclude the hypotheses. The results of this study shown that textille and garment companies which listed in Jakarta Stock Exchange are impacted by monetary crisis. Almost all of financial ratios used in this study such current ratio, quick ratio, total debt to total asset ratio, debt to equity ratio, return on assets, return on equity and turn over to assets have a significant differences between pre crisis and during crisis. Only inventory turn over that don't have any significant differences, it may happened because textille and garment manufacturers tend to markets theirs product in international market rather than domestic. Moreover, this study indicate that although textille and garment companies have a better total assets turn over during crisis period, but those companies remain steady in high leverage due to Rupiah depreciation which didn't anticipate by hedging activity. Gejolak krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada saat ini juga berimbas kepada semua sektor yang ada di Bursa Efek Jakarta. Hampir semua perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta menderita kergian yang sangat besar, sehingga terjadi penurunan kinerja dari perusahaan-perusahaan tersebut secara cepat, demikian pula halnya dengan perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri tekstil dan garmen. Pada penelitian ini perbedaan kinerja keuangan perusahaan¬perusahaan tekstil dan garmen tersebut akan diteliti perbedaannya pada masa sebelum krisis dengan masa selama krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis mengenai dampak krisis moneter terhadap kinerja keuangan dari perusahaan-perusahaan yang bergerak di industri tekstil dan garmen dari sisi likuiditas, solvabilitas, profitabilitas dan aktivitas. Dengan menggunakan data dari Indonesian Capital Market Directory, diperoleh sampel sebanyak 11 perusahaan tekstil dan garmen yang memenuhi syarat sebagai sampel dari 18 perusahaan yang ada, sebanyak 3 perusahaan tidak dapat digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini karena data yang tersedia tidak lengkap sementara 4 lainnya disebabkan memiliki status PMA. Metode statistika paramthrik dan non parametrik digunakan dalam penelitian ini untuk menyimpulkan hipotesis yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan sektor tekstil dan garmen yang tercatat di Bursa Efek Jakarta terpengaruh oleh krisis moneter. Hampir semua rasio keuangan yang diteliti seperti rasio current ratio, quick ratio, total debt to total asset ratio, debt to equity ratio, return on assets, return on equity dan turn over to assets menunjulckan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum krisis dengan selama krisis. Hanya rasio inventory turn over yang tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini dapat terjadi karena kebanyakan perusahaan penghasil tekstil dan garmen ini memiliki pasar internasional. Lebih lanjut, penelitian mengindikasikan bahwa meskipun perusahaan-perusahaan sektor tekstil dan garmen memiliki total assets turn over yang lebih besar pada masa krisis, namun perusahaan masih memiliki tingkat hutang yang tinggi karena adanya depresiasi nilai tukar Rupiah yang tidak diantisipasi oleh lindung nilai.

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:8909
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Apr 2010 14:44
Last Modified:21 Apr 2010 14:44

Repository Staff Only: item control page