PENGUJIAN EFISIENSI PASAR MODAL INDONESIA BENTUK LEMAH DI BEJ PERIODE 1998 - 1999

Prihantoro DMB , Agung (2001) PENGUJIAN EFISIENSI PASAR MODAL INDONESIA BENTUK LEMAH DI BEJ PERIODE 1998 - 1999. Masters thesis, Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.

[img]
Preview
PDF - Published Version
1797Kb

Abstract

The weak-form efficiency showing that the present price of stocks fully reflects the past information would be examined in this study. Therefore, the object of this study is only focused on a weak-form efficiency capital market. This study makes use of weekly stock prices (the week-end closing stock prices) gathered from 27 of 45 large scale-capital companies classified in Index of LQ 45 during the periods of 1998-1999. Hypotheses of this study is that there is no correlation between the change in present weekly stock prices and those in the prices of a week before. This hypotheses is examined by Run and Serial Correlation Tests. Run Test is used for examining the randomness of change in stock prices, whereas Serial Correlation Test is utilised for examining the independence of the prices changes between the periods, i.e. the periods of the present week and the week before. The finding of this study suggests that in the periods of 1998 and 1999, Jakarta Stock Exchange has been categorised as a weak-form efficiency capital market. However, one should be aware of with this finding as this finding is valid only for the behaviour of stock prices in the periods of 1998-1999. This implies that if someone would do stock exchange only relying on the past information then he or she would not gain profit. ABSTRAKSI Efisiensi pasar modal bentuk lemah menunjukkan bahwa harga saham saat ini mencerminkan sepenuhnya informasi masa lalu akan diuji dalam penelitian Mi. Akan tetapi, obyek penelitian ini hanya difokuskan pada efisiensi pasar modal bentuk lemah. Penelitian ini mempergunakan data harga saham mingguan (harga saham penutupan akhir pekan) dari 27 perusahaan yang termasuk dalam Indeks LQ-45 selama periode pengamatan 1998-1999. Hipotesis dari penelitian ini adalah tidak ada korelasi antara perubahan harga saham mingguan dengan perubahan harga saham mingguan sebelumnya. Hipotesis ini diuji dengan tes acak dan tes korelasi seri. Tes acak digunakan karena salah satu dari karakteristik pasar efisien adalah acak, sedang tes korelasi seri adalah karakteristik yang lain dari pasar efisien, dimana perubahan antar harga saham tidak mempunyai korelasi satu sama lain. Hasil dari penelitian ini adalah pada periode 1998 dan 1999, Bursa Efek Jakarta efisien bentuk lemah. Hasil ini hanya terbatas pada periode 1998 dan 1999 dengan data sekunder mingguan yang diambil dari harga saham akhir minggu. Dan implikasi dari penelitian ini adalah jika seseorang yang memperdagangkan saham dengan menggunakan informasi masa lalu, dia tidak akan mendapatkan keuntungan

Item Type:Thesis (Masters)
Subjects:H Social Sciences > HG Finance
Divisions:Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code:8906
Deposited By:Mr UPT Perpus 2
Deposited On:21 Apr 2010 14:39
Last Modified:21 Apr 2010 14:39

Repository Staff Only: item control page